Emilia Nomleni, Srikandi Politik NTT Selamatkan PDIP

by -21 Views

SUARAFLORES.NET,–Tanpa Calon Gubernur NTT, Marianus Sae, tak membuat kader senior PDIP NTT, Ir.Emilia Nomleni patah arang. Didukung oleh kader-kader militan PDIP dan relawan perempuan, Nomleni yang dijuluki “Srikandi NTT” ini terus bergerak terjun ke medan tempur, dari Timor, Sumba hingga Pulau Flores Nusa Bunga.  

Ibarat tiada rotan akar pun jadi. Demikian dilukiskan perjuangan Nomleni yang tertatih-tatih, penuh derita politik memikul beban besar untuk menyelamatkan wajah PDIP NTT. Meski banyak pihak menggap remeh dan melihat sebelah mata, sesungguhnya Emi si perempuan berambut putih dari Soe, TTS ini tampil gagah tegar di tengah badai politik.”Jalan terus demi rakyat dan demi partai.” Semangat ini tertanam di dalam hati mantan anggota DPRD NTT, Fraksi PDIP ini.

Baca juga: Emi Nomleni Lintasi Banjir Temui Warga

Baca juga: LeviCo Siapkan 1.000 Buku per Desa untuk Taman Baca di NTT

Pekan lalu, usai melakukan kunjungan kampanyenya ke daratan Sumba bertemu warga dan tokoh-tokoh, Nomleni bergerak terjun ke Flores. Ia bertemu dan bertatap muka dengan ribuan warga Manggarai Raya, Nagekeo dan Ngada. Banyak air mata warga, secara khusus kaum perempuan tertumpah membasah pipi, berlinang menyambut si perempuan pertama NTT yang tembus ke bursa politik bergengsi calon wakil gubernur.

Dari data dan fakta penulusuran media ini, Emi Nomleni memang salah satu kader perempuan senior di DPD PDIP NTT. Jam terbangnya di politik tak secemerlang politisi laki-laki. Perempuan tinggi, ramping kulit sawo matang, dan rambut putih berkaca mata ini, adalah seorang kader pekerja keras, tekun dan taat dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian. Mantan aktivis GMKI Kupang ini, adalah seorang perempuan yang sangat keibuan, suka merangkul dan bergaul dengan siapa saja penuh kelemah lembutan. Ketika “kekasih politiknya” Marianus ditahan KPK, ia tampak sedih penuh duka lara. Namun berkat semangat juang militansi kader yang telah lama digembleng di PDIP, membuat ia bangkit, tegak berdiri menyeka air mata dan menyingsingkan lengan bajunya berjalan merobek kabut politik yang menghadang.

Jalan terjal politik PDIP di pilgub 2018 ini, rupanya tidak terbayang di mata dan benak seluruh kader PDIP di NTT. Pil pahit yang terpaksa harus ditelan pasca Calon Gubernur Marianus Sae tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) KPK, membuat seluruh kader yang sudah berapi-api sempat surut dan loyo. Namun, kehadiran sang ibu Emilia Nomleni, membuat hati nurani seluruh kader kembali bangkit membara dalam gerbong besar wong cilik dan marhaenis sejati. Mereka terus bekerja sesuai instruksi Ketua DPD PDIP Frans Lebu Raya dan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: “Harmonisnya Anggur Merah dan Ampera” di Pilgub NTT

Dalam pertemuan dengan media ini, pekan lalu, Frans Lebu Raya telah meminta seluruh jajaran partai dari propinsi hingga dusun-dusun terpencil terus bekerja keras memenangkan pasangan Marianus-EMI (nomor 2). “Marianus tetap sebagai calon gubernur PDIP selama belum ada keputusan hukum yang final. Kami telah menggelar rapat DPD PDIP NTT, Senin (12/2) dan memutuskan terus mendorong Calon Wakil Gubernur Emilia Nomleni terus bekerja meskipun seorang diri. Saya minta seluruh jajaran partai dari DPD, DPC hingga PAC, Ranting dan Anak Ranting untuk terus bekerja untuk Marianus –Emi,” tegas Lebu Raya, di Hotel Swiss Belin, Kupang, belum lama ini.

Sebagai pucuk pimpinan partai, Lebu Raya sebagai “pemain politik ulung,’ tentunya sudah memiliki strategi jitu untuk memenangkan paket pilihan PDIP-PKB ini. Bisa diduga, Lebu Raya bersama gerbong besarnya akan ‘tanam kaki’ berjibaku memanangkan MS-Emi di Flores, Timor dan Sumba. Apalagi, Lusia Lebu Raya kini sudah terjun di garda depan bersama Emi Nomleni. Ia pasti tak mau kehilangan muka di mata Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Meski ini pilihan yang sulit, namun resiko dari proses politik friksi dan fraksi di internal PDIP tetap ia pikul sebagai sang kapten.

Sebelumnya, disinginggung media terkait putusan DPP PDIP yang mencabut dukungan terhadap Marianus Sae, Lebu Raya mengaku benar adanya. Namun,  kata orang nomor satu NTT ini, tidak bisa membatalkan keputusan KPUD. Oleh karena itu, ia telah memerintahkan seluruh kader terus bekerja untuk Marianus-Emi Nomleni (MS-EMI). ”Tentu dengan konsekuensi Marianus tetap jalani proses hukum dan Ibu Emi terus jalan. Ibu Emi harus berkeliling  NTT untuk berkampanye berhadapan dengan tiga pasangan lainnya. Saya sudah bilang,  masa perempuan membiarkan seorang perempuan berjalan sendiri,” tutup Lebu Raya.

Sementara itu, politisi senior PDIP di Senayan, Herman Hery pun bersikap tegas. Ia juga menegaskan seluruh kader PDIP wajib hukumnya bekerja memenangkan MS-EMI. Pasalnya, menurut Herman, selama belum ada keputusan final, maka MS-EMI tetap menjadi calon gubernur dan wakil gubernur NTT. “Kita harus terus bekerja dan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Seluruh kader wajib hukumnya memenangkan MS-EMI. Ibu Mega sudah instruksikan seluruh kader partai terus lakukan konsolidasi,” kata Herman, di DPD PDIP, beberapa waktu lalu di hadapan kader, simpatisan dan para relawan. (tim-sft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *