Mengapa Ende Disebut Kota Lahirnya Pancasila? Apa Alasannya?

by -10 Views

SUARAFLORES.NET,–Begitu banyak dokumen sejarah yang telah menulis tentang sejarah lahirnya Pancasila oleh Soekarno (Bung Karno. Di era digital ini sangat mudah menelusuri dokumen-dokumen sejarah tersebut melalui berbagai situs dan media internet. Salah satunya Wikipedia.Org. Dikutip dari situs ini, lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945.

Dalam pidato tersebut konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK. Oleh karena itu, maka setiap tanggal 1 Juni oleh pemerintah dijadikan Hari Lahir Pancasila.

Pertanyaan, kapan dan dimana Bung Karno mendapat ide dan merenungkan Pancasila dan 5 butirnya? Menurut Pengamat Masalah Sosial dan Budaya NTT, Drs. GF. Didinong Say (Putra Mantan Bupati Sikka, Laurensius Say), kisah sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari fakta-fakta perjalanan politik Bung Karno sejak kecil hingga remaja dan dewasa.

Seperti telah tertulis dalam berbagai buku sejarah, maupun yang telah dikisahkan lisan oleh tokoh-tokoh pendahu bangsa, dan testimoni pelaku sejarah bahwa ada fakta-fakta sejarah lahir Pancasila tidak terlepas dari kisah hidup Bung Karno di Ende, Pulau Flores. Benarkah?

Apa saja fakta-fakta itu? Menurut Didinong Say, ada 8 fakta seputar lahirnya Pancasila, yaitu:

Pertama, fakta bahwa Bung Karno (BK) pernah tinggal di Ende pada masa pembuangan pada 1934 – 1939.

Kedua, fakta bahwa Bung Karno semasa pembuangan di Ende sering bergaul dan berdiskusi serta meminjam buku-buku filsafat dari pastor-pastor Belanda di Gereja Katolik Ende.

Ketiga, fakta ada kesaksian bahwa Bung Karno sering merenung di bawah sebuah Pohon Sukun di tepi laut dekat rumah tahanannya semasa di Ende.

Keempat, ada fakta bahwa Yamin, Soepomo, dan Bung Karno berpidato di depan BPUPKI sekitar 1 Juni 1945 tentang Dasar Negara.

Kelima, fakta bahwa rumusan dasar negara yang disampaikan Bung Karno  dinamainya PANCASILA.

Keenam, fakta bahwa rumusan Pancasila Bung Karno berbeda dengan rumusan Pancasila Tim 9 yang kemudian menjadi Jakarta Charter kemudian difinalkan dalam Preambule UUD 45 pada tanggal 18 Agustus 1945.

Ketujuh, fakta bahwa Bung Karno menamai rumusan Dasar Negara tersebut Pancasila atas saran temannya yang adalah seorang ahli bahasa.

Ke delepan, fakta bahwa sejak masa kanak-kanak dalam binaan HOS Cokroaminoto di Surabaya, Bung Karno sudah mengandrungi soal-soal politik, sosial, budaya, dan masalah kebangsaan.

Menurut Didinong Say, setelah melihat 8 fakta ini , maka pertanyaanya, Ende disebut sebagai Kota Pancasila dasar dan alasannya apa? Hal ini, menurunya harus menjadi diskusi serius kaum ilmuwan, sejarawan dan pelaku sejarah, agar dikemudian hari tidak menimbulkan kerancuan atau kebingungan di kalangan generasi muda akan datang.

“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Terima Kasih Bung Karno. Mari terus berdiskusi, belajar dan terus menjaga serta merawat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia yang harus tetap tertanam dalam hati dan jiwa raga seluruh anak bangsa sampai selama-lamanya,” tutupnya. (bkr/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *