BaraJP NTT: Kepala Kesbangpol NTT jangan buat sensasi resahkan publik !

by -1 Views

KUPANG, SUARAFLORES.CO–Barisan Relawan Jokowi Presiden – Barisan Relawan Jalan Perubahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (BaraJP NTT) mengecam pernyataan Kepala Kesbangpol Provinsi NTT yang mengatakan bahwa  3.000 orang komunis di NTT merupakan pernyataan sensasi yang berlebihan.

“Pernyataan tersebut merupakan tindakan yang konyol seorang pejabat publik yang tidak paham akan sejarah kelam bangsa ini  yang dikenal dengan sebutan Genosida 1965,” kecam Hildebertus Selly, Sekretaris DPD BaraJP NTT, menanggapi pernyataan Kepala Badan Kebangpol NTT dalam media nasional Sinarharapan.net.

Menurutnya, sebagai pejabat publik Kepala Kesbangpol harus mampu mendeteksi dan menyaring isu yang berkembang dengan baik dan benar, baru disampaikan informasi kepada publik.

“Jangan jadi korban isu yang dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sebagai pejabat publik harus mampu memberikan informasi yang mencerdaskan publik bukan membingungkan serta meresahkan publik,” kata Pria yang disapa Bertus

Bertus yang juga sebagai Aktivis GMNI Kupang, menyayangkan pernyataan tersebut karena Komunis atau PKI yang merupakan partai komunis Indonesia sudah dibubarkan sejak terjadi tragedi kemanusiaan 1965, yang memakan korban hampir jutaan jiwa manusia Indonesia..

“Jangan memancing konflik komunal terjadi di tengah kehidupan masyarakat yang lagi kondusif ini. Sebab selama 32 Tahun otak sudah dibentuk bahwa Komunis itu Bahaya Laten. Tapi perlu dicatat bahwa Ideologi Komunis (Komunisme) merupakan pengetahuan umum yang dikonsumsi seperti pengetahuan lainnya,” jelasnya

Terkait pernyataan Kepala Kesbangpol NTT berinial SS tersebut, dia meminta untuk segera mengklarifikasikan secara terbuka kepada publik (masyarakat NTT, red) dan meminta maaf atas kesalahan pernyataan itu.

“Dia harus klarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf kepada publik dalam waktu dekat ini. Kalau tidak kami mengajak untuk debat terbuka terkait pernyataan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, pengacara kondang NTT, Ali Antonius, SH, saat dikonfirmasi wartawan terkait pemberitaan tersebut juga mengaku tidak percaya dengan kebenaran berita tersebut.

“Saya tidak yakin berita itu benar. Kita perlu hati-hati., Jangan sampai berita itu mau adu domba yang provokatif. Namun, jangan juga lengah, telusuri dan cermati terus ke depan,” katanya Selasa kemarin.

Diberitakan sebelumnya, media nasional Sinarharapan.net (SHNet) dikecam banyak nitizen di Kupang NTT lantaran memberitakan 3.000 warga NTT anut paham komunis dengan foto Paus Benediktus.

Para nitizen mengecam keras pemberitaan yang dinilai sangat melukai harkat dan martabah masyarakat NTT yang sejak puluhan tahun hidup rukun dalam keberagaman.

Ketua Komunitas Wartawan Online NTT, Joey Rihi Ga, dalam statusnya yang dikutip media ini menuangkan kekecewaannya yang sangat tinggi terhadap pemberitan tersebut.

“Kita Harus cerdas, termasuk Media yang mewartakan, jgn sampai membangkitkan isu SARA..,” tulis Pemimpin media online seputar-NTT.com ini yang diposting ke Grup Viktor Lerik (Veki Lerik) Bebas Bicara. (sun/sf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *