Menangkan Viktory-Joss, Tokoh-tokoh politik Ini Jadi Ujung Tombak di Flores

by -18 Views

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktory Laiskodat dan Josep Nae Soi (Viktory-Joss) nomor urut empat (4), memiliki modal besar untuk memenangkan pertarungan perebutan kursi gubernur  Juni 2018. Pasalnya, selain mendapat dukungan dari parpol dan mayoritas rakyat Flores, NTT, Viktory-Joss didukung puluhan tokoh politik parpol dari Flores yang sudah berpengalaman tinggi di medan peperangan politik di setiap kali Pilgub dan Pileg.

Dari data yang dihimpun Suaraflores.net, adalah Melckias Markus Mekeng (Ketua Fraksi Golkar di DPR-RI dan  tokoh senior DPP Partai Golkar), Frans Dima Lendes (mantan anggota DPRD NTT dan Pembina Partai Nasdem NTT), Ketua Fraksi Nasdem dan Sekjend Partai Nasdem, Johni G. Plate, Honing Sanny (mantan Anggota DPR-RI Fraksi PDIP yang sekarang telah masuk Partai Golkar).

Selain itu, Kristoforus Blasin (mantan Wakil Ketua DPD PDIP NTT dan anggota DPRD NTT tiga periode), Melky Lakalena (pengurus DPP Golkar dan Ketua DPD Golkar NTT), Anton Tiba (Ketua Fraksi Golkar di DPRD NTT), Alexander Take Ofong (Wakil Ketua DPRD NTT dan Sekretaris DPW Partai Nasdem NTT, Anwar Puageno ( pengurus DPD Golkar NTT dan Ketua DPRD NTT saat ini), juga Andreas Garu (Anggota DPD-RI dan pengurus DPP Partai Hanura).

Selain nama-nama para tokoh politik Flores tersebut, masih banyak pula puluhan nama-nama tokoh politik NTT yang tengah getol bekerja memenangkan Viktory-Joss. Dilihat dari komposisi kekuatan politik, mayoritas tokoh-tokoh politik Flores kini berpihak dan memberikan dukungan penuh kepada Paket Viktory-Joss. Jika semua tokoh yang telah menyatakan dukungan penuh kepada Viktory-Joss benar-benar masif bekerja mempertahankan basis-basisnya masing-masing, maka tidak ada alasan lagi Viktory-Joss akan kalah di Flores, melainkan akan tampil sebagai pemimpin baru NTT.

Baca juga: Di Sikka, Remaja Masjid Tahtakan Patung Bunda Maria

Sejak awal paket Viktory-Joss ditetapkan, puluhan tokoh-tokoh politik hebat dan ternama ini terlihat di lapangan telah turun melakukan gerakan politik konsolidasi memantapkan basis-basis dukungannya untuk Viktory-Joss. Dengan senjata dan peluru, mereka tidak putus asa bekerja iklas penuh percaya diri demi melahirkan pemimpin baru NTT, tanpa melihat dari masa asal-usul Viktory-Joss.

Melchias Mekeng yang memotori pergerakan Partai Golkar, terlihat masif terus bergerak di seluruh daratan Flores dengan melakukan konsolidasi partainya. Ia memastikan Partai Golkar bersama seluruh kader dan simpatisannya akan menjadi ujung tombak kemenangan Viktory-Joss, karena Partai Golkar memiliki jaringan struktur yang sudah kuat hingga ke desa-desa terpencil.

Untuk itu, ia terus menginstruksikan seluruh jajaran Golkar terus masif memenangkan Viktory-Joss.

Ketua Fraksi NasDem dan Sekjend DPP Partai Nasdem, Johni G. Plate di setiap kali masa resesnya, ia telah melakukan komunikasi-komunikasi politik kepada para tokoh berpengaruh di setiap kabupaten untuk memberikan dukungan penuh kepada Viktory-Joss demi perubahan baru di NTT. Tokoh politik cerdas Partai NasDem ini pun terus menginsruksikan kepada seluruh jajaran Partai NasDem untuk terus bekerja keras melakukan konsolidasi dan sosialisasi Viktory-Joss sampai ke pelosok-pelosok desa.

Sebagai anggota DPR-RI, Johni Plate, merasa sangat optimis Viktory-Joss mampu memimpin dan membawa perubahan baru di NTT. Pasalnya, Viktory-Joss memiliki kompetensi dan memenuhi syarat kepemimpinan, dan mampu membebaskan NTT dari Korupsi dan Kemiskinan saat ini.

Baca juga: Imam Masjid Lantukan Doa Kepada Bunda Maria dalam Bahasa Daerah

Kristoforus Blasin sebagai mantan anggota DPRD NTT tiga periode, mengaku, dirinya sudah bekerja keras melakukan konsolidasi jaringan politiknya di seluruh daratan Flores, secara khusus di Kabupaten Sikka untuk memenangkan Viktory-Joss. Tokoh politik senior DPD PDIP NTT yang menjadi ujung tombak kemenangan Gubernur Frans Lebu Raya dua periode ini, menegaskan bahwa di Kabupaten Sikka, Viktory-Joss akan menang besar.

Menurut dia, rakyat di Flores bukanlah rakyat yang primordialis tetapi rakyat yang sudah cerdas melihat dan memahami tragedi buruk politik selama 10 tahun terakhir. Di mana memilih pemimpin karena suku dan agama tidak berdampak besar terhadap kemajuan daerah. Oleh karena itu, dia mengajak rakyat Flores bersatu satu hati dan satu suara memilih pemimpin yang benar-benar serius dan mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan NTT, tanpa melihat latar belakang suku dan agama.

“Sudah saatnya rakyat NTT memilih pemimpin baru yang berenergi besar dan berkomitmen kuat untuk melakukan perubahan. Sudah saatnya rakyat NTT berhenti memilih pemimpin karena satu suku dan satu agama. NTT adalah taman mini nasionalisme, semangat nasionalisme orang NTT secara khusus orang Flores harus kita buktikan kali ini dengan tidak terjebak lagi dalam patron politik primordialisme. Mari kita bersatu memilih pemimpin baru yang tegas, berani, jujur yang sudah siap bekerja keras mengabdi penuh dan total untuk rakyat NTT,” pinta politisi jebolan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Flores, NTT ini, beberapa waktu lalu.

Tokoh politik muda dari Kota Ende, Honing Sanny dan Melky Lakalena adalah dua politisi muda yang bergerak gesit menghidupkan jaringan-jaringan politik melalui barisan relawannya yang sudah lama. Sejak tim pemenangan Viktory-Joss terbentuk, kedua tokoh politik Flores ini bersama jaringan relawannya terus bergerak ke seluruh Flores dengan satu misi suci mengajak rakyat memenangkan Viktory-Joss.

Meski medan tempur Pulau Flores yang berliku-liku penuh bukit dan lembah, kedua tokoh ini tidak perduli. Dengan semangat jiwa muda dan energi muda yang membara, mereka terus berjalan mengobarkan semangat perubahan baru bersama pemimpin muda, berani dan tegas, yaitu Viktory-Joss.

Baca juga: Aneh, ASN Flotim Bolos Kerja Sampai 8 Bulan Diberi Reward

“Saya sangat optimis Viktory-joss pasti menang. Oleh karena itu, saya ajak seluruh rakyat Flores memilih paket yang menang. Dari semua paket, Viktory-Joss memiliki keunggulan yang lebih besar dan dengan keunggulan itu, saya pastikan pembangunan NTT lima tahun ke depan lebih mudah dan lancar dari sisi anggaran karena Viktory-Joss memiliki jaringan besar di pemerintah pusat maupun di luar negeri yang sudah siap membantu pembangunan di NTT. Saya yakin seluruh jaringan pemilih militan saya akan mendukung Viktory-Joss,” ajak Sekretaris Tim Pemenangan Viktory-Joss seusai mengikuti debat calon gubernur dan wakil gubernur NTT di Manara Center MNC TV, di Jakarta Pusat belum lama ini.

Tokoh politik muda Partai Nasdem, Alexander Take Ofong mengaku tidak merasa kuatir melihat komposisi kekuatan politik yang tengah dibangun seluruh tokoh politik Flores saat ini. Tampilnya tokoh-tokoh kaliber dari berbagai kabupaten di Flores ini, akan memberikan pasokan suara yang signfikan bagi Viktory-Joss karena kualitas dan jam terbang tokoh-tokoh ini sudah tinggi dan tidak diragukan lagi.

“Mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timor, Lembata dan Alor kita punya tokoh-tokoh kuat dengan basis massa yang kuat. Selain tokoh-tokoh tersebut, kita juga punya struktur partai yang kuat yang didukung dengan beberapa bupati dan anggota-anggota DPRD yang juga punya basis dukungan yang kuat. Melihat peta kekuatan besar ini, kami sangat yakin koalisi Partai Nasdem, Golkar, Hanura dan PPP akan berhasil memenangkan Viktory-Joss menjadi gubernur dan wakil gubernur dalam pilgub nanti,” kata Alex yang juga Sekretaris Partai Nasdem NTT ini saat dihubungi media ini, pekan lalu.

Untuk diketahui, Pulau Flores yang memiliki 9 kabupaten menjadi ajang pertempuran seruh dalam setiap kali pilgub NTT. Pasalnya, Pulau ini memiliki jumlah pemilih terbesar ( sekitar 2 juta lebih) jika dibandingkan dengan Pulau Timor dan Sumba. Dalam Pilgub NTT 2018, ada dua calon gubernur dari Pulau Flores, yaitu Marianus Sae yang diusung PKB –PDIP  (kini dalam tahanan KPK) dan Benny Kabur Harman  yang diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Awalnya, ketika Marianus Sae belum ditangkap KPK terkait kasus suap menyuap di Bajawa, Marianus Sae mendapat dukungan besar karena dinilai sebagai satu-satunya bupati di Flores yang berhasil mengentaskan kemiskinan. Namun, setelah Marianus di tangkap KPK, nama Benny Kabur Harman disebut-sebut bakal menjadi jawara.

Meski Benny sendiri yang menjadi satu-satunya jawara dari Flores, melihat pergerakan masif Viktory-Joss bersama tokoh-tokoh ujung tombak Viktory-Joss yang kian gencar tidak mudah bagi Benny Harman yang berpasangan dengan Benny Litelnono dapat meraih kemenangan telak. Apalagi, dari berbagai informasi yang disadap media, meski Marianus masih dipenjara, namun tim PDIP dan PKB beserta jaringan relawan militannya terlihat terus bergerak menggerogoti basis-basis Benni Harman di Manggarai dan Flores lainnya. (bkr/sft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *