Mendikbud “Minta Maaf” kepada Masyarakat NTT

by -16 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET-Kecaman dan tuntutan Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT, sampai di telinga Mendikbud RI, Muhadjir Effendy. Ini terlihat dari respon Mendikbud saat berkomunikasi dengan PENA NTT, terkait kecaman masyarakat NTT. Efenndy berjanji akan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat NTT melalui pertemuan bersama PENA NTT di Jakarta nanti.

Pernyataan ini disampaikan Mendikbud kepada Sekretaris PENA NTT, Apollonarissaat melalui handponennya akhir pekan kemarin. Ia berjanji menyampaikan permohonan maaf saat mengundang  PENA NTT ke Jakarta untuk berdialog dan membahas masalah tersebut.

Dialog tidak saja untuk mengklarifikasi pernyataan Mendikbud. Lebih dari itu, dialog juga diarahkan untuk membahas masalah pendidikan di NTT.

Sebelumnya, Ambros Boli Berani, salah satu anggota PENA NTT mengatakan pertemuan antara PENA NTT dengan Tim Kemendikbud di Bali belum membuahkan hasil. Bahwa salah satu tuntutan PENA NTT adalah tim Kemendikbud harus membuka rekaman dan transkrip utuh statemen Mendikbud yang diklaim tim Kemendikbud berbeda dengan kutipan dalam berita yang ditulis salah satu media nasional.

“Jika kami diundang oleh Mendikbud tentu akan dipenuhi, namun pertemuan itu setelah rapat lanjutan hari Selasa nanti. Tim Kemendikbud harus membuka rekaman dan transkrip statemen Mendikbud,” pungkas Ambros.

Terkait hal ini, Mendikbud Muhadjir Effendy kembali menegaskan bahwa tidak ada niat dirinya menyakiti hati masyarakat NTT. Ia pun berjanji akan meminta maaf, apabila dalam transkrip wawancara yang diminta PENA NTT tersebut ada statemen sebagaimana dikutip media nasional.

“Percayalah. Saya ga berniat sakiti hati masyarakat NTT. Kalau saja di transkrip ada pernyataan seperti itu, dan PENA NTT masih tersinggung, saya akan minta maaf. Tetapi sekali lagi, pernyataan seperti itu saya tidak pernah sebut. Saya sebut NTT dalam kaitan rendahnya pendidikan NTT dibanding Jakarta” pungkas Muhadjir. (sfn09).