HoCo Bangun Kemandirian Pariwisata Flores

by -13 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET–Program Hospitality Coaching (HoCo) menjadi media bagi para pelaku wisata untuk memperbaiki kualitas pelayanan terhadap wisatawan.Sejak tahun 2015, program HoCo digerakan oleh Destinatioan Manajemen Organtition (DMO) Flores yang bekerjasama dengan Swisscontact Wisata dan Australia Alumni Indonesia.

Program HoCo lebih memprioritaskan hotel-hotel, homestay dan wisma. Bahwa hotel-hotel besar memiliki manajemen pengelolaan yang teratur dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung. Karena itu, sejumlah hotel-hotel kecil dan wisma penginapan di Flores telah diberi perhatian serius melalui pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan DMO.

Disebutkan bahwa setelah mendapat suntikan pengetahuan tentang pelayanan, sejumlah penginapan, hotel dan homestay telah merubah polah pelayanan. Lingkungan hotel menjadi lebih bersih dan rapih. Para pelayan atau karyawan hotel terlihat lebih ramah dalam melayani tamu dan menyiapkan makanan atau pun minuman.

Baca juga: DMO Flores Gelar Sosialisasi Program HoCo

Kepala Bidang Kelembagaan dan Kemitraan Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Mikael Mane menceritakan pengalaman kunjungan di salah satu hotel kecil di Kabupaten Ende, Flores. Hotel yang sering dikungjungi ini mengalami perubahan yang pesat setelah mendapat pelatihan dan pembinaan melalui Program HoCo.

Menurutnya, setiap hotel-hotel kecil, homestay dan wisma sebaiknya menerima tawaran DMO melalui program HoCo. Sangat penting agar wisatawan betah ketika mengunjungi Flores. Obyek wisata yang indah dan unik belum menjadi jaminan bagi  wisatawan untuk lama menginap apabila penginapan atau sejenisnya tidak nyaman bagi mereka.

Baca juga: Koka dan Kajuwulu, 2 Pantai di Sikka yang “ditakuti” Pengunjun

“Penting sekali. Saya mengalami langsung ketika ke Ende. Saat itu menginap pada salah satu hotel kecil. Dulunya kopi dan gula kita harus minta sekarang tidak lagi. Dulunya lingkungan kurang bersih, sekarang terlihat rapih dan indah” ungkapnya saat menutup kegiatan Sosialisasi Progran HoCo di Pelita Hotel Maumere, Kamis (18/01/2018).

Direktur Pelaksana Program DMO Flores, Andreas Dhena Meda menjelaskan bahwa  Program HoCo dilaksanakan sejak tahun 2015. Pertama dilakukan Labuan Bajo, Ende tahun 2016, pada tahun 2017 di Kabupaten Ngada dan 2018 dilakukan di Kabupaten Sikka.

Baca juga: Tahun Perselingkuhan

Di Labuan Bajo terdapat 4 hotel kecil yang sudah mendapat pelatihan dan pendampingan HoCo. Di Kabupaten Ende terdapat 3 hotel kecil dan di Kabupaten Ngada terdapat 4 homestay yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan HoCo.

Untuk Ngada, melalui pelatihan dan pembinaan HoCo terlihat ada perubahaan yang sangat signifikan dalam hal hubungan kerjasama dan komuniksi antara pemilik hotel dan karyawan. Adanya perubahan pelaku bisnis dalam hal pelayanan terhadap wisatawan dan adanya kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya praktek lingkungan yang baik.

Diharapkan melalui program ini pelaku usaha akomodasi dapat meningkatkan kualitas layanannya. Dengan demikian akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi itu. Hal ini juga akan sangat berdampak pada peningkatan pendapat masyarakat dan perubahan kesejahteraan sosial.

“Mereka sangat puas dengan program ini karena ada banyak hal yang mereka pelajari berkaitan dengan Hospitality. Program ini dikhususkan untuk penyedia jasa akomodasi kecil seperti homestay, hotel kecil dan wisma” ujar Andreas di Pelita Hotel Maumere, Kamis (18/01/2018).

Baca juga: Raih Juara I, Pelangi Nabila Wakili NTT ke Ajang Fashion Nasional

Program Officer Standart and Quality Improvement Swisscontact Bali , Duala Oktoriani kepada suaraflores.com mengatakan bahwa HoCo menjadi solusi bagi para pelaku bisnis hotel kecil, homestay dan wisma.

Menurut Oktariani, kehadiran Program HoCo berangkat dari perhatian besar terhadap potensi wisata Flores. Banyaknya kunjungan wisatawan bukan karena objek saja tapi juga adanya dukungan akomodasi. Pada umumnya, hotel-hotel kecil di Flores, pelayanan belum maksimal. Ini sangat berpengaruh dalam pengembangan pariwisata Flores.

“Kualitas pelayanan kepada wisatawan harus diperbaiki. Kami melalui HoCo sedang gerakan program ini demi kemajuan pembangunan pariwisata di Flores. Mari kita bersama-sama, bekerjasama membangun Flores melalui potensi wisata yang ada. Bahwa kemajuan pariwisata sebuah daerah tidak dilihat dari hotel bertingkat atau berbintang melainkan pelayanan, kebersihan lingkungan dan keramah tamahan menjadi utama menuju kemandirian Flores” tandas perempuan pemilik kulit putih ini. (sfn02).