Gedung Yayasan Surya Agung Waiwerang Terbakar, Kerugian Capai Rp800 juta, Hanguskan Dokumen Pemilu 2019

by -14 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Terbakarnya gedung unit kerja milik Yayasan Surya Agung Waiwerang di dalam kompleks Sekolah Menengah Atas (SMA) Surya Mandala, pada Rabu, 12 Juni 2019, sekitar pukul 02.30 Wita beberapa waktu lalu, menghanguskan sebagian bangunan unit kerja. Diantaranya, Apotik Kasih Bunda milik Stefanus Lamabelawa, Kios Surya Agung milik Betty Corebima, MM Cafe milik Hendrikus Demon serta Kantor Panwascam Adonara Timur. Kerugian material ditaksasi mencapai Rp800 juta.

Demikian informasi resmi yang diberikan jajaran Kepolisian Resort Sektor Adonara Timur langsung dari Kapolsek  Iptu.Ferdy E.Ballanepa saat dihubungi Suara Flores.Net, Kamis, (13/06/2019) lalu. Ballanepa menjelaskan, korban Stefanus Lamabelawa, warga Witihama selaku pemilik Apotik Kasih Bunda, kerugiannya mencapai Rp300 juta. Dengan rinciannya terdiri dari: Obat-obatan, 1 unit Laptop, 1 unit Kulkas, 5 buah Etalase obat, Timbangan, 1 Unit AC, 1 buah Meja kerja, 1 buah Tempat tidur pasien dan Perlengkapan pemeriksaan.

Sementara, itu lanjut dia, korban Betty Corebima, pemilik Kios Surya Agung, juga merugi Rp.300 juta, dengan rinciannya, 2 unit Mesin Fotocopy, 1 Unit Kulkas, 3 buah Etalase, 3 Unit Komputer dan Bahan Alat Tulis Kantor. Kemudian,  korban Hendrikus Demon, pemilik MM Cafe rugi Rp.90.000.000, dengan rincian, 40 buah kursi, 12 buah meja, 1 unit konter dapur dan Bangunan Cafe. Lalu, Kantor Panwascam Adonara Timur merugi sekitar Rp. 10.000.000, dengan rinciannya, 3 unit Meja biro, 35 buah Kursi, 1 Lemari arsip, 1 buah Kipas angin, dokumen hasil pleno tingkat desa/ kelurahan dan kecamatan Pemilihan Gubernur NTT 2018, Pilpres dan Pileg 2019, Alat Peraga Kampanye, Arsip data petugas pengawas desa/kelurahan, dan Tempat Pemungutan Suara Kecamatan Adotim, serta Arsip dokumen asli Surat Keputusan (SK) Panwascam, Sekretariat Panwascam, PPD dan PTPS Tingkat Kecamatan Adonara Timur.

Sedangkan terkait kronologis kejadian, dijelaskan, sekitar pukul 02.30 Wita, para saksi melihat api sedang menyala dan membakar gedung tersebut. “Mereka (Saksi) di antaranya, Philipus Halle, Rofina Sura, Mikael Geli, Ashraf Bunga dan Kornelis Gede, lalu memanggil warga sekitar untuk bantu padamkan api dengan air seadanya. Tetapi, api terus menyala karena sebagian gedung, bahannya dari kayu dan bambu. Serta banyak tumpukan kertas dan bahan lain di dalam gedung sehingga membuat seluruh isinya ludes. Untungnya, upaya keras warga sekitar yang terus berdatangan, termasuk dua unit mobil tangki air, akhirnya bisa selamatkan gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Waiwerang dan Ruang Praktek SMK Surya Mandala yang persis di samping gedung yang hangus itu,”urai Ballanepa.

Ditanya soal penyebab atau sumber api? Polisi mengatakan masih dalam tahap penyelidikan. Pasalnya, para saksi tidak melihat langsung awal kejadiannya serta tidak ada petugas jaga di gedung tersebut. Terkait kerugian, masih bisa bertambah karena korban masih terus mendata. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam kejadian naas ini.

Disinggung apakah sudah ada laporan polisi dari para korban dan pemilik Yayasan Surya Agung untuk menyelidiki kasus ini, Kanit Reskrim, Yos Ali Baba sampaikan jika belum ada laporan yang masuk, sehingga pihaknya juga belum menindaklanjuti dengan membuat permintaan uji laboratorium forensik guna memastikan penyebab kebakaran tersebut, termasuk, belum memasang garis polisi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Beberapa warga sekitar, seperti Florianus, Hanselmus, Yudith Lamapaha, Kor Sabon yang rumahnya berbatas tembok dengan gedung naas itu berharap, Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Adonara Timur mendatangkan satu unit mobil pemadam kebakaran di Kota Waiwerang untuk kebutuhan membantu korban kebakaran. Apalagi, pembangunan di Kota Waiwerang terus bertambah, termasuk gedung-gedung besar seperti Pasar Rakyat Waiwerang, dan Pertokoan yang kian merambah memenuhi pusat Kota.

“Nah, untungnya warga cepat bantu dengan air seadanya dan bisa padam. Tapi, kalau terlambat maka rumah-rumah warga sekitar, atau gedung Surya Mandala, BRI Unit Waiwerang, BNI Unit Waiwerang juga bisa habis. Sehingga sudah waktunya Satu unit Mobil Pemadam Kebakaran disiagakan di Kota Waiwerang,”pinta Florianus berulang kali, diamini Hans, Yudith dan Kor saat bertemu Suara Flores.Net, Kamis, 13/06/2019, siang. (RBT/SFN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *