NTT Urutan ke-12 Penyakit Stroke, Waspadalah !

by -23 Views

SUARAFLORES.NET,–Stroke adalah penyakit kegawatdaruratan neurologi yang bersifat akut dan salah satu penyebab kecacatan serta kematian tertinggi di beberapa negara di dunia. Data terakhir (2016), terdapat sekitar 17 juta kasus stroke, sebanyak 6.5 juta pasien mengalami kematian dan 26 juta pasien yang masih hidup. Sementara provinsi Nusa Tenggara Timur berada di posisi ke-12 dengan angka (12.1%).

Di Kanada, Eropa, dan Jepang, Stroke merupakan penyebab ketiga terjadinya kematian dan kecacatan pada orang dewasa, sementara di Korea Selatan sama seperti Indonesia yaitu menjadi penyebab kematian nomor satu. Perbedaan ini dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari kesadaran masyarakat hingga ke tingkat pengetahuan petugas kesehatan akan pentingnya manajemen stroke pada fase akut dengan menggunakan metode reperfusi yang mutakhir.

Dewasa ini banyak orang terjangkit penyakit berbahaya ini termasuk masyarakat Kabupaten Sikka, Flores, NTT. Untuk itu, dalam rangka Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober 2019, Komunitas Sharing Informasi Kesehatan (KASIH) kembali menggelar Seminar Awam Gratis dengan topik “”STROKE: Dikenali untuk Dihindari” dengan narasumber dokter Candida Isabel Lopes Sam, Sp.S (Spesialis Saraf/Neurologist). Kegiatan dilaksanakan pada 29 Oktober 2017 jam 16.00-17.00, bertempat di Apotek AGRADECE Wolomarang, Kota Maumere. Seminar ini melibatkan semua kalangan masyarakat Kabupaten dan dihadiri ratusan orang.

Dalam seminar tersebut, dokter Candida Isabel Lopes membeberkan banyak data dan pengetahuan tentang stroke. Ia menjelaskan bahwa data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 menunjukan bahwa stroke di Indonesia merupakan penyebab kematian tertinggi diluar penyakit infeksi. Prevalensi stroke di Indonesia adalah 12.1% dimana Provinsi paling tinggi adalah Sulawesi selatan (17.9%) dan NTT berada pada posisi ke 12 dengan angka 12,1 %.

Setiap Bulan 20 Orang Diserang Stroke di T.C Hillers Maumere

Selama dua tahun (Januari 2015 – Januari 2017) terdapat 468 pasien dengan diagnosa stroke yang di rawat di RSUD T.C Hillers Maumere. Jumlah yang sangat besar untuk Kabupaten Sikka yang “hanya” berpenduduk 315.477 jiwa. Artinya setiap bulan, hampir mendekati 20 orang yang menderita Stroke dan dirawat di RSUD dr TC Hillers. Sebanyak 87% pasien bertempat tinggal di kabupaten Sikka dan 13% pasien lainnya adalah rujukan dari kabupaten lain di pulau Flores yang jaraknya kurang lebih 4 hingga 8 jam perjalanan melalui darat.dan usia penderita yang cenderung semakin muda, bahkan ada 2 orang yang terkena stroke dengan usia masih sangat muda, dibawah 34 tahun.

Faktor risiko paling banyak didapatkan pada pasien stroke yang dirawat di RSUD TC Hillers adalah Hipertensi (85%). Sementara itu Diabetes melitus didapatkan terjadi pada 13.8% dari seluruh pasien yang dirawat. Pasien yang memiliki gangguan irama jantung, atrial fibrilasi, hanya sebesar 1.8%. Padahal cardiac emboli akibat dari atrial fibrilasi merupakan salah satu penyebab utama stroke. Hal ini seringkali sulit di deteksi karena banyaknya penderita atrial fibrilasi yang bersifat paroksismal.

Stroke Dapat Dicegah

Terdapat 90% kasus stroke berhubungan dengan 10 faktor risiko utama. Apabila Anda memiliki diabetes gangguan jantung atau riwayat stroke, segera tanyakan kepada dokter mengenai faktor risiko Anda dan bagaimana mencegahnya. Sejumlah langkah berikut dapat dilakukan untuk menurunkan risiko stroke.

10 Cara Mengenali Risiko Stroke

Untuk masyarakat Kabupaten Sikka, Flores, NTT diharapkan dapat mengenali risiko yang terjadi akibat stroke. Pertama, Kontrol Tekanan Darah. Hipertensi berhubungan  hampir lebih dari setengah kejadian stroke. Periksakan tekanan darah Anda rutin dan turunkan dengan mengubah gaya hidup dan meminum obat inhipertensi untuk menurunkan risiko stroke Anda

Kedua, Latihan Jasmani Menengah 5 Kali Semiggu. Lebih dari sepertiga kasus stroke terjadi pada mereka yang tidak rutin berolah raga. Latihan jasmani derajat menengah lima kali seminggu dapat menurunkan risiko stroke Anda.

Ketiga, Konsumsi Diet Sehat dan Berimbang. Hampir seperempat kasus stroke berkaitan dengan pola diet yang tidak sehat, terutama konsumsi sayur dan buah yang sedikit. Setidaknya, asupan sayur dan buah yang disarankan sebanyak 5 mangkuk per hari untuk menurunkan risiko stroke Anda.

Keempat, Menurunkan Kolesterol. Sekitar 1 dari 4 kasus stroke berkaitan dengan kadar kolesterol “jahat” atau LDL yang tinggi. Konsumsi lemak tidak tersaturasi dan tidak terhidrogenasi dibandingkan lemak tersaturasi (digoreng, jerroan) dapat menurunkan risiko stroke Anda. Jika kadar kolesterol tidak turun hanya dengan pengubahan diet, komunikasikan dengan dokter Anda tentang obat antikolesterol.

Kelima, Pertahankan IMT atau Rasio Pinggang/Panggul Sehat. Hampir 1 dari 5 kasus stroke berhubungan dengan obesitas. Segera mulai program penurunan berat badan apabila rasio lingkar pinggang dengan panggul melebihi 0,9 (laki-laki) atau 0,85 (perempuan). Penurunan berat badan dapat menyelamatkan Anda dari berbagai penyakit.

Keenam, Hentikan Merokok dan Jauhi Paparan Asap. Lebih dari 1 dari 10 kasus stroke berkaitan dengan rokok. Ini juga berlaku untuk perokok pasif. Menghindari paparan rokok dapat menurunkan risiko stroke Anda. Mulai sadari asap rokok di lingkungan sekitar Anda.

Ketuju, Menurunkan Konsumsi Alkohol. Lebih 1 juta kasus stroke per tahun disebabkan oleh konsumsi alcohol berlebihan. Hindari mengonsumsi lebih dari 2 gelas alcohol per hari untuk laki-laki dan satu gelas untuk perempuan agar menurunkan risiko stroke Anda.

Kedelapan, Kenali dan Atasi Fibrilasi Atrium. Irama jantung yang tidak teratur atau gangguan jantung lainnya menyumbang 9% kasus stroke. Komunikasikan dengan dokter mengenai pengobatan yang sesuai untuk menurunkan risiko stroke Anda.

Kesembilan, Diabetes Melitus. Bersama-sama dengan faktor risiko lain, diabetes meningkatkan risiko stroke. Dengan menurunkan risiko terjadinya diabetes, Anda juga menurunkan risiko stroke. Apabila Anda telah memiliki diabetes, komunikasikan dengan dokter mengenai pengobatan yang sesuai untuk menurunkan risiko stroke Anda.

Kesepuluh, Penghasilan dan Pendidikan. Di seluruh dunia, akses pendidikan dan informasi kesehatan yang rendah berhubungan dengan stroke. Kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan semesta memiliki dampak positif terhadap penyakit stroke dan penyakit tidak menular lainnya. (yanes/sft).