Patahana “Ditembak,”Bau Engo: Itu sudah biasa!

by -18 Views

MBAY, SUARAFLORES.NET,–Dalam setiap momentum pilkada, calon bupati patahana selalu menjadi “sasaran tembak” para kompetitornya. Menurut tokoh politik Golkar, Cherylus Bau Engo, hal itu sudah biasa.

“Dalam kontestasi pilkada, patahan ibarat pohon. Makin tinggi, makin kencang ditiup angin. Sudah biasa, semua kegagalan patahana pasti diangkat kepermukaan,” kata Bau Enga, kepada Suaraflores.net, Rabu (17/1/2017) di Mbay, menjawab kritikan kepada Bupati Nagekeo, Elias Djo yang kini kembali maju

Menurutnya,  lebih parah lagi jika ada keberhasilan, maka dinilai keberhasilan kita atau kami, dan jika terjadi kegagalan, maka itu adalah kegagalan bupati ungkap.

Ditegaskannya, pihak yang menyelenggarakan pembangunan segala bidang di daerah bukan hanya bupati. Semua pemangku kepentingan seperti bupati, wakil bupati, DPRD, perangkat daerah bahkan seluruh rakyat yang suaranya terwakili oleh DPRD.

Baca juga: Elias-Vasi Jadi Idolah Rakyat Nagekeo

“Kalau ada yang mengatakan bahwa kegagalan hanya kesalahan bupati itu terlalu naif. Masyarakat sekarang sudah pintar-pintar menilai,”tegas tokoh masyarakat Boawae ini.

Dovan Seda, Relawan Elias Djo Servas Podi, sebagai orang muda ia sudah mengerti politik ia menegaskan bahwa semua yang dijalankan Bupati Elias Djo tidak semuanya salah. Elias Djo sudah berbuat dan terbukti banyak prestasi yang diraih.

Baca juga: Politik Selalu Dinamis Mengikuti Perkembangan Jaman

“Kami mau Elias Djo yang kini berpasangan dengan Servas Podi melanjutkan pembangunan Nagekeo lima tahun ke depan. Dia sudah terbukti bekerja membangun Nagekeo,” tegas Dovan.

Baca juga: AHP: Nagekeo untuk PAK, Tidak Ada Oknum Lain

Saat ini, lanjut Dovan, sebagai relawan Elias-Vasi, ia bersama gerbong orang muda Nagekeo, siap memenangkan Elias-Vasi untuk melanjukan pembangunan lima tahun ke depan.

“Kami gerbong orang muda sepenuhnya mendukung Paket Evas dan siap memenangkan Paket Elias-Vasi. Bagi kami, Elias sudah berbuat dan terbukti, banyak prestasi yang diraih,’ relawan yang berasal dari  Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa ini. (Frumen Wegu/sft)