Gandhi Sriwidodo: Pertamina Distribusi BBM dan LPG Senilai 36 Trilyun

by -11 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET –Direktur Logistik, Suplay Chan dan Infranstruktur  PT. Pertamina (Persero), Gandhi Sriwidodo hadir dalam kegiatan Ground Breaking Pengembangan Terminal BBM Maumere, Senin (30/7/2018). Gandhi mengatakan bahwa Pertamina terus memperkuat infrantruktur hilir dalam rangka mendistribusikan BBM dan LPG dengan melakukan investasi multi years senilai Rp36 triliyun.

“Anggaran yang besar dialokasikan Pertamina sesungguhnya memperkuat infranstruktur agar mendorong percepatan pendistribusian BBM dan LPG. Tentu masyarakat tidak lagi diterlantarkan dalam kaitan dengan pemenuhan kebutuhan BBM. Langkah ini merupakan tujuan dari pemerintah dalam pembangunan di masa pemerintahan Joko Widodo,” ujarnya melalui sambutannya sebelum melakukan peletakan batu pertama (groung breaking) pembangunan Terminal BBM Maumere dalam rangka peningkatan ketahanan energi nasional, Senin (30/7/2018) pagi tadi.

Dijelaskan bahwa proyek-proyek yang sedang dilaksanakan, ada yang sudah mencapai tahap konstruksi dan ada yang sedang dalam tahapan persiapan. Dia menyebutkan sejumlah proyek yang sedang dikerjakan mulai dari Sumatera sampai Papua. Kehadiran proyek-proyek tersebut memperkuat ketahanan energi secara nasional. Sesungguhnya kehadiran proyek-proyek tersebut mendukung program-program Jokowi yang telah dicanangkan, seperti BBM satu harga, program konversi minyak tanah ke LPG di wilayah Indonesia Timur serta mendukung konektivitas nasional antar pulau sejalan dengan pengembangan bandara baru.

Dari nilai 36 triliyun tersebut, sebagian besar bersifat multi years dan 29 proyek diantaranya termasuk proyek strategis senilai 20 tirliyun. Berdasarkan RKAP tahun 2018 yang disahkan kementerian BUMN ssebagai pemegang saham, telah disediakan anggaran sebesar RP6 triliyun atau sebesar USD 462 juta. Proyek strategis ini terdiri dari 4 kategori yaitu pembangunan Terminal BBM dan pipanisasi, pembanunan Terminal LPG, perbaikan dan pembangunan sarana tambat serta pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Baca juga: Menggeliatnya Pariwisata NTT,  Labuan Bajo Pintu Gerbang

Adapun rincian lebih lanjut dari proyek strategis yang terebut, pembangunan Terminal BBM dan pipanisasi sebanyak 10 proyek senilai RP4,9 triliyun guna mendukung pola suplai yang lebih efisien serta program BBM satu harga. Sedangkan untuk pembangunan Terminal LPG sebanyak 12 proyek senilai Rp10 triliyun untuk mendukung program konversi minyak tanah ke LPG di seluruh Indonesia.

Pertamina membangun 4 proyek Terminal LPG Pressurized di Bima, Kupang, Wayame dan Jayapur. Pengembangan proyek ini bertujuan untuk mengefisienkan pola suplai dengan menghilangkan floating storage dan offoading (FSO) yang selama ini digunakan sebagai media penampung sementara.

Baca juga: Pulau Flores “Surga yang Jatuh ke Bumi”

Untuk meningkatkan kehandalan operasi serta konektivitas antar pulau sejalan dengan pengembangan bandara baru, Pertamina tengah mengesekusi 4 proyek strategis perbaikan dan pengembangan saran tambat kepelabuhan senilai Rp1,6 triliyun dan 3 proyek strategis pembangunan DPPU seniali RP3,4 triliyun.

Guna mendukung inventasi tersebut, pendanaan proyek tidak seluruhnya di tanggung oleh Pertamina Persero, namun juga melibatkn sejumlah Anak Perusahaan.

“Melalui sinergi ini diharapkan biaya pembangunan tidak membebani arus kas perseroan dan dapat diselesaikan secara cepat. Pertamina bertekad tetap mempertahankan posisi kompetitifnya di masa mendatang sekaligus mendukung program-program pemerintah,” tandasnya Gandhi Sriwidodo.

Hadir dalam kesempatan itu, segenap pejabat Pertamina, Pj. Bupati Sikka, Florianus Mekeng, Bupati Sikka Terpilih, Fransiskus Roberto Diogo Idong dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga serta undangan yang berkesempatan hadir. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *