Caleg dari Luar Laris di NTT, Orang NTT Tak Mampu Jadi Caleg?

by -19 Views


SUARAFLORES.NET,–Setiap kali Pemilu Legislatif  (Pileg) digelar, rakyat NTT selalu dihidangkan calon-calon legislatif yang berasal dari luar NTT. Partai-partai politik di pusat memasok caleg-caleg tersebut dari Jakarta untuk bertarung merebut lahan politik suara rakyat di NTT bertempur melibas caleg-caleg putra-putri NTT. Apakah para politisi NTT yang nota bene berpendidikan sangat tinggi tidak mampu jadi caleg dan jadi DPR-RI?  Ada apa?

Silvester Nusa.S.Sos, seorang aktivis LSM, mantan Pemred Ombay News dan mantan anggota Panwaslu Alor, mencoba menelusuri dan membedah, mengapa caleg dari luar lebih laris di NTT. Menurut dia, semua orang pasti mengetahui bahwa ada sejumlah anggota DPR-RI yang walaupun tidak lahir di NTT dan tidak ber-KTP NTT tetapi sukses menjadi anggota DPR-RI dalam beberapa periode sebelumnya. Sebut saja salah satunya, Setya Novanto. Ia dengan mudah mendulang suara dari mayoritas masyarakat NTT. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Dalam penelusurannya di tengah masyarakat NTT, dia menyimpulkan ada tiga alasan utama yang mendorong caleg dari luar yang rata-rata ‘berkantong tebal’ laris mendulang suara di NTT. Tiga alasan itu, yaitu pertama, adanya kemiskinan struktural. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang muncul bukan karena ketidakmampuan atau kemalasan seseorang untuk bekerja, melainkan karena ketikmampuan sistem dan struktur sosial dalam menyediakan kesempatan – kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja.

Di sejumlah partai politik, sambung Silvester, ada kecenderungan orang yang mendapatkan urutan nomor daftar caleg di partainya adalah orang yang memiliki jabatan strategis di partai dan memiliki finansial yang cukup.

“Biasanya, yang tidak punya jabatan strategis apalagi tidak memiliki uang akan mendapatkan nomor urut daftar caleg yang di nomor buntut. Artinya, konstituen akan mudah mengingat caleg yang akan dipilihnya adalah yang berada di nomor urut awal antara angka 1-5,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Minta Kelurahan Lamatewelu Adonara Kembali Menjadi Desa

Baca juga: Caleg Dari Luar Laris di NTT, Orang NTT Tak Mampu Jadi Caleg?

Alasan kedua, lanjut dia, adanya faktor kemiskinan ekonomi. Orang luar yang memiliki keuangan yang cukup akan mudah mencetak poster, baliho dan beragam jenis media kampanye lainnya agar bisa dikenal masyarakat. Selain itu, mereka mudah mengakali masyarakat dengan janji-janji “AKAN” bangun pabrik, akan ini dan akan itu. Masyarakat pun mudah terhipnotis dengan bantuan 5 kilo gram benih jagung, 5 kilo gram benih padi dan lainnya.

“Padahal, mereka datang hanya pada saat kampanye saja agar bisa dipilih menjadi wakil rakyat. Caleg yang nota bene orang luar juga akan mudah mengumpulkan massa dan memberinya makan disertai hiburan yang menarik simpati masyarakat,” terangnya.

Alasan ketiga, ungkap dia, karena adanya faktor kemiskinan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM para pemilih atau konstituen di NTT banyak berpendidikan rendah, sehingga mudah percaya pada bualan, mudah tergoda pada pemberian.

“Kita tidak bisa membedakan mana rayuan dan mana “kebaikan”. Hal ini membuat kita berpengaruh pada cara kita memilih wakil rakyat,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap dalam pemilihan umum 2019, pemilih harus cerdas memilih calon legislatif dan partai politiknya. Agar bisa cerdas maka setiap pemilih haruslah mengetahui empat langkah ini. Pertama, harus memastikan namanya sudah terdaftar sebagai pemilih. Kedua, kenalilah calon wakil rakyat  sebelum memilih. Para pemilih harus mengetahui nama lengkapnya, asal-usulnya, latar belakangnya, dan juga nomor urut serta partai politiknya. Ketiga, pastikanlah pemilih sudah mengetahui cara mencoblosnya. Dan keempat, jangan sampai tergiur dengan bujuk rayuan maut dan pemberian uang, barang, cenderamata dan lain-lain.

“Kalau rakyat tergiur dan hanyut, maka jangan marah, dan jangan menyesal kalau nanti setelah terpilih, orang tersebut datang satu kali dalam satu tahun, atau hanya lima tahun sekali,” tutup Silvester.  (bkr/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *