Ini Penjelasan Pemda Nagekeo tidak Jemput Fransiska Enga

by -1 Views
Suara Flores

MBAY. SUARAFLORESNET – Pemulangan Fransiska Enga (49), pasien yang dikabarkan menderita sakit liver dan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati melahirkan banyak tanya dari berbagai pihak. Selain pasien mengeluh sakit di Bandara Soekarno Hatta saat hendak pulang, rencana penjemputan oleh Pemda Nagekeo pun menuai kritikan keras dari banyak kalangan di media sosial.

Bertoldus Lalo sebagai Kepala Perwakilan NTT Jakarta membantah keras atas cerita yang menyudutkan perjuangannya bersama keluarga Nagekeo di Jakarta dalam menyelamatkan Fransiska Enga dari maut.

Bertoldus kepada SuaraFlores.Net menjelaskan bahwa pihaknya mendampingi pasien bersama suami hingga pulang sampai di kampung halama mereka.

Cerita pasien sakit saat hendak pulang semua terpantau. Bahkan saat pasien mengeluh nyeri di Bandara Soekarno Hatta pun dikoordinasi dengan dokter bandara untuk membantu pasien. Dokter menerangan pasien sehat-sehat saja. Bahkan dokter mengeluarkan surat rekomendasi untuk dibawa ke pilot agar pasien bisa terbang menuju Kupang dan Ende.

Terkait dengan rencana penjemputan oleh Pemda Kabupaten Nagekeo, Bertoldus mengaku telah melakukan koordinasi Intens dengan Plt Bupati Nagekeo Kosmas Lanang untuk menjemput Fransiska Enga, Kamis (26/4/2018) di Bandara Ende.

“Saya koordinasi dengan Pemda Nagekeo agar bisa menjemput Fransiska Enga bersama suami Nikolaus Newa di Bandara Ende pulang ke rumah. Plt Bupati pun respon cepat dan meminta Ranus, sopir rumah tangga bupati bergerak ke Ende,” ujar Berto saat dihubungi SuaraFlores.Net via  WhatsApp, Jumat (27/04).

Dikatakannya, Ranus pun berangkat ke Ende menggunakan mobil asisten I. Rencana penjemputan tersebut dibatalkan oleh pihak keluarga Fransiska Enga yaitu Yohanes Neja.

Baca juga: Cerita Pemulangan Fransiska Enga, Pasien Asal Nagekeo yang Dirawat di Jakarta

Menurut Yohanes, lanjut Bertoldus, Pemda Nagekeo tak perlu menjemput pasangan suami istri tersebut dengan alasan ada keluarga yang jemput di Ende. Mereka hendak beristrahat di kediaman anaknya di Ende.

“Saya tanya, Yahanes bilang Nikolaus tidak enak omong langsung ke saya sehingga ia mewakili untuk menyampaikan pembatalan itu,” ujarnya.

Selain mendapat telpon dari Yohanes, ia pun dihubungi dari Aldo Witu yang menurut Nikolaus adalah anak mantunya.

“Tidak benar jika ada pihak yang mempersalahkan pemerintah, semuanya kita koordinasi baik koq,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Plt Bupati Nagekeo Kosmas Lanang belum dapat dikonfirmasi. Kosmas Lanang sedang mengikuti kegiatan di Kupang.

Kepala rumah tangga bupati dan wakil bupati Nagekeo Riswan Dapa mengaku bahwa dirinya di perintahkan oleh penjabat bupati untuk menyiapkan mobil dan sopir untuk menjemput warga Nagekeo di Ende yang baru pulang dari Jakarta.

“Karena ada pembatalan dari pihak keluarga, maka saya menghubungi sopir untuk kembali,”  katanya. (frumen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *