Di Balik Peresmian LTSA PPPMI di Maumere, Ini Dua Hal yang Harus Dilengkapi

by -15 Views
Suara Flores

SUARAFLORESNET – Pusat Layanan Satu Atap Penempatan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PPPMI) Flores dan Lembata yang terpusat di Maumere, Kabupaten Sikka telah diresmikan oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, (14/3/2019). Untuk memperlancar proses penempatan tenaga kerja ini, ada dua hal yang harus segera dilengkapi oleh pemerintah yakni Rekomendasi Medical Cek UP dari Kemenkes dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK).

Demikian hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Kerja, Ririn Widiastutik di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Trans Migrasi Kabupaten Sikka di sela-sela persiapan peresmian LTSA PPPMI Flores dan Lembata di Maumere.

Dijelaskan Ririn bahwa sebelum berangkat setiap masyarakat atau calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus dilakukan pemeriksaan kesehatan melalui loket kesehatan oleh pihak Rumah Sakit setempat. Sedangkan Rumah Sakit setempat dalam hal ini Rumah Sakit T.C Hillers Maumere belum mendapat rekomendasi Medical Cek Up bagi calon PMI.

“Loket kesehatan ini akan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap PMI sebelum dikirim. Kita di sini bekerjasama dengan Rumah Sakit TC Hillers Maumere tetapi pihak rumah sakit belum mendapat  rekomendasi Medical Cek UP dari Kementerian Kesehatan. Kita sudah sampaikan ini kepada Sekda dan Dinas Kesehatan agar segera menindaklanjuti ke pusat,” jelasnya, (13/3/2019).  

Baca juga: Sagu, Kota Tua Bersejarah di Adonara Yang Kian Merana

Baca juga: Majukan Pariwisata, Pemprov Prioritas Beri Ijin Pembangunan Home Stay

Selain itu, lanjut Ririn, LTSA PPPMI juga harus dilengkapi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Bahwa setiap calon PMI harus diberi pelatihan, ketrampilan harus dilatih. Baik ketrampilan dalam penguasaan bahasa maupun ketrampilan kerja lainnya yang harus dimiliki oleh Calon PMI.

“Jika ini dilengkapi maka semua Calon TKI dari Flores dan Lembata bisa berangkat langsung dari Maumere. Karena belum ada maka urusan pemeriksaan kesehatan dan latihan kerja untuk sementara dipusatkan di Kupang. Pemerintah tetap berjuang dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar LTSA PPPMI di Flores dan Lembata semuanya lengkap,” ujarnya. 

Terhadap kondisi ini, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo kepada SuaraFlores.Net (16/3) mengatakan bahwa pemerintah tengah berjuang agar dua kendala tersebut secepatnya tersebut segera dilengkapi.

Baca juga: Sukseskan Pemilu Serentak 2019, Kemendagri Apel Bersama ASN

Baca juga: Miras NTT, Produk Pengetahuan dan Teknologi Tradisional yang Diakui Hukum Adat dan UU 1945

“Ini lagi proses permohonan kepada pemerintah pusat agar segera mendapat rekomendasi dimaksud. Pemerintah berusaha keras agar Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan rekomendasi. Pemerintah juga berjuang untuk menyiapkan Balai Latihan Kerja,” ujar Bupati Sikka yang biasa dipanggil Robi Idong ini di Maumere.

Hal lain dikatakan Robi Idong bahwa syarat utama agar bisa bersaing di dunia kerja bagi Calon PMI yakni harus menguasai bahasa inggris. Jika sudah menguasai bahasa inggris atau bahasa asing dengan baik, maka selanjutnya diberi pembekalan ketrampilan sesuai minat calon pekerja.

“Jika kita didik mereka dengan baik, penguasaan bahasa asing dengan baik, ketrampilan sesuai minat kerja maka tenaga kerja kita pasti dicari. Kalau kita punya tenaga kerja yang bagus maka Flores bisa jadi Pasar Tenaga Kerja Dunia. Orang akan rebutan mencari tenaga kerja kita dari Flores,” ujarnya dalam peresmian LTSA di Maumere, (14/3/2019).   

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Dra, Sisilia Sona mengatakan bahwa di NTT ada empat LTSA yakni di Provinsi, Kabupaten Kupang, Sumba dan Flores di Maumere, Kabupaten Sikka. Dengan adanya empat LTSA diharapkan maka persoalan pekerja migran ke luar negeri selama ini bisa teratasi dan tidak ada lagi pekerja berangkat secara non prosedural.

“Dari empat LTSA ini, NTT baru memiliki dua Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) untuk Calon Pekerja Migran. Diharapkan agar empat LTSA yang ada di NTT dapat bekerja secara maksimal,” ujarnya melalui sambutannya. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *