Dana Desa untuk Biaya Jaminan Pelanggan, PDAM Sikka Turun Sosialisasi

by -20 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Masyarakat empat desa di Kabupaten Sikka tentu merasa bangga terkait pemasangan meteran air atau sambungan rumah pelanggan PDAM Sikka. Warga tidak lagi merogo kantong untuk membayar biaya jaminan sambungan rumah (SR) sebesar Rp.295.000,-. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo telah menginstruksikan kepada para kepala desa boleh menggunakan dana desa untuk mengcover biaya jaminan SR tersebut.

Kurang lebih empat desa, yakni Desa Lusitada, Desa Baopa’at, Desa Hepang dan Desa Iligai serta pihak PDAM Sikka diundang bupati dalam rapat bersama Bupati Sikka untuk kebijakan tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak PDAM turun ke desa-desa untuk memberikan sosialisasi agar pelayanan air minum bersih dan sehat lebih cepat dinikmati warga.

Direktur PDAM Kabupaten Sikka, Frans Laka saat melakukan sosialisasi di empat desa tersebut mengatakan, masyarakat tidak lagi kesulitan untuk berpikir, bekerja dan mencari uang untuk membayar biaya jaminan SR. Bupati Sikka telah menginstruksikan kepada para kepala desa agar biaya jaminan SR ditalangi melalui dana desa.

Karena itu, ia mengharapkan kerjasama yang baik dari pemerintah desa untuk merespon cepat agar warga segera menikmati air minum bersih. Dijelaskannya, pemungutan biaya SR sesungguhnya diatur melalui Keputusan Direktur Nomor 14.ku/PDAMS/V/2017 tanggal 12 Mei 2017 PDAM. PDAM menjalani aturan yang ada, tidak memungut biaya tanpa ada dasar yang jelas.

Baca juga: Demo Pemda Rote Ndao, Warga Tuntut Ganti Rugi Tanah Ulayat

Baca juga: Peduli Petani Desa, Polisi ini Bimbing 300 Petani Tanam Bawang

Sebenarnya, lanjut dia, air sudah bisa keluar, tapi masyarakat pelanggan rupanya kesulitan membayar biaya jaminan sebesar RP.295.000,-. Atas dasar itulah, maka Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengambil langkah strategis dengan menginstruksikan kepada para kepala desa boleh menggunakan sebagian dana desa untuk biaya jaminan pelanggan. 

“Pak Bupati Sikka mengundang kami untuk membahas hal ini. Bapa mama tidak lagi pakai uang pribadi untuk jaminan pelanggan. Saya berharap, kepala desa dan BPD dapat bekerjasama secara baik untuk mengambil langkah cepat agar masyarakat segera menikmati air bersih. Ini perintah pak bupati, tapi kalau air sudah keluar jangan lupa bayar setiap bulannya, supaya air tetap lancar,” ujar Frans Laka disambut tepuk tangan dari masyarakat saat memberikan sosialisasi di empat desa tersebut, Sabtu (19/01/2019).

Disaksikan SuaraFlores.Net, masyarakat empat desa pun merespon positif dan mengaku bangga atas langkah yang diambil oleh Bupati Sikka. Mereka menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bupati yang sudah membantu warga melalui kebijakan yang pro pada rakyat kecil. Di sisi lain mereka pun berterima kasih kepada PDAM Sikka yang bekerja keras untuk mempercepat pelayanan air minum bagi warga.

“Kami berterima kasih untuk moat bupati dan moat dari PDAM. Semoga secepatnya kami bisa menikmati air minum. Sudah sangat lama kami menanti, kami haus,” ujar warga dalam sosialisasi Desa Lusitada.

Hal yang sama disampaikan oleh masyarakat Desa Iligai dalam kesempatan sosialisasi yang dihadiri Direktur PDAM Sikka, Frans Laka. Mereka berharap agar secepatnya pemerintah mendistribusikan air minum bersih yang bersumber dari Batik Wair tersebut. “Kami senang sekali sudah dibantu melalui dana desa. Terima kasih Moat Bupati Sikka atas langkah ini,” ujar sejumlah warga dalam sosialisasi yang berlangsung di Kantor Desa Iligai. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *