Pantai Pasir Merah Ile Boleng, Manjakan Mata

by -18 Views

LARANTUKA,-SUARAFLORES.NET,-Satu lagi destinasi wisata pantai di Lereng Kaki Gunung Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. Namanya Wera Mean atau Pantai Pasir Merah. Panoramanya indah menawan seperti seorang gadis cantik berkulit merah, yang sangat memanjakan mata para lelaki tatkala memandangnya.

Pantai Wera Mean yang belum dikelolah menjadi obyek wisata. Tampak warga sedang mengunjunjungi pantai Wera Mean menikmati keasrian alam pantai yang berpasir merah.

Pantai Wera Mean (Pasir Merah,red) letaknya di antara Pulau Adonara-Pulau Lembata, yakni Selat Adonara, di sekitar areal arus Watowoko yang terkenal buas dan garang. Pantai Wera Mean yang masuk dalam kawasan Desa Nobo (Nelereren,red) meski panjangnya kira-kira 200-an meter diapiti bebatuan laut, namun daya tariknya sangat tinggi.

Selain pasirnya yang kemerahan, lautnya juga bersih dan kaya ikan serta biota lainnya.Sangat baik pula untuk melakukan penyelaman.”Yah, sangat Indah dan eksotik. Ketika melihatnya dari atas bukit ke arah pantai, dengan latar lautnya yang biru, terus ke Pulau Lembata yang cantik sungguh sangat menyegarkan jiwa dan pikiran,”sebut Bernard Boro Tupen dan Hans Lamapaha, saat bersama Suara Flores.Net mengunjungi Pantai ini beberapa waktu lalu.

Menurut Bernard Boro, warga Ile Boleng, Pantai Wera Mean memang punya daya tarik yang unik karena pasirnya berwarna merah. Dan, sejak dulu sudah dikenal luas.

Baca juga: Emmy Hafild Kagum Keindahan Alam Flores Timur

Baca juga: Pulau Flores “Surga yang Jatuh ke Bumi”

“Banyak orang kerap datang bermain dan berwisata. Meski letaknya agak sulit dijangkau langsung dengan kendaraan roda 2 dan 4, tapi orang tetap senang datang. Oleh karena itu, Pemerintah dan Masyarakat Desa Nobo, saat ini tengah membangun Jalan Wisatanya dengan Dana Desa tahun 2018 yang diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke depan,”ujarnya.

Dikatakannya, obyek wisata unik ini memang belum dikelolah dengan baik hingga kini sebagai salah satu sumber pendapatan desa. “Memang saat ini ada Kelompok Orang Muda Nobo yang sedang memanfaatkannya untuk menangkap ikan lalu berjualan makanan dan minuman. Sehingga, mudah-mudahan kedepan sudah bisa dikelolah dengan baik,”tambahnya.

Sementara iitu, Hans Lamapaha berharap, ada investor yang bisa masuk untuk mengelolah obyek wisata yang sangat luar biasa ini. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *