NTT adalah Etalase Kebhinekaan, Hentikan Isu SARA dalam Pemilu !

by -2 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET–Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur, Melchias Marcus Mekeng mengajak seluruh masyarakat NTT agar tidak terpengaruh dengan isu SARA yang dihembuskan oknum-oknum tertentu sebagai alat politik dalam pemilu gubernur dan wakil gubernur. Bahwa NTT dibangun atas keberagaman suku, agama, budaya dan berbagai ras. NTT adalah etalase kebhinekaan, hidup dalam bingkai keberagaman yang indah dan rapih, harus terus di rawat dari hari ke hari.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Melchias Mekeng dalam kesempatan wawancara bersama SuaraFlores.Net di Capa Resort, Jalan Nai Roa, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores. (31/01).

Dia mengatakan, masyarakat tidak boleh saling membedakan berdasarkan suku, agama, ras dan antara golongan. Hal ini sudah menjadi konsensi nasional, bahwa perbedaan itu harus dihapuskan.

“Kita ini terdiri dari berbagai suku dan agama. Ada orang Flores, Lembata, Alor, Sumba, Timor, Rote dan Sabu, termasuk orang China, Jepang, yang juga menganut agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu dan  Budha. NTT harus menjadi contoh untuk daerah lain. Kita tidak memilih pemimpin agama, kepala suku atau pun kepala keluarga, tapi kita pilih kepala daerah, semua agama,” ujar Anggota DPR RI, Fraksi Golkar itu.

Baca juga: Melchias Mekeng Ajak Rakyat Dukung Viktory-Joss

Dalam proses pemilihan pemimpin baru, tentu para calon harus merangkul semua pihak, semua agama, suku, ras dan antar golongan untuk membangun NTT. Calon-calon pemimpin dan tim kerja harus menjadi pemersatu bukan menciptakan isu SARA yang memecahkan persatuan dan kesatuan.

“Ini pesan saya agar kita tetap hidup damai dan harmonis sepanjang waktu. Kita tahu kan di Pilkada DKI yang menjadi kacau karena isu SARA yang dihembuskan sekelompok orang. Saya berharap agar masyarakat tidak menjadikan isu yang menghancurkan kita,” harapnya.

Baca juga: Honing Sanny: Mari kita jaga kedamaian Flobamora di musim Politik

Masyarakat, lanjut dia, harus lebih cerdas dan rasional, mengedepankan akal sehat dalam memilih pemimpin.

“Di NTT kan Ketua DPRD nya dari saudara kita yang beragama Islam. Kita tidak merasa terganggu dengan ini. Kita bersyukur. Kita tidak ingin terjebak dengan situasi Pilkada DKI yang membuat bangsa ini tidak kondusif. Kita harus belajar berbenah untuk melihat kebhinekaan secara utuh, tidak hanya di mulut saja tapi harus nyata dan konsisten. NTT adalah etalase kebinekaan yang sangat sempurna,” tandasnya.

Baca juga: Golkar Optimis Menangi Pilbup 10 Kabupaten dan Pilgub NTT

Baca juga: Ke NTT, Jokowi: Jangan ada Kampanye Hitam dalam Pilkada

Terkait pemimpin baru, Melchias mengatakan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki potensi yang cukup besar. Kalau sektor pariwisata diperkuat maka dampak terhadap kebutuhan sangat terasa. Sebagai daerah kepulauan, rakyat butuh pemimpin yang serius dan komitmen. Dan harus fokus membangun industri-industri seperti garam, perikanan, perkebunan NTT pasti sangat maju.

Jangan dulu bermimpi industri besar, tapi harus mulai dengan industri-industri kecil yang dapat dikelolah oleh rakyat NTT. Pembangunan idustri ini harus berdasarkan potensi-potensi yang ada, sehingga berdampak langsung bagi masyarakat.

“Dua figur yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Nasdem memiliki jaringan komunikasi luas di sektor swastwa, pemerintah dan DPR. Saya kenal Pak Viktor sudah cukup lama. Dia kreatif, tidak muluk-muluk tapi pekerja keras dan memiliki keperibadian yang kuat, tegas dan berani,” ujarnya. (sfn02).