Gagal Raih Tiket Cagub, Lusia Lebu Raya Maju Calon DPD RI

by -17 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Gagal menjadi calon gubernur NTT dari PDIP, tidak membuat Lusia Adinda Lebu Raya (istri gubernur Frans Lebu Raya) pata arang. Setelah gagal mencalonkan diri  lima tahun lalu menjadi calon DPD RI, Lusia kini telah mendaftarkan diri di KPUD NTT untuk meraih tiket ke DPD RI.

Seperti dilansir situs resmi ntt.kpu. go.id, Lusia mendaftar dan menyerakahkan syarat dukungan kep KPUD NTT,. Senin (23/4/2018) Lalu. Istri Frans Lebu Raya ini,  menyerahkan syarat dukungan melalui tangan Gusti Brewon yang bertindak sebagai penghubung. Ia menyerahkan sebanyak 3.037 dan tersebar di 15 kabupaten/kota.

Bagi tokoh sekaliber Lusia, jika lolos meraih tiket di KPUD NTT, maka tidak terlalu sulit untuk lolos ke Senayan menduduki kursi DPD-RI mewakili seluruh rakyat NTT. Tokoh perempuan paling berpengaruh di PDIP dan birokrat NTT ini, telah mencengkramkan kukunya hampir 15 tahun di jajaran pemerintah provinsi NTT mendampingi suaminya, Frans Lebu Raya.

Baca juga: Megawati “Buang” Kader PDIP NTT akan Tuai Malapetaka di Pilgub NTT

Sebagai tokoh politik perempuan  PDIP, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, dan pegiat Pramuka serta Bunda PAUD NTT, Lusia ibarat perempuan berbintang cerah karena memiliki jaringan besar yang sulit ditaklukan. Bukan hanya itu, Lusia juga terkenal sebagai tokoh perempuan yang paling dekat dengan rakyat kecil, ringan tangan dan rendah hati. Bagi rakyat di desa-desa, nama Lusia sudah tertanam lama, dan terlalu sulit untuk dilupakan.

Dalam pantauan Suaraflores.net, Lusia adalah tokoh perempuan paling populer menghiasi media masa di NTT. Menjelang pilgub NTT, nama Lusia hampir setiap hari menghiasi laman media online, media sosial dan media cetak. Pro dan kontra terkait sikap politiknya menjadi calon gubernur, telah menjadi makanan empuk media yang terus menjadi buah bibir masyarakat NTT. Dengan demikian, soal popularitas dan peluang keterpilihan, belum ada tokoh perempuan lain yang menyaingi Lusia.

Untuk diketahui, lima tahun lalu, ketika suaminya Frans Lebu Raya kembali mencalonkan diri maju di periode kedua, nama Lusia sempat menghiasi halaman media cetak lantaran sikap politik kontroversialnya mendaftar di KPUD NTT sebagai calon DPD. Langkah politik Lusia mendapat penolakan dari elit PDIP dan warga, dan kemudian ia membatalkan niatan menjadi anggota DPD.

Sebelumnya, diberitakan media ini beberapa waktu lalu, Lusia Lebu Raya masuk sebagai salah satu kandidat kuat calon gubernur NTT bersama Kristo Blasin yang diajukan Ketua DPD PDIP, Frans Lebu Raya. Namun, keduanya akhirnya gagal total, setelah DPP PDIP memutuskan Marianus Sae-Emi Nomleni yang sama sekali tidak mengikuti proses seleksi di PDIP. Sayang, keputusan kontroversial itu akhirnya membawa malapetaka besar karena Marianus Sae masuk penjara KPK, terkait kasus suap proyek di Bajawa.

Meskipun PDIP tanpa calon gubernur yang berkampanye, Emi Nomleni berjiwa besar berjuang didampingi Lusia Lebu Raya. Momentum ini, menjadi peluang emas bagi Lusia menaikan elektabilitasnya sebagai tokoh perempuan yang berpengaruh besar di kandang partai banteng moncong putih. Seperti kata pepatah, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. (bungkornell/sft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *