Kaum Muda dan Dunia Fotografi, Ini Kata Wilfridus Ero

by -8 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET – Wilfridus Ero, seorang Fotografer yang sudah terkenal di Pulau Flores, bahkan hingga tingkat nasional. Sudah lama, ia menjadi seorang Fotografer yang professional. Banyak hal yang telah diukirnya melalui foto-foto yang unik dan bernilai. Baginya, menjadi fotografer tidak sekedar memotret objek-objek yang ada di sekitar, tetapi harus memberikan pesan dan nilai bagi sesama maupun untuk pembangunan daerah.

Sebagai seorang fotografer yang terkenal dan professional, ia tak ingin hanya sekedar mendapatkan keuntungan dari hasil karyanya. Menurutnya, ada hal yang harus ia lakukan dengan mendorong kaum muda lebih memperdalam ilmu, memahami tentang arti fotografi dan multimedia yang sesungguhnya, dan juga memiliki rasa peduli terhadap lingkungan, budaya dan pariwisata daerah.

Dunia fotografi dapat menggerakan orang-orang, terutama kaum muda untuk berekspresi dan berkreatifitas. Menggali berbagai potensi yang terlupakan atau belum disentuh oleh pihak-pihak lain. Menggali, memotret menjadi sebuah cerita untuk diketahui, peduli dan membangun.  

Menurutnya Willy, kaum muda yang memiliki hobi memotret harus diggerakan dan diberi suntikan pengetahuan tentang dunia fotografi yang membangun. Kaum muda Kabupaten Sikka digerakan agar bias tertarik dengan asset yang dimiliki, dalam hal ini adalah dengan potensi yang dimiliki oleh pribadi masing-masing.

Wily, salah satu kaum muda yang memiliki semangat tinggi ini kemudian menggagas sebuah event yang melibatkan kaum muda di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Event Fotografi dan Workshop yang digelar di Lepo Leron, Desa Nita pada tanggal 8 sampai 9 Februari ini menjadi media belajar, memperdalam ilmu dan mempertajam skill.

Di sisi lain, penting bahwa kaum muda harus masuk dalam organisasi-organisasi atau komunitas-komunitas seni. Pengorganisiran anak-anak muda dan membangun brand yang bersifat sebagai media belajar dan berkarya sesuai dengan potensi masing-masing.

“Melalui dunia Fotografi dan multimedia visual kami ingin berkolaborasi dan berkarya bersama seluruh potensi yang ada di Nian tana Sikka. Ini merupakan sebuah ide sederhana, dimana kami ingin merealisasikan ide, mimpi, harapan serta imaginasi kami untuk bisa mempertahankan semua yang merupakan aset dalam masyarakat yang perlu dipertahankan. Melalui media internet sekarang ini, kita semua tahu bahwa dampaknya bukan hanya positif saja namun dampak negatifpun bias terjadi. Kami tidak ingin berfokus pada masalah yang kita hadapi di Kabupaten Sikka khususnya atau Indonesia pada umumnya, namun kami ingin berfokus pada apa yang menjadi mimpi kami,” ujarnya kepada SuaraFlores.Net, (6/1/2019).

Baca juga: Frame12project Selenggarakan Event Fotografi dan Workshop Etnic

Baca juga: Pulau Flores “Surga yang Jatuh ke Bumi”

Baca juga: Frans Seda Tokoh Tiga Jaman dan Bandara Tertua di Flores

Ia mengatakan, pilihan untuk menjadi seniman adalah sebuah mimpi yang lahir dari berbagai segi pendekatan, pendalaman, bakat, niat dan keinginan untuk bias menjadi manusia yang bernilai. Fotografi merupakan medium yang mengilhami kaum muda untuk bisa berkarya memberikan dampak yang baik ditengah perkembangan global dan dunia internet.

Ia menekankan bahwa menghadapi perkembangan teknologi dari waktu ke waktu, kaum muda ditantang untuk bias memotret berbagai objek dan subyek yang memiliki karakteristik serta punya daya tarik, untuk bias memberikan dampak. Generasi muda tidak boleh menjadi manusia yang premature sehingga selalu berpikir dan beride untuk tidak melupakan budaya sendiri. Dari situlah peradaban yang dibanggakan bias menjadi bagian kehidupan.

“Semuanya ini bertujuan untuk membangun karakteristik para generasi milenial untuk tidak melupakan budaya sendiri, maka melalui kegiatan berkarya seni dengan konsep, kreatifitas, imaginasi dan kolaborasi bersama, kami ingin mengadakan kegiatan ini,” ujarnya.  

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah yang memiliki berbagai potensi budaya dan pariwisata yang dapat mendorong pembangunan daerah. Sebagai aset bangsa, kaum muda dibutuhkan keberanian dan ketrampilan, mengexplor potensi-potensi yang ada untuk membuat perubahan.

Untuk menggapai perubahan dan mengisi pembangunan serta mempertahankan sebuah bentuk, corak, budaya dan harapan entah apapun bentuk dan sistemnya, sangat dibutuhkan partisipasi aktif seluruh kaum masyarakat (kaum muda,red). Baik masyarakat dalam tingkatan pemerintahan, masyarakat dalam sistem swasta, maupun “masyarakat” selaku aset.

Mencermati kondisi tersebut, kaum muda Sikka yang tergabung dalam Frame12project menggelar ‘Event Fotografi dan Workshop’ dengan teman “Warisan Budaya NTT Dalam Perkembangan Global”. Event ini bertujuan untuk menggali potensi dan mengasa ketrampilan dalam rangka membangkitkan semangat kaum dalam mengisi pembangunan daerah.

Frame12project sebagai penyelenggara menghadirkan narasumber-narasumber handal dan berpengalaman tentang dunia fotografi, budaya dan pariwisata. Mereka mempresentasikan materi-materi menarik dan unik yang wajib diketahui oleh kaum muda dan masyarakat Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan kerjasama dari sejumlah pihak, yakni Retaseu Creative, Timor Creative People (TCP), Rumah Desa Nita, Sanggar Benza, Suara Flores, Gecko Art, Innocentia Handsomenya, BOSS Angkringan, Lepo Leron, JB Production, Sibakloang Coffee Galery, Putri Salon, AsalKlik, Padu Padan Tenun, BILCA Digital Printing, Percetakan Madawat, Karang Taruna Golden Jaya Nita dan Near. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *