HUT ke-60, NTT segera Keluar dari Stigma Buruk

by -17 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-60 dengan pesta meriah. Berbagai acara digelar untuk memeriahkan kebahagiaan sebuah pesta. Di tengah pesta itu, sebagian warga berharap, NTT segera keluar dari stigma buruk (negatif) yang melekat selama ini.

“Harapan saya di usia 60 NTT ini, agar NTT segera keluar dari semua stigma negatif yang selama ini melekat. Stigma buruk itu, yaitu provinsi termiskin, stunting tertinggi, human traffiking tertinggi, angka buta huruf tertinggi, daerah tertinggal, dan terkorup,”harap Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, SH, kepada Suaraflores.net, Kamis ( 20/12/2018).

Mengenai peringkat korupsi yang masih tinggi, dia meminta semua instansi Pemda mengoptimalkan upaya pencegahan di lingkungan kerja masing-masing sehingga meminimalisir potensi penyimpangan. Penegakan hukum saja tidak cukup untuk mengatasi masalah korupsi.

Baca juga: Januari 2019 Pemerintah Rekrut P3K dan Terima PNS

Dia berharap dengan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat-Joseph Nae Soi, NTT dapat keluar dari semua stigma buruk seperti yang dikampanyekan Viktory-Joss di musim kampanye lalu. Menurut dia, gerakan Viktor sudah baik, tinggal didukung oleh aparatur birokrat yang berkualitas.

“Spirit gubernur untuk membawa NTT keluar dari kemiskinan sudah oke. Tinggal bagaimana kecepatan perangkat daerah mengikuti iramanya dan menerjemahkan  keinginan gubernur. Perampingan perangkat daerah dan pemangkasan anggaran perdinas dan kegiatan lain  yang diarahkan ke infrastruktur jalan adalah hal yang bagus,” katanya.

Mengenai isu banyak birokrat yang ketakutan dengan gaya kepemimpinan Viktor Laiskodat, menurutnya para birokrat tak perlu merasa takut sepanjang bekerja dengan benar dan sesuai aturan.

“Hemat saya, birokrat jangan takut sepanjang bekerja dengan benar. Berikan telaahan staf yang tepat kepada pimpinan tentang apapun kebijakan yang dia ambil. Karena jika gubernur salah, mestinya staf juga ikut salah karena tidak memberikan telaahan yang tepat,” katanya.

Baca juga: 60 Tahun Saatnya NTT Harus Bangkit, Viktor-Jos Harus Bisa

Sebelumnya, informasi yang berkembang akhir-akhir ini, para birokrat di jajaran Setda NTT sedang dalam ketakutan dengan gaya kepemimpinan Viktor yang dinilai sangat keras.

Warga lainnya, Agus Bajo, berharap untuk menuju NTT maju diperlukan  pemimpin yang jujur dan iklas dalam bekerja. Dia meminta penempatan birokrat tidak memakai politik “mata kait.”

“Kita butuh pemimpin yang jujur dan iklas untuk membawa NTT maju. Kejujuran bukan hanya dimiliki pemimpin tetapi terutama pejabat birokrasi. Jangan pake ‘mata kait.’ Mata kait itu alat untuk pancing ikan,kita tahu pemancing itu membiarkan ikan itu telan baru ditarik ,” ujarnya. (bkr/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *