Italia Gagal ke Piala Dunia 2018, Inilah Ratapan Antonio Conte

by -21 Views

Pelatih Chelsea, Antonio Conte mengaku sedih dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Conte menyebut ini adalah momen yang buruk bagi sepak bola Italia.

Seperti yang sudah diketahui, Italia gagal memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018. Mereka harus tumbang dengan agregat 1-0 kontra Swedia di babak playoff baru-baru ini.

Kegagalan ini merupakan kegagalan besar bagi Italia. Pasalnya ini kali pertama Gli Azzurri gagal bermain di Piala Dunia semenjak tahun 1958 silam.

Conte sendiri mengaku sangat sedih dengan kegagalan Gli Azzurri ini. “Perasaan saya sama dengan masyarakat Italia lainnya,” buka Conte kepada SOccerway.

“Pertama-tama saya merasa sangat sedih. Ini adalah momen buruk bagi perkembangan sepakbola Italia karena untuk pertama kalinya dalam 60 tahun terakhir kita gagal ke Piala Dunia. Kalian semua tahu betul apa arti penting sepakbola bagi Italia.”

“Kegagalan ini bukan kesalahan satu, dua atau tiga orang. Untuk kasus ini, saya merasa ini juga merupakan kegagalan saya, kegagalan kalian [media] dan juga kegagalan Italia.”

“Saat ini adalah momen yang sangat menyedihkan bagi kita semua. Namun kita harus menggunakan kesempatan ini untuk merefleksikan diri dan mencari solusi yang tepat, bukan hanya dengan kata-kata melainkan juga dengan tindakan.” tandas mantan pelatih Timnas Italia tersebut.

Italia Butuh Reformasi

Menyikapi tidak lolosnya Italia ke Piala Dunai 2018, pemain bertahan Juventus, Giorgio Chiellini mengakui bahwa jelas ada kebutuhan untuk melakukan reformasi di sepakbola Italia setelah mereka gagal ke Piala Dunia 2018.

Kegagalan ini menjadi kegagalan pertama Italia menembus Piala Dunia sejak tahun 1958 silam. Kegagalan ini juga membuat pelatih Giampiero Ventura dipecat dari posisinya.

“Ada kekecewaan, itu normal. Masih segar dan kami tak cukup menyadari apa yang terjadi. Mungkin kami hanya bisa merasakannya 100 persen pada bulan Juni nanti, karena rasanya mustahil tak hadir di Piala Dunia,” ujarnya kepada  Corriere della Sera.

“Kami harus memastikan bahwa titik rendah ini adalah titik kelahiran kembali. Atmosfer San Siro adalah dasarnya, saya tak pernah merasakan cinta yang tulus seperti itu. Saya masih merinding mendengar lagu kebangsaan. Itu akan membantu kami melangkah ke 2020, dan memulainya kembali,” tambahnya.

“Sudah jelas bahwa kami harus memulainya kembali, namun merobek segalanya akan menjadi kesalahan. Tapi ini jelas bahwa kami butuh reformasi,” tandasnya. ( Sumber: bola.net)