Kapal Feri Jokowi Disabotase Kadis Perhubungan Sikka?

by -19 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET—Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka diduga kuat mensabotase masuknya layanan Kapal Feri ke Maumere yang diperjuangkan belasan ribu rakyat Pulau Palue. Pasalnya, sang kadis, Wilhelmus Sirilus menarik ulur proses SK Lintasan dan SK Tarif kapal fery tersebut dengan dalil harus ada Perda.

Kepala PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang, Arnoldus Jansen, menerangkan bahwa pihaknya sudah berulangkali meminta kadis perhubungan untuk segera menandatangani SK lintasan dan SK tarif.  Namun, permintaan tersebut tidak diproses secara serius. Padahal, kata dia, jika cepat, akhir Mei atau awal Juni 2016 rute Kupang, Adonara, Kewapante segera dioperasikan.

“Kami sudah maksimal Pak, hanya Pak punya orang di sana tidak proaktif. SK lintasan dan SK tarif katanya harus ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda). Dia (kadis-red) bilang SK Tarif dan SK Lintasan belum bisa ditetapkan harus melalui kesepakatan DPRD dan Pemda Sikka. Waktunya sekitar tiga bulan ke depan,” kata Jansen geram saat dihubungi suaraflores.com, Selasa (10/5/16) malam.

Dikatakan Jansen, Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, belum lama ini di Atapupu, Belu, sudah meresmikan 7 pelabuhan laut dan 3 pelabuhan penyeberangan. Tiga pelabuhan penyeberangan, antara lain Kewapante dan Pamana di Kabupaten Sikka, dan Pelabuhan Penyeberangan Seba di Kabupaten Sabu Raijua.

“Pihak kementerian terus mendesak kami agar segera mengajukan SK lintasan dan SK tarif agar kapal feri segera beroperasi. Namun, sudah berulangkali kami kontak tidak direspon dengan baik. Terkesan seperti main petak umpet saja. Kami tidak punya kepentingan, yang berkepentingan adalah rakyat Kabupaten Sikka,” ungkap pria yang sudah 30-an tahun di jajaran ASDP Indonesia ini.

Disinggung media ini, apakah sang kadis mau minta-minta fee (uang), Jansen membantahnya. “Saya tidak tau kalau itu. Soalnya, kami tidak berususan dengan uang. Tugas kami, ketika pelabuhan kewapante sudah selesai maka kapal harus melayani pulau-pulau terluar yang membutuhkan,” katanya.

Menanggapi kasus sabotase ini, Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera yang dihubungi suaraflores, Selasa malam, mengatakan tidak benar apa yang disampaikan oleh kadis itu. Ansar Rera merasa sangat marah mendengar kabar itu.

“Tidak benar itu, semua sudah selesai dan sudah diresmikan. Kita tinggal tunggu operasi saja,” tegas Ansar menjawab media ini.

Sementarata itu, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga berjanji akan mengecek kebenaran informasi itu.” Saya akan cek dulu,” katanya singkat.

Untuk diketahui, sejak awal permohonan kapal fery ini diajukan oleh belasan ribu rakyat Pulau Palue (baca Mediakonstruksintt.com). Rakyat Palue melalui camat dan para kepala desa mengeluarkan surat rekomendasi kepada DPRD dan Bupati Sikka meminta kapal fery kepada Presiden Jokowi melalui Kementerian Perhubungan RI.

Sayangnya, permintaan mereka tidak terpenuhi, karena  kapal feri hanya akan berlabuh di Kewapante dan Pemana. Padahal, di Pulau Palue sudah dibangun pelabuhan besar oleh Dinas Perhubungan NTT. Sampai sekarang pelabuhan itu hanya disandari kapal-kapal kecil. (sun/bkr/sf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *