Ada Kepala Desa Simpan Uang Tunai Dibawah Bantal Hingga 300 Juta

by -14 Views

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sikka, Robertus Ray, S.Sos membeberkan sejumlah masalah pengelolaan keuangan desa oleh pemerintahan desa di Kabupaten Sikka, Flores. Salah satu persoalan yang disebutkan bahwa ada kepala desa menyimpan keuangan desa dibawah bantal dengan nilai yang cukup fantastis sampai 3 ratusan juta rupiah.

Demikian hal itu disampaikan Robertus Ray dalam kegiatan Rapat Evaluasi Implementasi Siskeudes dan Percepatan APBDes Bagi Desa-desa se-Kabupaten Sikka, Rabu (9/5/2018) di gedung SCC Jalan Ahmad Yani Kota Maumere.

Masalah lain, lanjut Robert Ray, ada juga yang menyimpan uang desa bukan di rekening desa tapi menyimpan di rekening pribadi. Ada lagi kepala desa sendiri belanja kebutuhan di desa. Misalnya untuk pembangunan desa, pengadaan dan lain-lain, tidak boleh dilakukan secara sendiri.

“Ini aneh. Masa kepala desa simpan uang dibawah bantal. Kepala desa tidak boleh memegang uang tunai desa sampai 2 ratus sampai 3 ratusan juta. Desa punya rekening desa, maka semua keuangan harus disimpan di rekening desa. Ini sangat berbahaya dan mengancam para kepala desa. Saya tidak perlu menyebutkan secara rinci, refleksi diri dan bekerjalah sesuai aturan yang ada,” ujar Robert Ray dalam menanggapi sejumlah keluhan kepala desa dalam pengelolaan keuangan.

Baca juga: Kualitas Terbaik, Harga Vanili Adonara Meroket, Rp500 per Kg

Selain itu, ada kepala desa yang menyelenggarakan pembangunan tidak sesuai kondisi di desa.  Masih ada bantuan sosial yang tidak sesuai. Mestinya bantuan yang diberikan kepada masyarakat  dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi rumah tangga.

“Bantuan sosial kepada warga harus mendukung perbaikan ekonomi atau peningkatan pendapatan. Jangan jadi kepala desa berjiwa sosial yang membantu warga yang sama berulangkali. Kondisi seperti ini harus segera kembali ke jalur yang benar sesuai undang- undang,” tegasnya merespon curhat salah satu kepala desa dalam rapat evaluasi tersebut.

Selain kepala desa, para bendahara juga masih memegang uang tunai yang sangat besar. Penarikan dana desa dari rekening tidak sesuai dengan rencana kegiatanan atau lebih besar.

Kepala desa dan bendahara harus tahu batas waktu pencairan dana di bank. Karena bank punya batas waktu pencairan, di atas tanggal 27 bank pasti tutup atau ada kesibukan lain.

Banyak bendahara desa juga tidak tertib mencatat penggunaan keuangan desa ke dalam buku kas umum yang mana setiap akhir bulan harus tutup. Karena penggunaan keuangan untuk pembangunan fisik harus dicatat dan dokumen fisik harus dilaporkan.

“Banyak bendahara desa tidak melaporkan penggunaan keuangan desa kepada kepala desa. Kepala desa juga tidak melakukan pengawasan ketat terkait pengelolan keuangan desa. Ini menjadi soal dan menjadi ancaman bagi para kepala dalam pertanggungjawaban keuangan desa”.

“Saya berharap para kepala desa dan bendaharanya harus lebih tertib dan rajin membangun komunikasi, konsultasi dan koordinsi agar tidak salah mengelolah keuangan desa dan masuk penjara. Ingat, banyak sekali kepala desa berhubungan dengan proses hukum karena salah mengelolah keuangan desa,” ujarnya. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *