Dani Suhadi: Tidak ada larangan unggas oleh siapapun !

by -16 Views

KUPANG, SUARAFLORES.CO – Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggapi serius keluhan pedagang terkait adanya SK Gubenur NTT yang melarangan ternak unggas dari Jawa ke NTT.

Kepada SuaraFlores, Selasa (26/4/16) malam, melalui ponselnya, Dani menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada larangan masuk unggas oleh siapapun dan dari manapun. Hal yang pasti, menurut Dani, semua unggas yang masuk ke NTT harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selain itu, diperlukan pengetatan lalulintas hewan ke NTT.

“Tidak benar ada larangan masuk unggas dari luar ke NTT. Yang ada hanya pengetatan lalulintas hewan. Semua unggas yang masuk ke NTT harus memenuhi syarat yang ketat,” tegas Dani.

Pengetatan itu, kata Dani, sesuai peraturan lalulintas hewan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Tujuannya, untuk mengendalikan dan mencegah penyakit hewan menular dari suatu daerah ke daerah lain. Jika tidak dilakukan pengetatan, dampaknya akan merugikan pengusaha ternak, seperti ternak unggas di NTT.

“Bagi para pelaku yang ingin memasukan hewan/ unggas dari luar harus mengajukan permohonan dengan menyampaikan tempat asal hewan atau produk hewan tersebut. Selanjutnya, pemerintah melalui dinas teknis dengan Tim terpadu akan melakukan survey analisis dampak resiko di kompartemen atau tempat produksi ternak, sehingga asal ternak memenuhi persyaratan kesehatan hewan,” terang Dani.

Proses ini, kata Dani, tidak membebankan siapapun, termasuk pemohon atau pelaku usaha. Karena terbatas, proses ini dilakukan setahun sekali.

Diberitakan sebelumnya, pedagang ayam mengeluhkan  menurunnya produksi ternak ayam lantaran adanyaa Surat Keputusan (SK) Gubenur NTT No: 274 Tahun 2013 terkait larangan pemasukan unggas dari luar ke NTT.

“Usaha kami menurun karena kendala teknis, lantaran adanya SK Gubernur NTT 2013 terkait pemasokan unggas ke NTT. Dengan SK itu membuat kami sangat sulit mendatangkan  ayam dari Jawa,” terang Edisius Dore, pedagang ayam di Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (26/4/16). (sun/bkr/sf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *