Bupati Sikka Targetkan 40 Ribu Sambungan Air Gratis untuk Warga

by -17 Views
Suara Flores

SUARA FLORES – Air menjadi kebutuhan yang sangat vital. Tanpa air, tak satupun makluk hidup mampu bertahan di muka bumi dalam waktu yang lama. Sehari pun ia sudah tak berdaya, loyo bahkan meninggal dunia. Artinya bahwa air menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bagi setiap jiwa atau rumah tangga. Bukan hanya untuk minum, tapi juga kebutuhan sehari-hari, mandi, cuci dan kakus (MCK).

Bicara tentang air sebagai kebutuhan dasar, di Kabupaten Sikka memiliki dua kategori sumber air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yakni air yang bersumber dari mata air dan air permukaan. Air yang bersumber dari mata air, artinya dalam pengelolaan oleh PDAM diambil langsung dari mata air, sedangkan air permukaan diambil dari sungai yang melalui proses laboratorium.

Sejauh ini, dua kategori air ini telah menghidupi ribuan warga Kabupaten Sikka, dari Kota sampai ke desa-desa. Berdasarkan data yang dihimpun Suara Flores di Kantor PDAM Kabupaten Sikka, terdapat enam sumber mata air yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Ke-6 sumber air yang dimaksud, yakni mata air Wair Puan (g) di Kecamatan Nita, mata air Kibung di Nita, mata air Bekor di Talibura dan mata air Ian di Bola, mata air Wair Batik dan mata air Nirang Kliung.

“Ini data sumber air yang dikelola PDAM. Masih ada sumber mata air lainnya yang belum masuk dalam pengelolaan kami,” jelas Frans Laka selaku Direktur PDAM Kabupaten Sikka saat diwawancarai Suara Flores di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Dana Desa untuk Biaya Jaminan Pelanggan, PDAM Sikka Turun Sosialisasi

Baca juga: Direktur PDAM Sikka dan Misi Pelayanan

Baca juga: Kasus Gratifikasi, Tim Tipikor Datangi DPRD Ende

Ia menjelaskan, Wair Puan (g), memiliki debit produksi 15 liter/detik. Dalam pengelolaan IKK Nita sebesar 7 liter/detik. Mata air Nirangkliung debit produksi 13 liter/detik. Wair Batik pada IKK Lela sebesar 6 liter/detik, Wair Terang masuk IKK Bola dengan debit 10 liter/detik dan mata air Bekor di IKK Talibura dengan debit 20 liter/detik.

Mata air Wair Puang dan mata air Nirangkliung menghidupi masyarakat di wilayah Nita, Alok Barat, Alok dan Alok Timur. Sumber mata air Wair Batik menghidupi masyarakat Lela, Koting dan Nele. Mata air Wair Terang menghidupi masyarakat Kecamatan Bola, sedangkan mata air Bekor menghidupi masyarakat Kecamatan Talibura dan Waigete.

Dijelaskan bahwa enam sumber air tersebut terdistribusi pada 15.900 sambungan rumah (SR). Namun dari angka yang ada, tidak semua pelanggan aktif membayar sehingga sebanyak 2.643 SR dalam posisi segel karena tunggak. Hingga saat ini, rill pelanggan yang aktif sebanyak 12.524 SR.

Dari data yang dihimpun Suara Flores melalui Bagian Teknik PDAM, selain enam sumber mata air tersebut, masyarakat Sikka khususnya Kota Maumere juga menjadikan sumur bor sebagai sumber hidup yakni sumur dalam dan sumur dangkal. Kurang lebih 15 sumur dalam pengawasan PDAM, yakni SP Perkuburan Iligetang, SP Dua Toru 1, SP Nara, SP Moan Subu Sadipun, SP Kolam Renang, SP Litbang, SP Wolomarang, SP Wailiti, IPA Guru 1, IPA Guru 2, SP Teka Iku, SP Sadipun 2, SP Dua Toru 2, SP Inspektorat dan SP Watu Gong.

SP Perkuburan Iligetang dengan debit terpasang 15 liter/detik, SP Dua Toru 1 (rusak), SP Nara debit 2,5 liter/detik, SP Moan Subu Sadipun (rusak), SP Kolam Renang debit produksi 12,2 liter/detik, SP Litbang debit produksi 15 liter/detik, SP Wolomarang debit produksi 15 liter/detik, SP Wailiti debit produksi 10,4 liter/detik, IPA Guru 1 debit produksi 9,2 liter/detik, SP Teka Iku 12,7 liter/detik, SP Sadipun (2) 12 liter/detik, SP Dua Toru (2) 13,3 liter/detik, IPA Guru (2) 12 liter/detik, SP Inspektorat (rusak), SP Watu Gong 3,1 liter/detik.

Dari sekian banyak sumber air yang ada, pemerintah harus lebih maksimal berjuang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seiring kerja keras manajemen PDAM Sikka dari periode ke periode, namun belum dapat mengobati kebutuhan warga secara merata. Tidak hanya di desa, tetapi di wilayah perkotaan pun masih banyak yang belum mendapat pelayanan air bersih.

Baca juga: Rakyat Miskin NTT Masih Butuh Rumah Layak Huni

Baca juga: Di Balik Rahim yang Miskin, Banyak Misionaris Hebat Mencerdaskan Negara Lain

Baca juga: 7 Kades di Flotim Atasi Krisis Air dengan Dana Desa

Dalam beberapa kesempatan sambutan, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pemerintah tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih secara gratis. Pelayanan secara gratis dilakukan melalui pemasangan Sambungan Rumah (meteran air,red) untuk 40 ribu kepala keluarga (KK) melalui Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

ia mengatakan, pemasangan sambungan air gratis bukan hanya untuk masyarakat miskin, tetapi untuk semua lapisan masyarakat. Baginya, air menjadi kebutuhan yang sangat vital, dan tidak bisa diganti dengan minuman jenis lainnya.

“Ini kan uang dari pusat. Kita tidak boleh pungut biaya lagi dari masyarakat. Dari pusat kasih kita gratis, maka harus digratiskan untuk masyarakat. Nanti kita ambil kebijakan daerah dan PDAM. Kan ada dananya. Kita bisa atur agar seluruh masyarakat tidak lagi susah. Ini dilakukan secara bertahap selama lima tahun kepemimpinan saya dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga. Mari semua pihak kita bekerjasama membangun Kabupaten Sikka ini.,” ujar Bupati Sikka kepada Suara Flores di Kota Maumere beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah awal, Bupati yang akrab disapah Robi Idong ini telah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, termasuk pihak PDAM untuk ‘merakit anggaran’ untuk mengakomodir 40 ribu SR gratis bagi warga tanpa kecuali. Kepada Direktur PDAM, Frans Laka, Robi Idong meminta agar manajemen PDAM segera merancang kebutuhan anggaran untuk mengetahui besaran biaya yang harus dikeluarkan daerah.

“Saya sudah tanya Direktur PDAM. Mereka menjamin bisa melakukannya. Kita bekerja untuk masyarakat harus bisa,” ujar Robi Idong melalui sambutannya saat Rapat Koordinasi bersama para kepala desa se Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu.

Baca juga: CV. Sepakat Karya Sukses Tuntaskan Proyek Air Bersih Hokeng Jaya

Baca juga: Mama Sia dan Mama Cua di Gubuk Tua

Baca juga: Federiko, Bocah 6 Tahun dalam Aksi Tertib Berlalu Lintas

Secara terpisah, Direktur PDAM, Frans Laka kepada Suara Flores mengatakan, langkah pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi ribuan warga secara gratis dapat dilakukan dengan melihat kondisi anggaran. Perhitungan rata-rata SR sebelum pemasangan sekitar 10 juta. Jika dihitung secara rill, daerah membutuhkan biaya kurang lebih 400 miliar rupiah untuk pemasangan 40 ribu meteran air.

Dirincikan Frans Laka, investasi oleh PDAM mampu melayani 3.000 sambungan rumah. Investasi melalui APBN melalui Bendungan Napun Gete mampu melayani 21.000 sambungan rumah. Selain itu, ada air pedesaan yang dibenahi dengan meterisasi dapat mencapai 10.000 sambungan rumah. Dan investasi yang dilakukan oleh Dinas PUPR dapat mencapai 250 sampai 300 sambungan rumah.

Menurutnya, investasi rill dapat mencapai 100 sampai 130 miliar. Hal ini dikarenakan oleh sebagian besar infrastruktur tidak terbangun dan masih membutuhkan sumber baru. (infranstruktur air pedesaan dan kota akan terbangun dari infrastruktur APBN melalui Napun Gete).

Oleh karena itu, jelas Frans Laka, pemerintah daerah tidak harus mengeluarkan anggaran yang besar, walau harus menghadapi kendala di lapangan, yakni proses pembangunan jaringan dan mencari sumber baru. Hal ini dimaksudkan, karena belum semua daerah memiliki sumber air yang cukup dan memiliki debit yang berbeda. Akan tetapi semua dapat terbangun secara baik, apabila adanya sinergi atau kerjasama komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

Kepala Bagian Teknik PDAM Sikka, Hendrik menyebutkan beberapa tantangan dalam pelayanan pemasangan gratis. Namun kendala yang dimaksudkan Hendrik dapat diatasi dengan kerjasama yang baik dari semua pihak.

“Semua ini dapat direncanakan secara baik melalui kerjasama banyak pihak. Jika nantinya terpasang, masyarakat pelanggan harus membayar biaya iuran tiap bulan, karena pemerintah telah menyiapkan meteran gratis.” ujarnya.

Menurutnya, upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air minum bersih dan sehat melalui pemasangan 40 SR gratis membutuhkan penambahan sumber air. Jaringan distribusi harus dekat agar muda disambung ke rumah warga.

Agar hal ini bisa terpenuhi,tambah Hendrik, perlu dana infranstruktur, yakni butuh sumber baru untuk peningkatan debit, jaringan transmisi, jaringan distribusi (utama dan sekunder). Jika ini sudah mendukung, maka semua kebutuhan dapat terpenuhi.

“Di Kabupaten Sikka terdapat 6 IKK, yakni IKK Lela, IKK Nita, IKK Paga, IKK Bola, IKK Kewapante, IK Koting, IKK Talibura dan IKK Nele. Rata-rata semua IKK belum mencukupi kebutuhan warga. Artinya, PDAM dan pemerintah harus bekerja lebih keras untuk membangun sumber-sumber baru.,” katanya. (nnes/sfon2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *