Melchias Mekeng: Program “UMi” harus Pro Kaum Kecil

by -20 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET-Dalam kaitan dengan upaya pemberdayaan ekonomi rakyat (ekora,red), pemerintah melakukan uji coba program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Program ini ditujukan untuk masyarakat kelas bawah seperti petani, nelayan dan pedagang pasar.

Kehadiran program ini dimulai dengan penyiapan modal maksimal Rp.10 Juta per nasabah. Ini dilakukan melalui kerjasama yang dibangun dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Koperasi-koperasi tersebut tentu harus berkompeten dan tersebar di seluruh wilayah nusantara seperti Obor Mas.

Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Marcus Mekeng mengatakan bahwa PT. PNM (persero), PT. BAV dan PT. Pegadaian (persero) merupakan mitra kerja pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Menurutnya, penentuan KSP Kopdit Obor Mas oleh pihak Pusat Investasi Pemerintah menjadi mitra utama UMi di Kab Sikka adalah langkah awal yang sangat tepat.

“Saya berharap supaya Obor Mas memanfaatkan program ini dalam pembiayaan Ultra Mikro sebagai instrumen dalam memudaha masyarakat memperbaiki ekonomi. Masyarakat tetap menjadi objek utama, karena ketika masyarakat dapat berubah dari kondisi sekarang maka di situlah kesuksesan program ini,” kata Melchias Mekeng melalui sambutannya dalam kegiatan sosialisasi UMi di Kantor Koperasi Obor Mas, Jalan Kesehatan, Kota Maumere, Flores, (01/02).

Baca juga: Belajar di Malaysia, Usaha HS Aluminium Milik Pemuda Flores Kian Meroket

Dia menekankan bahwa secara nasional, angka kemiskinan NTT masih berada pada urutan ke-3 dari bawah. Ini berarti kita harus kerja keras. Caranya,  membangun jaringan komunikasi yang baik dengan semua pihak untuk mendapatkan program dan kegiatan yang membantu masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah harus pekah terhadap kondisi kehidupan masyarakatnya. Harus tahu apa yang dialami masyarakat dan apa yang harus menjadi prioritas.

“Porsi dari program “UMi” harus lebih menyentuh masyarakat kecil seperti petani, nelayan, dan pedagang. Koperasi harus mengambil kesempatan ini untuk memberdayakan masyarakat.,” harapnya.

Baca juga: Wirausahawan Minta Pemerintah Bangun Perusahan Daerah

Hal yang sama dikatakan oleh Syahrir Ika bahwa pengurus KSP Kopdit Obor Mas Maumere merupakan salah satu penerima program tersebut. Oleh karena itu, pihak Obor Mas harus mampu menjelaskan proses pembiayaan UMi kepada  masyarakat anggota dan calon anggota.

Bussines Development PT. Bahana Artha Ventura, Hanif menjabarkan kriteria penyaluran kredit oleh PT. BAV. Bahwa koperasi yang dengan kriteria sehat,  pengalaman KSP minimal 2 tahun di bidang mikro, serta Non Performing Loan (NPL) 5%.

“Ini kriteria harus dimiliki koperasi yang ingin mendapat penyaluran kredit. Kita bisa membangun komunikasi dengan baik untuk detailnya. Intinya tujuan kita untuk masyarakat hidup lebih baik dari saat ini” katanya. (sfn02).