H-2 Pemilu, Bupati Anton Hadjon Deklarasi STBM, Warga Protes

by -16 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Efek politik dari dideklarasikannya sejumlah desa menjadi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Flores Timur akhir-akhir ini, termasuk Desa Puhu Kecamatan Adonara Timur, Selasa, 9 April 2019 dan Desa Tuawolo Kecamatan Adonara Timur, Senin, 15 April 2019 jelang H-2 Pemilu oleh Bupati Flotim, Anton Gege Hadjon, dipertanyakan dan diprotes warga.

Apakah punya efek politik yang kuat mempengaruhi simpati dan animo pemilih, khususnya terhadap respons cepat pemilih untuk memilih Calon legislatif yang berbasis partai yang satu warna dengan Bupati Flotim atau tidak ? Demikian komentar bernada tanya Ama Kor L.Taun dan Abdul Rohim, warga Adonara Timur yang ditemui Suara Flores.Net, Senin, (15/04/2019), siang.

Dikatakannya, meskipun acara deklarasi yang dikemas begitu meriah oleh Pemerintah Desa bersama jajaran Puskesmas Waiwerang dibawah koordinasi Camat Adonara Timur, yang menghadirkan Bupati Anton Hadjon dengan taburan latar dekorasi yang banyak dipenuhi kain berwarna merah, seakan memberi pesan politik tertentu. Namun, itu tak langsung menarik sikap politik rakyat yang kuat untuk memberikan sokongan politik bagi politisi, terutama Caleg lokal besutan Partai pimpinan Bupati Anton Hadjon.

Bahkan, lanjut dia, desain deklarasi STBM itu lebih dicurigai sebagai sebuah komoditi politik belaka. “Iyah, meski deklarasi Desa STBM itu suatu agenda pemerintah yang baik bagi desa, namun karena momentumnya sangat dekat dengan Pileg 2019, lalu ada Caleg yang ikut hadir, maka kesan yang ditangkap adalah deklarasi STBM itu lebih karena kepentingan politik tertentu,”timpal Abdul Rohim.

Bahkan, sebut Kor, akan jauh lebih baik jikalau Deklarasi STBM itu dilakukan pasca Pemilu 2019. Karena hal itu tidak dicurigai punya motif politik dibaliknya. “Nah, H-2 kok dilakukan deklarasi STBM oleh Bupati Anton Hadjon. Ada apa ini? Jangan-jangan karena mau dukung Caleg dari partainya,”pungkasnya saat dimintai tanggapannya.

Ia berpendapat, dengan digelar deklarasi STBM, tentunya diharapkan Desa Puhu dan Tuawolo punya inovasi ke depan untuk betul-betul menjadi Desa STBM. Tidak sekedar ikut ramai dan penuh dengan warna politik merah. Tetapi benar-benar bagi kesehatan lingkungan masyarakat sekitarnya.

“Iyah, tak elok lah jika ada Caleg yang mulai manfaat kesempatan tebar pesonanya melalui acara deklarasi ini,”timpalnya, keras. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *