Esthon-Rotok Melaju, PDIP, Golkar dan Nasdem  Masih “Tarik Tambang”

by -23 Views

SUARAFLORES.NET,–Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay dan Drs. Christian Rotok saat ini telah gencar melakukan sosialisasi menghadapi Pilgub NTT 2018. Pasangan Esthon-Chris menjadi pasangan yang paling mulus dan tanpa beban pasca dideklarasikan bebewapa waktu lalu. Keduanya adalah paket yang sudah memastikan diri pertama ke pentas suksesi gubernur dan wakil gubernur kali ini.

Pasangan Esthon-Chris menjadi paket yang paling aman karena nyaris tanpa ribur-ribur (konflik) dalam proses penetapan paket ini.  Di tengah belum pastinya paket-paket calon dari PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKPI, Demokrat, Hanura, PKB dan PKS, Esthon-Chris terus mendayung perahu politiknya dalam alunan politik berirama lembut tapi pasti.  Dari rekaman Suaraflores.Net, Esthon-Chris saat ini tengah giat berselancar ke selurush penjuru NTT untuk mengajak rakyat memberikan dukungan kepada mereka memenangkan Pilgub 2018.

Pasangan ini tak bisa dianggap remeh atau dilihat sebelah mata. Pasalnya, jauh-jauh hari keduanya sudah siap tempur. Selain memiliki  modal Partai Gerindra 8 kursi di DPRD NTT, mereka pun didukung Partai Amanat Nasional (PAN) 5 kursi di DPRD NTT dan Partai Perindo bentukan Hari Tanoe. Bukan itu saja, selain modal politik, Esthon-Chris juga memiliki kemampun perorangan yang tidak bisa dianggap remeh.  Mengapa? Esthon adalah mantan birokrat handal senior di jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan pernah menjadi orang nomor dua di NTT yang berpasangan dengan Frans Lebu Raya dalam Paket Frenly dalam pilgub 2008 lalu. Esthon pun adalah seorang hebat karena sebagai mantan birokrat dia menyabet jabatan tertinggi di Partai Gerindra dengan menjadi Ketua DPD Gerindra NTT sampai saat ini. Prestasi politik Esthon sempat menurun, ketika mundur dari pencalonan Frenly jilid II. Dia maju sendiri menjadi calon gubernur dan akhirnya kalah.  Kali ini    Esthon kembali angkat bendera perang, dia masih merasa yakin akan merebut kursi gubernur NTT 2018.

Sementara itu, kekuatan Esthon makin perkasa karena didukung dengan modal besar dari Chris Rotok. Sebagai bupati Manggarai dua periode, Chris bukanlah pemain  cadangan. Dia adalah pemain inti yang sering mencetak gol dan sangat diperhitungkan para seterunya.  Terbukti, dua kali tangan dinginnya merubah Manggarai dari ketertinggalan menuju kemajuan saat ini.  Dia juga telah berhasil memberi contoh membangun pemimpin pemerintahan yang harmonis dalam birokrat di Manggarai bersama Deno Kamelus.  Dukungan besar rakyat Manggarai kepadanya juga berkat ketokohan sang istri Yeni Veronika (anggota DPRD NTT ) saat ini.  Dengan demikian, dengan modal ini Chris bakal meraup dukungan besar dari rakyat Manggarai karena dia sudah beri bukti bukan janji. Meski kalah dalam pilgub kali lalu (Paket Chris-Paul) dari jalur independen, Rotok masih punya pundi-pundi dan senjata pamungkas  dia sudah angkat bendera perang siap melawan pasangan-pasangan yang nanti akan ditetapakan PDIP, Golkar, Nasde, Demokrat dan koalisinya.  Rotok bersama cagubnya Esthon Foenya sudah siap berjibaku dalam medan perang menuju Gedung Sasando NTT.

Untuk diketahui, selain Esthon-Chris yang saat ini sudah di posisi aman, para bakal calon gubernur dari parpol lain yang saat ini lagi berjuang keras lolos adalah Kristo Blasin, Ray Fernandez dan Daniel Tagu Dedo. Ketiganya kini masih berproses di pintu DPP PDIP untuk merebut SK partai.  Tarik menarik yang masih kuat terlihat di tubuh  partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu membuat mereka belum memutuskan siapa yang akan diusung. Calon lainnya,Melky Lakalena kini tengah berjuang  mencari partai koalisi dan calon wakil, dan Jacky Ully  yang sudah memutuskan maju bersama dengan Lakalena kini terdepak dari Partai Nasdem digantikan Viktor Laiskodat.  Jacky-Lakalena (Golkar-Nasdem) pecah kongsi politik lalu  mereka bercerai dan harus bertarung sendiri-sendiri. Padahal, keduanya sudah bersosialisasi ke seluruh NTT.

Bakal calon gubernur lainnya adalah Beny Kabur Harman dari Partai Demokrat. Benny K. Harman yang dikakabarkan berpasangan dengan Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni dalam koalisi Demokrat  dan Partai Hanura. Namun, hingga kini pasangan ini belun mengantongi SK DPP kedua partai pengusung dan belum dideklarasikan. Diduga kuat masih ada tarik menarik yang kuat di internal Partai Hanura, karena informasi yang diperoleh media ini bahwa Hanura belum final mengusung Harman-Litelnoni.  (bkr/sft)