Perempuan Miskin Menangis Saat Wabup Agus Boli Masuk Gubuknya yang Reot

by -16 Views
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli saat berada dalam dapur rumah Ina Bengan, Minggu (24/3/2019) malam.

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Mama Bernadete Bengan Dorok, yang biasa disapa Ina Bengan (53) adalah seorang warga miskin di Desa Hinga, Kelubagolit, Flores Timur, NTT. Ia merasa terkejut tak percaya saat didatangi Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,SH, Minggu, (24/3/2019) malam. Ia mengaku seperti terbangun dari mimpi saja saat dirinya yang hidup miskin bersama 2 orang anaknya dalam rumah yang reot dikunjungi seorang wakil bupati.

“Terus terang Pak, saya seperti terbangun dari mimpi saja. Tiba-tiba orang seperti Bapak Wakil Bupati Agus Payong Boli bisa datang ke rumah saya yang reot ini dan kunjungi orang miskin seperti saya ini. Saya sampai menangis Pak,”ujar Ina Bengan spontan saat ditemui SuaraFlores.Net, Rabu, (27/3/2019) pagi sekitar pukul 10.00 Wita untuk mengkonfirmasi blusukan Wabup Agus Boli ke rumahnya. Ina Bengan bahkan berceritra kalau dirinya sama sekali tidak pernah diberitahu sebelumnya ihwal kedatangan Wabup.

“Saya saat itu sedang sibuk di belakang rumah, tiba-tiba saja saya dengar suara orang memanggil nama saya Ina Bengan, lalu saya ke dalam rumah. Di situ baru saya kaget kalau ada Bapak Wabup Agus Boli bersama beberapa orang lagi yang menemaninya. Bapak Wabup langsung bersalaman dengan saya. Dia pun langsung ke dapur dan membuka Panci yang ada di tungku. Lalu, menanyakan ada beras atau tidak? Beliau pun bahkan sempat memeriksa keadaan kamar tidur Kami dan bagian rumah lainnya,”beber Ina Bengan, lagi.

Saat itu, kisah Ina Bengan, Wabup Agus Boli sempat menitikan air mata dan membuat suasana batinnya haru, sedih tapi juga bangga memiliki orang pemimpin yang punya pikiran dan jiwa besar seperti Agus Boli.

“Saya sampai bilang dalam hati kalau ini jalan Tuhan menunjuk seorang pemimpin berhati mulia untuk datang mengunjungi kami orang susah. Dan ini benar-benar membuktikan kalau suara rakyat adalah suara Tuhan,”pungkas Ina Bengan penuh semangat.

Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Surya Mandala Waiwerang 1995 itu, hidup susah bersama 2 orang anaknya, dengan hanya mengandalkan pekerjaan menenun sejak tahun 1995 ketika tamat SMA. Ia tinggal di rumah tua milik warga yang pergi merantau.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam kunjungannya itu, Wabup Agus Boli lebih banyak menanyakan keadaan rumah, usaha menenun dan juga berdialog tentang bagaimana dirinya berjuang hidup sampai menyekolahkan 2 orang anaknya hingga ke jenjang SMA.

“Beliau juga memberikan motivasi dan nyatakan niatnya untuk membantu Kami. Kebetulan selama ini, banyak kain tenunan kami sudah dibeli olehnya melalui Ibu Siska Lamapaha. Nah, seperti hari ini, ada Ibu Siska Lamapaha yang datang membawa uang hasil jualan kain tenunan kami beberapa waktu lalu yang dipesan Bapak Agus Boli,”tambahnya lagi.

Dirinya bersama Kelompok Tenun Sukun Puken pun merasa semakin kuat dengan kunjungan Wabup kali ini. Ina Bengan mengaku, jika menenun adalah pekerjaan pokoknya setiap hari. Ia hanya bisa menenun untuk hidup dirinya bersama 2 orang anaknya. Modal untuk menenun pun dari Kelompok Sukun Puken. Bantuan apapun dari pemerintah tidak pernah diperolehnya.

Sementara itu, Wabup Agus Boli kepada Suara Flores.Net mengatakan, dirinya mendatangi Mama Bengan karena hidupnya sangat susah. Ia tidak memiliki rumah. Dia hanya hidup menumpang di rumah orang yang ditinggalkan merantau.

“Saya juga bantu kebutuhannya seperti beras, kopi, gula dan lainnya semampu saya. Betul, kalau Saya saat itu juga cek di dapurnya, ternyata tidak ada yang dimasak malam itu karena beras tidak ada, karena itu saya bantu beras,”ungkap Wabup Agus Boli.

Terkait kebutuhan rumah layak huni, Wabup Agus Boli menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Flores Timur akan membantunya. Tentunya, melalui dinas teknis. Apalagi, Ina Bengan sendiri ternyata pernah didata sejak tahun 2014 untuk mendapatkan bantuan perumahan tapi hingga kini belum direalisasikannya.

Sementara itu, Siska Lamapaha yang dikonfirmasi terkait kunjungan Wabup itu menyampaikan jika dirinyalah yang memfasilitasi. “Iyah, ini saya yang fasilitasi supaya warga yang hidupnya susah seperti ini bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah sebagai abdi masyarakat agar terciptanya rasa keadilan pembangunan. Sangatlah ironis jika Ina Bengan setiap kali ada pendataan warga penerima bantuan, seperti dana perumahan Anggur Merah dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak pernah ia dapatkan.

Dia mencontohkan program rumah Anggur Merah ketika jaman Gubernur NTT Frans Lebu Raya berkuasa, ia tidak mendapatkan rumah tersebut, padahal ia sudah didata dan menyiapkan 3 rate pasir. Akhirnya, ia tidak bisa membangun rumah karena dana bantuan itu tidak ada. “Inikan tidak adil. Apalagi, dia juga warga negara yang sah. Ikut pemilu terus, bahkan juga memilih Kepala Desa,” protes Siska.

Ia berharap, tidak hanya Wabup Agus Boli, tetapi semua tingkatan pemimpin dari Presiden Jokowi, Gubernur Viktor Laiskodat, Bupati Anton Hadjon, hingga Kepala Desa dalam memimpin harus ada pemerataan keadilan pembangunan bagi orang-orang susah seperti Ina Bengan ini. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *