Meski Susah Air, Siska Jawa Tetap Buka Kebun Sayur Organiknya

by -17 Views
Suara Flores

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Fransiska Jawa warga Desa Nelelamawangi 2 (Lamalaka,red) Kecamatan Ile Boleng tetap semangat dan berani membuka kebun sayur organiknya walau kesulitan air. Bersama suami, Lambert Kopong Basa mereka mampu mengelolah kebun sayur yang letaknya persis di mata jalan trans utama Ile Boleng-Pelabuhan Fery Deri Pulau Adonara meski mereka sulit mendapat pasokan air.

Ditemui Suara Flores.Net di kebun sayurnya, Minggu, 15/07/2018 sore, Siska Jawa mengaku tetap menjalankan usaha ini meski susah air. Maklum, Kecamatan Ile Boleng sendiri memang masih susah air hingga kini sejak Indonesia merdeka. Janji pemerintah sepertinya hanya tinggal janji.  Termasuk janji Bupati Flotim, Anton G.Hadjon bahwa jika rakyat Ile Boleng memilihnya maka urusan air di Ile Boleng diselesaikan hanya dalam waktu singkat.

Siska Jawa mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya membangun sumur sendiri tetapi tetap saja susah air. Bahkan, saat ini air sumurnya pun sudah kering.

“Iyah, mau bagaimana lagi pak. Kami tetap buka usaha sayur ini walau ditengah sulitnya air di Ile Boleng,” ujar Siska saat disambangi Suara Flores.Net bersama Politisi muda Nasdem, Bernard Boro.

Usaha keras Siska Jawa dan Suaminya Lambert Kopong Basa ini berkat pengalamannya selama di Malaysia memang pantas diacungi jempol. Keduanya berani menerobos sulitnya air di Ile Boleng dengan nekad membuka kebur sayur organiknya sejak tahun lalu.

Baca juga: Mgr. Ewaldus Sedu Ungkap Perasaannya Sebelum Diumumkan Sebagai Uskup Maumere

Saat ini, baru 2 jenis sayur yang ditanam yakni kangkung dan sawi bunga. Terhitung ada 20 beden jumlahnya.

Siska mengaku, pihaknya memang mau tanam lebih banyak jenis sayur holtikultura dan buka lahan lagi tapi masih terkendala air. Soal pendapatan, tambah Siska, sehari bisa mendapat Rp.90.000 sampai Rp.100.000.

“Jika borongan, maka satu beden bisa Rp.300.000 hingga Rp.400.000. Yah, lumayan untuk biayai kebutuhan rumah tangga, meski terkadang biaya beli bensin untuk pompa mesin dinamo sedot air juga lumayan besar,” ungkapnya.

Bernard Boro, kepada SuaraFlores.Net menyatakan sikap siap berjuang bersama masyarakat Ile Boleng, termasuk kaum petani untuk bangkit menuju sejahtera.

“Tentunya, infrastruktur utama seperti sarana air bersih yang selama ini melanda Ile Boleng.  Lahan-lahan tidur yang ada pasti diberdayakan dengan usaha-usaha pertanian rakyat seperti yang sedang dilakukan Ibu Siska Jawa dan Bapak Lambert Kopong ini,”pungkasnya. (Roberth/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *