Kisah Lisnawati, Perempuan yang Menikah dengan Siluman Ular

by -24 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET—Pernikahan sesungguhnya penyatuan komitmen untuk hidup bersama, bersatu merakit kebahagiaan bersama istri atau suami dan anak-anak. Namun fakta ini berbeda dengan peristiwa yang dialami Lisnawati yang menikah dengan seorang pria yang dikuasai siluman ular cobra. Lisnawati kemudian mengantar suaminya di penjara karena menodai anak-anaknya.

Kejadian aneh ini dialami Lisnawati, seorang perempuan di Sumatera Utara yang menikah dengan Agus Samah, pria yang baru dikenalinya, dikuasai siluman ular cobra dan membuat kehidupan rumah tangga mereka berantakan.

Lisnawati tak pernah menyangka jika pernikahannya dengan Agus Samah (41) akan membawa dirinya berurusan dengan dunia gaib. Hal yang paling menyakitkan hatinya, ketika pasangannya ternyata dikuasai siluman ular yang tega menodai anaknya selama 6 tahun.

Menurut perempuan 41 tahun ini, dia mengenal Agus Samah ketika masih bertempat tinggal di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau, Sumatera Utara.

Suatu malam, ia bermimpi bertemu Agus Samah. Sebelumnya dia tidak pernah mengenal sosok pria itu. Keesokan harinya, Lisnawati langsung bertemu Agus Samah, yang ketika itu masih menumpang di rumah kakak kandungnya.

Keduanya pun berkenalan. Sepekan setelah perkenalan itu, Liswati dan Agus Samah pun menikah. Cerita pernikahan itu terjadi sekitar delapan tahun lalu.

“Kami menikah saat pemilihan bupati Deliserdang yang dimenangkan alamarhum Bapak Amri Tambunan,” sebut Liswati seperti dilansir pojoksatu.id

Sejak menikah dengan Agus Samah, perlahan-lahan suaminya pun mulai bercerita soal pribadinya, yang lebih senang berkelana. Namun Liswati tidak tahu apa yang dikerjakan sang suami bepergian ke daerah lain.

Baca juga: Darah Ular Kobra Bikin Mr.P Makin Kuat, Benarkah?

“Agus Samah sudah pernah merantau ke seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa. Dia senang merantau,” ucap Liswati.

Hobi Agus Samah melanglang buana ke daerah lain menimbulkan pertanyaan dalam hati Liswati. Perlahan-lahan dia pun bertanya sudah berapa kali suaminya itu menikah. Dan menerima jawaban bahwa dia adalah istri yang kesepuluh. Sebelumnya, Agus telah memperistri gadis sembilan kali. “Sembilan istrinya, semuanya perawan hanya aku yang janda,” aku Liswati.

Liswati melanjutkan, sembilan istri Agus Samah yang terdahulu ditinggal begitu saja, karena tidak mau mematuhi peraturan yang diterapkan. Tapi Liswati tidak tahu pasti aturan itu. Soal ini ini, Agus Samah tidak pernah terbuka.

Perlahan, tapi pasti. Keanehan Agus Samah mulai dirasakan Liswati. Setiap tidur, Liswati selalu didatangi oleh makhluk gaib dan mau menindihnya. Bahkan desis ular sering terdengar di kamar tidur, kamar mandi dan di atap rumah mereka.

“Suara desis ular kedengaran, tapi ularnya tidak tampak. Kadang tempat tidur pun goyang sendiri sehingga aku sering merinding,” kenangnya.

Keganjilan itu sudah dirasakan oleh Liswati saat masih bertempat tinggal di Desa Tanjung Mulia, hingga pindah ke Desa Jati Baru, tepatnya lima tahun lalu.

Suatu malam, Liswati bermimpi didatangi seorang kakek bersorban putih dan menyuruhnya untuk melihat ular yang ada dalam tubuh Agus Samah.

Kakek tua itupun berpesan kepada Liswati, bahwa orang awam tidak bakal dapat melihat ular yang ada dalam tubuh suaminya. “Ular cobra itu seperti mau mematuk yang kepalanya di depan dada Agus Samah dan ekornya tembus hingga ke punggung Agus Samah,” ujarnya.

Dengan adanya mimpi itu, Liswati pun kian penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya soal ular cobra yang menempel dalam tubuhnya. Tapi Agus Samah hanya diam membisu.

Meski tetap tidak mau buka mulut, tapi soal ular dalam tubuh Agus Samah pun akhirnya terjawab. Dalam sekali sebulan, kulit punggung Agus Samah bersisik seperti ular mau tukar sisik. “Aku pun yang mengopekin sisik ular dari punggungnya,” ucap Liswati.

Agus Samah pun buka mulut, bahwa dulu dia pernah sakit hati terhadap cewek satu sekolahnya. Ketika itu, murid laki-laki bertaruh siapa yang bisa mendapatkan primadona sekolah itu akan ditraktir makan.

Agus Saman mencoba mendekati cewek sekolahnya itu. Tapi si cewek malah buang ludah. Lalu Agus Samah pun mengambil air ludah si cewek. “Cewek sekolahnya itu tidak mau karena dia orang baik-baik,” katanya, meniru pengakuan Agus Samah.

Disinggung siapa guru Agus Samah, Liswati tidak tahu pasti. Tapi menurut cerita yang dia dengar, gurunya sudah meninggal dunia dan tidak ada yang bisa mengobati Agus Samah.

“Paranormal bernama Nanang, pernah mengobati dan mengatakan jika Agus Samah ada memelihara ular. Nanang tak sanggup untuk mengobatinya,” ujar Liswati menirukan ucapan Agus Samah.

Akhirnya penderitaan Liswati sampai pada puncaknya setelah mengetahui bahwa putri hasil pernikahan pertamanya telah menjadi korban sang ‘siluman ular’. Diam-diam selama enam tahun, Abu Samah telah menodai anaknya. Liswati kemudian melaporkan Abu Samah ke polisi dan kini ia sudah dipenjara. (sfn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *