Kualitas Terbaik, Harga Vanili Adonara Meroket, Rp500.000 per Kg

by -18 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Kualitas terbaik membuat harga komoditi Vanili di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur terus meroket menembus level di atas Rp500.000/Kg dipasaran. Hal ini berdampak sistemik bagi pendapatan dan kesejahteraan para petani Vanili. Oleh karena itu, petani dihimbau terus  menjaga kualitas panennya secara baik. Termasuk terus merawat secara baik tanaman Vanilinya.

Demikian pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Ir.Antonius Wukak Sogen saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin. Peringatan Kadis Anton Wukak Sogen ini juga untuk merespons harga Vanili yang terus naik usai dilakukan panen bersama Vanili Organik di Desa Demon Dei, Adonara bersama Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon dan Perusahan asal Prancis yang melakukan investasi Vanili organik tersebut.

Anton Wukak menyebut, hasil panen hingga kini sudah diatas 3 ton. Jika harga per Kilogram Rp500.000, maka uang yang dihasilkan mencapai Rp 1,5 miliar, yang kini beredar di tangan masyarakat. Dan telah membawa rejeki bagi petani. Plus arus perputaran uang pun terus melipat di desa-desa penghasil Vanili di Pulau Adonara, termasuk desa terjauh, yakni Demon Dei (kampung wartawan Kompas, Kornelis Kewa Ama). Sebuah desa yang berada di atas ketinggian dengan medan jalan yang sulit dan terjal, yang butuh perjuangan ekstra untuk sampai.

“Ini sesuatu yang sangat menjanjikan. Sekaligus sebuah motivasi yang hebat. Coba lihat saat panen kemarin itu, ada petani di Demon Dei yang langsung terima uang Rp35 juta dari hasil jual Vanilinya 70 Kg. Apalagi Vanili ini sudah dikontrak oleh Perusahan Tripple asal Prancis itu. Sehingga kalaupun di pasaran harganya anjlok pun petani Vanili di Adonara tetap mendapatkan harga yang layak dan menguntungkan,”pungkas Anton Wukak.

Baca juga: Program Kerja Paket ROMA Paling Disukai Rakyat Sikka

Karena itu, ia secara tegas mengingatkan petani agar terus menjaga kualitas buah, tanaman Vanili dan memberi pupuk organik dengan baik. Pasalnya, jika mutu Vanili tetap terjaga maka memberikan nilai positip untuk daerah. Uang yang beredar di masyarakat pun semakin membaik. Ia memastikan akan ada investasi pabrik pengolahan Vanili di Flotim, termasuk pabrik pengolahan Jahe dan Kunyit dalam waktu dekat. Sebagai bahan dasar rempah-rempah, tentunya pabrik ini bakal berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi Flotim.

Anton Sogen juga meminta kerja sama semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat petani untuk mendorong Badan Usaha Milik Desa mulai berani melakukan investasi budidayara Vanili secara luas, maupun komoditi lainnya. Sementara dari Adonara dilaporkan, Petani Vanili sedang memasuki masa-masa yang menggembirakan. Harga Vanili yang terus meroket berdampak sistemik bagi pertumbuhan ekonomi rumah tangganya secara signifikan.

Arus perputaran uang saat ini kian membaik, terhitung uang yang kini beredar di tangan masyarakat petani Vanili sudah menembus Rp2 miliar lebih. Dan, terlihat ada perubahan yang nyata. Rumah-rumah warga, perabot, Televisi, Handphone, Sepeda motor bahkan mobil baru mulai ramai di kampung-kampung. Menandai ada pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang terjadi dan langsung dirasakan warga. (Roberth/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *