Kasus Tanah Eks HGU Belum Ada Peninjuan Lokasi

by -1 Views

MAUMERE, SUARAFLORES.CO- Salah satu rekomendasi dialog pertama antara PT.Krisrama dan pihak Keuskupan Maumere dengan masyarakat adat Suku Soge dan Suku Goban yang difasilitasi Pemda Sikka pada Jumad, (6/5/2016) lalu adalah peninjauan lokasi. Namun, hal tersebut belum dilakukan.

Meskipun demikian, Tana Pu’an Suku Goban, Leonardus Leo menyatakan tidak ada peninjauan lokasi pada Kamis, (12/5/2016 lalu. “Rencananya Kamis itu ada peninjauan lokasi, tetapi tidak jadi. Memang tim dari kabupaten datang, tetapi kami hanya diskusi di halaman rumah Kepala Suku Soge, Iganisus Nasi. Mereka minta isi daftar hadir lalu mereka pulang,” terang Leo kepada media ini Sabtu, (14/5/), saat ditemui di Blevak (tempat pertemuan) LPMA Wairkung, Utangwair, Nangahale.

Peninjauan lokasi dilakukan oleh tim beranggotakan 8 orang yang terdiri dari perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sikka, Pemda Sikka, Keuskupan Maumere/PT.Krisrama, masyarakat adat Suku Soge dan Goban serta lembaga yang mendampingi yakni PBH Nusra.

Penijauan lokasi ini direkomendasika karena peta rekonstruksi tanah eks HGU Nangahale-Patiahu versi masyarakat adat masih dalam bentuk sketsa dan belum dilengkapi dengan informasi luas alokasi lahan untuk masing-masing pihak.

Diharapkan dengan peninjauan lokasi tersebut akan dihasilkan suatu model peta yang lebih baik versi masyarakat adat. “Kami punya peta ini menurut mereka belum bagus, jadi mereka mau bantu kami untuk perbaiki peta dan tentukan luasnya,” ungkap Ketua Lembaga Pemangku Masyarakat Adat, LPMA Wairkung, Darius Dare.

Lebih jauh, Dare yang turut hadir dalam dialog pertama pada Jumad,(6/5) lalu, menyampaikan peta yang akan dihasilkan tersebut nantinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *