Penegrian UNIPA Masuk Program Kerja Politik, Ini Penjelasan Tim Alex-Stef

by -17 Views
Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Upaya Alex Longginus untuk menegerikan Universitas Nusa Nipa (Unipa) terus dilakukan. Hal ini kembali terdengar dalam pilkada kabupaten Sikka 27 Juni 2018, 7 hari lagi yang dikampanyekan oleh Calon Bupati Sikka, Alexander Longginus dan Calon Wakil Bupati Sikka, Fransiskus Stefanus Say (paket Alex-Stef). Menegrikan Unipa pun menjadi program politik yang utama bagi Alex-Stef dari 22 program kerja yang sedang dikampanyekan.

Tim kampanye politik Alex-Stef, Stef Sumandi menjabarkan alasan penegrian Unipa masuk program utama pasangan calon yang diusung PDIP, Gerindra dan PAN itu.

Dijelaskan bahwa paket Alex-Stef memprogramkan penegerian Unipa karena merupakan kehendak rakyat yang menjadi bagian dari filosofi GEMBIRA. Tugas pemerintah daerah memfasilitasi proses itu dengan sungguh-sungguh.

Adapun kewenangan daerah dalam mendukung proses penegerian Unipa, antara lain membuka akses jalan menuju lokasi yang akan dibangun kampus Unipa mendatang yakni di Patisomba. Karena itu sangat sinergis ketika Alex-Stef juga memprogrampkan kelanjutan pembangunan jalan lingkar luar.

Untuk diketahui bahwa hingga saat ini, bidang tanah seluas 30 hektar di Patisomba belum disertifikat atas nama pemda. Proses sertifikat tanah itu harus ada kerja serius dari pemda mendukung penegerian Unipa. Sebab salah satu syaratnya adalah lokasi yang hendak dihibahkan itu harus milik pemda yang dibuktikan dengan sertifikat atas nama pemda Sikka.

Pemerintah, lanjut Stef Sumandi, pada dua periode terakhir tidak serius urus proses penegerian Unipa. Salah satu bukti, bidang tanah lokasi yang akan dihibahkan itu sampai saat ini belum disertifikat.

Baca juga: Brasil Tak Akan Juara Piala Dunia 2018, Mengapa?

Selanjutnya, untuk penegerian PTS di NTT, terakhir tinggal tunggu arahan presiden.

“Hemat saya, dengan memprogramkan itu akan memberi kemudahan komunikasi Alex-Stef dengan presiden. Bahwa rakyat dan pemda Sikka mengharapkan sungguh Unipa dinegerikan. Lebih mudah bagi pak Alexander Longginus mengkomunikasikan dengan presiden. Selain sejalan dengan program nawacita terkait peningkatan kualitas SDM, ada hubungan ideologis sebagai sesama kader PDI perjuangan serta ada hubungan emosional semasa sama-sama menjadi kepala daerah (bupati sikka dan wali kota Solo),” tandas Stef Sumandi yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sikka saat dihubungi SUARAFLORES.NET melalui pesan WhatsApp di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Selasa (19/6/2018).

 

Lebih Untung UNIPA Jadi BLUD

Wakil Bupati Sikka, Drs, Paolus Nong Susar yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Sikka berbeda pandangan politik terkait upaya penegrian Unipa. Sejak lama, sebelum tahapan Pilkada Sikka dimulai, Nong Susar mengatakan upaya penegrian Unipa tidak memberi keuntungan besar bagi rakyat Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Karena itu, Nong Susar mengajak semua pihak yang berupaya menegerikan Unipa, mengurungkan niat dan segera berpikir, berjuang agar kampus terbesar di Sikka itu menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Tidak ada keuntungan besar bagi daerah kalau kita berjuang Unipa jadi negeri, Kampus pasti  dikelolah oleh pemerintah pusat dan kita jadi penonton. Karena semua hal/kebijakan ditentukan oleh pusat, termasuk perekrutan tenaga serta pertanggungjawaban keuangan. Saya mengajak semua pihak, mendukung perjuangan Badan Layanan Umum Daerah Unipa,” ajak salah satu pendiri Partai Gerindra Kabupaten Sikka itu dalam beberapa kesempatan diskusi di Maumere beberapa waktu lalu.

Nong Susar menjelaskan bahwa daerah dipastikan mendapat keuntungkan dari banyak sisi. Langkah tepat itu, tambah dia, harus segera dilakukan disaat banyak orang berpikir tentang perubahan di dunia pendidikan dan transparansi pengelolah keuangan pendidikan Unipa.

Baca juga: Viktory-Joss Tidak Akan Main Copot Pasang Birokrat, Siap Beri Reward and Punishment

Nong Susar pun telah mensosialisasikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan termasuk saat kegiatan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Kangae beberapa waktu lalu. Sejumlah masyarakat merespon positif tawaran tersebut, termasuk beberapa Anggota DPRD Sikka yang hadir saat itu.

“Saya mengajak kita semua berpikir, berjuang bersama agar UNIPA menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Lebih baik BLUD daripada dinegerikan” tandasnya.

Faustinus Vasco, Anggota DPRD Sikka yang disebut Nong Susar, hadir saat Musrenbang di Kecamatan Kangae. Kader PKPI ini menyatakan dukungan penuh atas tawaran Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar.

Bagi Vasco, sangat tepat Unipa menjadi BLUD daripada dinegerikan. Menurutnya, BLUD dilakukan berdasarkan statuta. Segala urusan akan lebih muda karena hanya melalui DPRD ketimbang dinegerikan yang melalui pemerintah pusat.

“Semua pasti lebih transparan. Laporan keuangan diaudit dan diketahui semua masyarakat yang  diperoleh setiap tahun anggaran. Kalau dikelolah oleh pusat, semua pertanggungjawabannya ke pusat. Unipa jadi asset pusat dan proses pengelolaan dibawa kendali Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi” kata mantan Kepala Desa Habi, Kecamatan Kangae itu. (sfn02/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *