Demo Krisis Dokter Ricuh, Mahasiswa Digebuk Polisi

by -20 Views

MAUMERE, SUARAFLORES.CO- Kurang lebih 100 orang aktivis mahasiswa menggelar demonstrasi di Kabupaten Sikka menuntut Pemda mendatangkan dokter ahli kandungan. Aksi demo ini berakhir bentrok antara aparat dan mahasiswa. 

Disaksian Suaraflores.co, aksi demo, di Lapangan Kota Baru Maumere, Kamis (19/5/16) siang, berlangsung anarkis ketika mahawasiwa berupaya mengganggu lintasan jalan yang akan dilalui peserta Tour de Flores. Melihat itu, aparat keamanan yang dipimpin langsung Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma bersama Danlanal Maumere dan Dandim 1603 Sikka memerintahkan anak buahnya mengamankan masa aksi.

Akibat tindakan pengamanan itu, sejumlah sejumlah mahasiswa  harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Sedangkan satu aktivis GMNI, Timotius Jampur  ditahan polisi.

Pantauan media ini, aksi demo ini digelar front dari 3 organisasi mahasiswa (ormas) yaitu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI dan Perhimpunan Mahasiswa Islam (PMII) Kabupaten Sikka.

Sebelumnya, dalam orasi para aktivis ini meminta Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera untuk menemui masa aksi dan memberikan penjelasan mengenai krisis dokter kandungan di Sikka yang telah mengorbankan kaum perempuan dan anak.

Mereka mendesak Bupati Sikka dan pihak rumah sakit segera mendatangkan dokter kandungan. Jika tidak mereka akan menduduki kantor bupati Sikka berhari-hari.

“Kami berharap Bupati Sikka untuk datang memberikan penjelasan kami terkait ketiadaan dokter kandungan ini. Kehadiran dokter kandungan untuk memenuhi hak-hak kaum perempuan untuk mendapat pelayanan kesehatan. Jadi bupati harus sigap melihat masalah emergency ini,” tegas para aktivis.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah aktivis mahasiswa (salah satu elemennya PMKRI) menggelar aksi demonstrasi menuntut disediakannya tenaga dokter kandungan untuk melayani para ibu bersalin.

“Kami tuntut pemerintah segera adakan dokter untuk melayani kaum ibu melahirkan. Perjuangan kami ini untuk kaum ibu dan anak, karena sudah banyak ibu dan anak yang menjadi korban karena tidak ada dokter kandungan,” kata Ketua PMKRI Cabang Maumere, Desi Daramos Bitan. (M-16/SF).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *