Penutupan TNK, Media Pariwisata Usulkan Pola Zonasi

by -13 Views
Komodo di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.(*)

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Wacana mengenai penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Komodo hingga saat ini masih menjadi diskusi hangat di tengah publik NTT. Salah satunya, media-media pariwisata di NTT, sebut saja FORTUNA. Menurut Pemimpin Redaksi Majalah FORTUNA, Fidelis Nogor, jikalau wacana penutupan jadi dilakukan, maka perlu ada pola zonasi.

“Wacana ini terus hangat dibicarakan. Hanya kita tetap menunggu hasil rapat TIM TERPADU lintas stakeholders lintas kementerian yang hasilnya akan disampaikan lagi Juli 2019 nanti. Gagasan Gubernur NTT ini sejujurnya cerdas dan bagus dari sisi konservasi dan juga kepentingan evolusi genetik Satwa Komodo itu sendiri. Hanya mungkin waktunya tidak setahun tetapi minimal 3 tahun ditutup. Usul kita, kalapun nantinya TNK ditutup, maka harus tetap menggunakan pola zonasi. Tidak serentak semua pulau yang dihuni satwa ini ditutup tetapi ditutup bertahap,” kata Fidel Nogor, kepada Suaraflores.Net, Senin (4/3/2019) melalui ponselnya.

Dikatakan pengusaha muda yang sukses ini, tiga tahun pertama tetap Pulau Komodo yang lebih dahulu dikonservazi, tahun kedua Pulau Rinca dan seterusnya. Hal ini, menurut dia, erat kaitannya dengan kepentingan penjabaran KSPN yang mana Labuan Bajo menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas Indonesia yang sudah didukung dengan banyak kebijakan pembangunan yang luar biasa gencar.

Saat ini, lanjut Fidel, minat kunjungan ke Labuan Bajo juga dikabarkan tinggi sekali dan lagi bergairah. Wacana ini tidak boleh membuat para pelaku wisata mati langkah karena sama sekali tidak mengganggu urusan kepariwisataan. Paket wisata yang dijual ke Labuan Bajo juga mestinya tetap menawarkan jadwal kunjungan ke pulau-pulau yang ada komodonya, sehingga para calon wisatawan tidak merasa bahwa mereka dikibuli.

“Kalau paket wisatanya dijual untuk datang lihat komodo ditutup total, masih ada pilihan pulau lain liat komodo di Rinca dan lain-lain. Ini mungkin teknis saja tetapi wajib dipertimbangkan mengingat sudah begitu banyak dana yang digelontorkan untuk pembangunan lintas sektor di Labuan Bajo Manggarai Barat. Kalau harus lesu pariwisatanya karena penutupan TNK secara total ini ya kasian dong bandara mahal-mahal dibangun dan banyak pesawat besar yang baru mulai aktif harus hentikan rute penerbangan ke Labuan akibat penumpang sepi karena penutupan ini,” katanya sambil menambahkan, apapun rasionalisasinya tetap TNK dan komodo menjadi alasan utama orang atau wisatawan mau berkunjung ke Labuan Bajo. (bkr/sfn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *