Alexander, Atlet Voli yang Diusir dari Pesawat karena Tubuhnya Terlalu Tinggi

by -20 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET—Memiliki tubuh yang tinggi sesungguhnya menjadi modal dasar  bagi seorang atlet bola voli. Ia akan tampil menjadi pemain yang hebat dengan dukungan penguasaan teknik dalam mengolah bola. Keunggulan ini berlaku untuk cabang olahraga bola voli, tidak berlaku bagi seseorang ketika hendak naik pesawat.

Seperti dialami Alexander Kimerovv (21), pria kelahiran, 11 September 1996 di Moskwa, Rusia. Alezander adalah seorang atlet bola voli dengan tinggi badan 2,1 meter diusir dari sebuah maskapai murah di Rusia hanya karena tubuhnya terlalu tinggi.

Kru kabin Pobeda Airlines yang akan terbang dari Noby Urengoy di Siberia menuju Moskwa mengatakan, bahwa Kaki Alexander terlalu panjang dan menghalangi lorong di dalam kabin penumpang. Kehadirannya di atas pesawat membuat petugas pusing karena sangat mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Baca juga: Bertubuh Raksasa 2,3 meter, 3 Atlet Voli Wanita ini Tertinggi Didunia

Alexander sudah beberapa kali melakukan perjalanan dengan rute yang sama sehingga dia berusaha mengalah dan bersedia pindah tempat duduk. Tindakan mengalah ini tidak memberikan solusi baginya. Kru kabin menyarankannya untuk keluar hingga memangil polisi dan 3 petugas untuk mengusir atlet voli ini dari penerbangan tersebut.

Atlet bola voli klub Dynamo Moskwa Alexander Volkov mengaku sangat terkejut dengan perlakukan maskapai itu kepada Alexander Kimerov. Dia lalu mengunggah video pengusiran Alexander ke akun media sosial miliknya.

“Apa yang terjadi di dunia ini kawan-kawan? Teman saya diusir dari pesawat karena tubuhnya terlalu tinggi. Dia bukan orang biasa, dia seorang atlet bola voli terkenal. Saya terkejut dengan tidak kompetennya para petugas polisi menangani masalah ini,” ujar Volkov dalam video itu.

Baca juga: ASEAN Games 2018, Atlet Dayung Indonesia Bidik Medali Emas

Dalam video itu terlihat seorang petugas polisi meminta Kimerov berlaku seperti seorang pria dan segera mengosongkan tempat duduknya.

Kimerov mencoba mempertanyakan alasan pengusirannya karena dia harus terbang bersama timnya, tetapi akhirnya dia menuruti permintaan polisi.

Sejauh ini belum diperoleh komentar dari manajemen Pobeda Airlines yang merupakan anak perusahaan maskapai penerbangan Aeroflot.

Baca juga: Festival Jazz 2017 dan Pesan Lingkungan di Hari Sumpa Pemuda

Selain menjadi pemain klub, Kimerov juga merupakan atlet tim nasional bola voli Rusia. Dia ikut meraih medali perunggu dalam kompetisi bola voli Eropa di kota Baku, Azerbaijan.

Dia juga ikut meraih medali perunggu dalam kejuaraan bola voli internasional di Gwangju, Korea Selatan (sfn/kompas.com).