32 Tahun Gulita, Kini 24 Jam PLN Terangi Pulau Ende

by -12 Views

ENDE, SUARAFLORES.CO- Selama kurang lebih 32 tahun warga Pulau Ende, yang berada di seberang laut Kota Ende tidak menikmati listrik 24 jam. Kegundahan warga akhirnya terobati setelah PLN NTT mendeklarasikan listrik menyala 24 jam di Pulau yang dikitari lautan itu.

Manejer PLN NTT, Richard Safkaur, mengatakan bahwa pihaknya sangat peduli terhadap warga yang merindukan terang listrik, termasuk warga Pulau Ende yang masuk wilayah Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, NTT.

“Saat ini warga Pulau Ende sudah bisa menikmati listrik 24 jam,” kata Ricard saat acara Deklarasi Listrik Menyala 24 di Pulau Ende, akhir April 2016 lalu

Acara peresmian ini dihadiri langsung Bupati Ende, Ir. Marselinus YW. Petu, Wakil Bupati Ende, H. Djafar Ahmad, Camat Pulau Ende, Usman Husen, Manajer SDM PLN NTT, Lucas Chriswantara, Manajer PLN Area Flores Bagian Barat (FBB), Kuswantono, Manajer PLN Sub Rayon Ndoriwoy (Pulau Ende), Satrio Patigolo Bethan, dan warga masyarakat.

Lebih lanjut, Richard memuji pelanggan listrik di Sub Rayon Ndoriwoy yang semuanya sudah menggunakan listrik pintar atau listrik pra bayar. Warga Pulau Ende, kata dia, sudah menikmati listrik sejak tahun 1984, meski baru 12 jam dan baru 32 tahun kemudian bisa menyala 24 jam.

“Warga Pulau Ende harus bersyukur karena hingga saat ini masih banyak daerah di NTT yang sudah 70 tahun lebih Indonesia merdeka belum nikmati listrik. Untuk itu, gunakan listrik secara baik dan bijak, seperti  moto PLN ‘listrik untuk kehidupan yang lebih baik’. Gunakan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif dan tetap menggunakan dengan berhemat,” pinta Richard yang sudah dua kali mengunjungi Pulau Ende.

Dalam kesempatan itu, Richard  juga menyerahkan bantuan peralatan olahraga sepakbola dan bolavoli dan bantuan bina lingkungan renovasi pendopo senilai Rp35 juta, yang diterima oleh Camat Pulau Ende, Usman Husen.

Prosesi penyalaan listrik 24 jam berlangsung meriah. Bupati Ende dan GM PLN NTT dan rombongan disambut di dermaga, kemudian berjalan menuju pendopo alun-alun dengan berjalan kaki dipandu drum band dari siswa SLTP di Pulau Ende.

Untuk diketahui, Pulau Ende  berjarak 60 menit  dari Kota Ende  dengan berlayar menggunakan kapal motor. Pulau Ende dihuni sebanyak 2.317 kepala keluarga, atau 8.222 jiwa yang tersebar di tujuh desa. (pb/bkr/sf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *