Mengintip Penataan Kota Maumere, Haruskah Tugu MOF Digusur?

by -25 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Pemerintahan kabupaten Sikka pada masa kepemimpinan Bupati Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati, Drs. Paolus Nong Susar melakukan penataan  kota dengan membangun lima tugu. Di antaranya Tugu MOF, Tugu Moneter, Tugu Waning, Tugu Ikan Tuna dan Tugu Gading.

Tugu-tugu tersebut dibangun menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari tiga badan usaha milik negara di kabupaten Sikka dan PT. Bank NTT yang bekerjasama dengan Pemda Sikka.

Tugu Moneter terletak di depan Mapolres Sikka dibangun oleh PT. BRI Cabang Maumere. Tugu Waning yang berlokasi di sebelah barat Kantor Bupati Sikka dibiayai oleh PT. Pertamina dan Tugu Ikan Tuna yang berlokasi di sebelah utara Taman Kota dibiayai oleh PT. Pegadaian Maumere.

Sedangkan Tugu MOF yang terletak di perempatan Jalan Eltari dibiayai oleh Bank NTT, dan  Tugu Gading dibangun di lokasi Sikka Inovantion Centre (SIC) sebelah timur Pasar Alok.

Pantauan SUARAFLORES.NET, dari kelima tugu tersebut, Tugu MOF nampak ramai dikunjungi masyarakat, baik anak muda maupun orang tua. Rupanya Tugu MOF menjadi tempat favorit bagi warga, sehingga hampir setiap hari warga berdatangan dari seluruh penjuru kota  untuk berselfie ria.

Sayangnya, ada tontotan yang kurang menarik pasca Tugu MOF dibangun. Atribut tugu tersebut dicopot dan dirusaki warga. Foto perusakan tugu itu pun tersebar di sosmed dan mendapat kritikan dari netizen.

 Kehadiran tugu ini menjadi kebanggaan Bupati Yoseph Ansar Rera. Dalam setiap kesempatan disampaikan terkait upaya penataan kota termasuk dalam tahapan sosialisasi pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Sikka.

Namun demikian, pembangunan tugu-tugu itu dinilai sebagai penghalang bagi pengendara dalam berlalulintas. Seperti yang diungkapkan Calon Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus dalam sosialisasi di Kelurahan Madawat, Kota Maumere beberapa waktu lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa ada pemimpin yang hanya bangun momumen (tugu) saja.

“Untuk apa bangun Tugu MOF. Tidak ada guna itu. sudah di perempat seharusnya bebas hambatan. Sekarang sudah ada lampu merah tidak perlu lagi ada tugu di situ. Kalau mau bangun untuk keindahan kota ya bangun di tengah taman, jangan di situ. Kan sudah ada traffic light,” tandasnya.

Pernyataan Alex tersebut mengisyaratkan bahwa jika memenangi pertarungan, maka diduga kuat akan menggusur tugu tersebut dan masyarakat pecinta keindahan Tugu MOF tak lagi bersefie ria di sana.

Baca juga: “Tangkis Serangan” Soal Monumen, Ansar: Itu orang buta dan selama ini dia tidur

Rupanya pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka itu membuat geram, Drs. Yoseph Ansar Rera yang juga Calon Bupati Sikka berpasangan dengan Rafael Raga.

“Yang mengatakan tugu jadi monumen itu hanya orang buta yang baru bangun tidur. Mungkin selama ini dia tidur dan baru bangun lihat kota yang begini indah. Setiap hari orang menikmati keindahan kota ini. Bahkan orang luar bilang maumere luar biasa, kedua dari kota Kupang. Bagi saya masyarakat sudah menikmati keindahan kota,” tandas Ansar dalam sosialisasi di Desa Langir, kecamatan Kangae beberapa waktu lalu.

 

Maumere Kota Mati

Anggota DPR RI, Melchias Marcus Mekeng menyebut Maumere sebagai kota mati alias gelap gulita. Baginya, sebuah daerah yang berkembang maju harus didukung dengan penerangan listrik yang cukup.

Hal ini dimaksudkan Mekeng ketika pemerintahnya ingin membangun pariwisata di daerah. Listrik menjadi salah satu point penting yang harus dibangun disetiap sudut kota.

“Salah satu indikator kota maju harus diterangi listrik yang cukup. Masyarakat tidak takut keluar rumah pada malam hari. Maumere ini kota mati, gelap gulita pada malam harinya. Ini bukti bahwa daerah ini belum maju,” kata Ketua Komisi XII DPR RI dari Partai Golkar itu dalam beberapa kesempatan di Maumere. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *