Dinas PU Flotim Diminta Perbaiki Proyek Talud di Pustu Lama Lewotobi

by -20 Views
Suara Flores

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Konstruksi talud yang lebih rendah dari badan jalan pada proyek jalan Wutun – Nobo, ruas Lewotobi Ile Bura, tepatnya di areal Pustu lama, sepanjang 20 meter menyebabkan luapan banjir yang mengancam rumah warga sekitar. PT. Feva Indonesia selaku pelaksana proyek senilai Rp. 3.084.630.000,- ini, sudah diingatkan berulangkali agar posisi talud yang dikerjakan harus lebih tinggi dari badan jalan. Pasalnya, areal Pustu lama Lewotobi itu merupakan jalur banjir setiap musim penghujan.

Yuli, warga yang menempati Pustu Lama Lewotobi mengatakan, musim penghujan kali ini mendatangkan banjir yang lebih besar. “Padahal, hujan tidak terlalu deras. Sisa material berupa batu dan pasir di badan jalan disapu banjir. Kami khawatir, jika curah hujannya tinggi, maka banjir bisa masuk ke rumah warga,” ujar Yuli kepada SuaraFlores.Net belum lama ini.

Baca juga: Laiskodat: Kalau ke depan NTT masih miskin, kita semua ini tolol

Bukan hanya Yuli, beberapa rumah warga lainnya pun terlihat digenangi air hujan. Untuk mengantisipasi fakta ini, warga meminta Dinas PU Flotim menambah ketinggian Talud di depan Pustu lama Lewotobi.

Pantauan media ini, Senin (26/11/2018) tampak tumpukan material batu dan pasir yang sebelumnya berada di badan jalan, sudah bersih disapu banjir. Sementara itu, timbunan tanah di samping Pustu juga sudah terlihat seperti lubang.

Pemilik proyek dalam hal ini Dinas PU Flotim diminta bantuannya untuk menambah volume pekerjaan, menaikan badan Talud, khususnya areal sepanjang 20 meter tersebut agar rumah warga terhindar dari banjir pada musim penghujan. (robert).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *