Flores Tidak Dibangun Hari Ini Melalui Tour de Flores

by -7 Views

MAUMERE, SUARAFLORES.CO-Kehadiran Tour de Flores (TDF) pada umumnya disambut baik oleh sebagian pejabat-pejabat daerah. TDF dinilai sebagai ajang promosi wisata tingkat internasional. Di sisi lain, para pegiat wisata menilai bahwa Flores tidak dibangun melalui Tour de Flores karena sesungguhnya sudah dibangun dari masa ke masa.

Nomenklatur promosi menjadi alasan bagi para pejabat daerah untuk menerima para tamu TDF. Sejumlah anggaran pun disepakati untuk penerimaan para tamu, sekaligus promosi ini. Para tamu harus disuguhkan sejumlah potensi budaya dan wisata. Karena itu anggaran pun dipakai untuk pengadaan fasilitas internet seperti wifi. Jika tidak maka dana yang dikucurkan tak merembes untuk promosi dimaksud.

Tujuan baik para pejabat daerah ini didukung penuh oleh para pegiat pariwisata di daerah. Kabupaten Sikka yang menjadi salah satu daerah akan disinggahi para tamu ini mendapat kritik keras dari para pegiat pariwisata Flores.

Hery Adjo, menegaskan pembangunan Flores tidak dilakukan melalui kegiatan tour Flores ini. Tour merupakan kegiatan kementerian yang sudah dialokasikan anggaran untuk daerah-daerah. Flores tak dapat dibangun menjadi mewah melalui Tour de Flores ini.

“Flores sesungguhnya telah dibangun oleh para pendahulu dari masa ke masa. Flores dibangun dengan jeri payah yang berdara-dara oleh mereka yang berdedikasi sehingga brandingnya tinggal dilanjutkan jangan sampai diabaikan. Penanganan masalah itu harus lebih sensitif kita lakukan. Bahwa semua daerah di dunia memiliki masalah tapi cara mengatasi masalah itu menjadi kehebatan kita. Kita ternyata lebih sensitif dengan orang asing dibandingkan dengan persoalan-persoalan dibangsa sendiri” tegas Hery Adjo salah satu pegiat pariwisata Flores saat menghadiri undangan Rapat Koordinasi tentang Tour de Flores dengan Bupati Sikka, Senin (9/5/2016) lalu di Maumere.

Contohnya, kalau ada pembalab yang tergelincir di salah satu titik maka sudah pasti ambulance yang berada di belakang akan mengantar ke rumah sakit. Memang ada ambulance tapi mungkin perlu di back up dengan helikopter dari udara. Bahwa cara kita menangani masalah yang berhubungan dengan kecelakaan, cepat, efisien dan dapat menumbuhkan martabat bangsa ini. Kita tidak boleh menunjukan kekurangan-kekurangan kita kepada para orang asing ini.

“Kritikan-kritikan kami jangan dianggap sebagai lawan. Inilah cara kami untuk mendukung pembangunan ini kearah yang lebih baik,” katanya.

Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera mengatakan kita pahami bahwa awal mula kegiatan ini didasarkan kepada destinasi pariwisata Flores. Potensi ini ditonjolkan oleh orang NTT yang tergabung dalam wadah Alumni Seminari Mataloko (Al Semat). Upaya-upaya mereka dengan jaringan kedekatan komunikasi sehingga hadirlah Tour de Flores.

“Dulu tidak ada tour baik di Jawa maupun di Flores. Ini karena tim Tour sudah sampai di Bayuwangi lalu dikomunikasikan untuk ke Flores” katanya. (M-16/SF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *