Lomba Pidato Pilkada Serentak 2018, Warna Baru KPU Kabupaten Sikka

by -14 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka yang dinakodai Vinsensius Vivano Bogar, S.Fil, SH dan 4 komisioner mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Pasalnya, pada momentum pilkada serentak 2018, KPU hadir dalam berbagai kegiatan yang melibatkan para pelajar (pemilih pemula,red) di Kabupaten Sikka, Flores. 

Sabtu (21/4/2018), KPU Sikka menggelar lomba pidato yang melibatkan 37 pelajar dari 19 sekolah tingkat SMA/K, lanching rumah pemilu dan festival seni budaya yang juga melibatkan para pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Sikka. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi warna baru KPU Sikka periode 2013-2018. 

Juru Bicara KPU Sikka, Yohanes Krisostomus Fery Soge menjelaskan bahwa lomba pidato dilaksanakan dalam rangka sosiasilisasi pilkada serentak tahun 2018. Sedangkan festival seni budaya dilaksanakan dalam rangka 1 tahun menyongsong pemilu serentak tahun 2019.

Disaksikan SuaraFlores.Net, sejumlah guru, dosen dan pelajar yang terlibat dalam kegiatan tersebut merespon positif dan apresiasi yang tinggi dari atas panggung di halaman KPU.

Robertus Adi Sarjono dari IKIP Muhamadiyah Maumere mengatakan bahwa kehadiran peserta pidato di panggung politik KPU Sikka merupakan bentuk sosialisasi dari para pelajar kepada seluruh pemilih terkhusus para pemilih pemula.

Baca juga: HNSI Flotim Dorong Pemerintah Gelar Ritual Beri Makan Laut

Pidato-pidato politik dalam berbagai tema tentu menjadi dasar atau alasan para pemilih pemula sebelum menentukan pilihan politik di TPS.

“Kita memberi apresiasi kepada pihak KPU yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan ini. Selain sebagai pendidikan politik, momentum ini juga menguji mental para pelajar untuk tampil di depan dan suatu saat menjadi pemimpin daerah ini. Ini adalah warna baru KPU Sikka dan kami sangat berterima kasih,” ujar Robert, salah satu juri lomba sebelum mengumumkan 10 peserta istimewa hasil lomba pidato tersebut.

Melalui pidato politik, sejumlah peserta mengajak masyarakat agar dapat memberikan hak politik pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka, gubernur dan wakil gubernur NTT. Mereka memberi alasan bahwa momentum pemilukada merupakan pesta demokrasi yang dilaksanakan 5 tahun sekali dengan tujuan memilih pemimpin baru. Pemimpin yang benar-benar peduli masyarakat, tanpa membeda-bedakan suku dan agama dalam pembangunan atau pemimpin yang tidak memikirkan diri sendiri atau pun kelompoknya.

“Kita jangan beralasan sibuk ke kebun, tidak punya E-KTP tapi kita harus berjuang untuk dapat memberikan suara. Itu adalah hak kita jadi kita harus memberikan hak politik dengan mengurus E-KTP atau pun Surat Keterangan. Mari kita ikuti proses politik ini, tentukan pilihan dan pergi ke TPS untuk berikan suara,” ajak sejumlah peserta pidato.

Ketua KPU Sikka, Vinsensius Vivano Bogar menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak KPU merupakan momentum sosialisasi kepada masyarakat terutama para pemilih pemula. Bahwa pemilih pemula harus dibekali dengan pengetahuan politik sebelum  menentukan pilihan politik pada pemilih 27 Juni 2018 mendatang.

“Kami juga apresiasi atas respon positif pihak sekolah dengan terlibat dalam kegiatan yang diagendakan KPU. Ini merupakan media sosialisasi yang wajib dilaksanakan penyelenggara agar partisipasi masyarakat dalam pemilu dapat meningkat. KPU terus bekerja maksimal agar pemilu kali ini dapat sukses, berkualitas, aman, damai dan para pemilih dapat menentukan pilihan politik secara  cerdas,” ujar Vivano Bogar. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *