Perlu Dibuka Jaringan Internet di Daerah Rawan Bencana

by -17 Views
Suara Flores

SUARAFLORES.NET – Upaya pemerintah dalam pembangunan atau pemasangan jaringan internet di daerah penting memperhatikan titik-titik rawan bencana. Hal ini perlu dilakukan agar memudahkan warga  di lokasi bencana atau petugas penanggulangan bencana saat terjadinya bencana.

Demikian hal ini disampaikan oleh warga Desa Kloang Popot, Kecamatan Doreng, Liberius Langsinus alias Bung Sila saat mengikuti kegiatan Seminar Nasional Merajut Nusantara yang berlangsung di gedung Sikka Convention Centre (SCC), (13/2/2018). Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerjasama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dengan Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira. Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dan ratusan peserta dari sejumlah desa dan sekolah di Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Bung Sila menjelaskan, Kabupaten Sikka masuk kategori daerah bencana. Selain ada dua gunung berapi yakni Gunung Egon dan Gunung Rokatenda, daerah ini pun sering dilanda bencana lainnya. Untuk dua titik daerah gunung berapi hingga saat ini belum ada jaringan internet yang memadai sehingga ketika terjadi bencana maka warga atau pun petugas sangat kesulitan untuk berkomunikasi atau berkoordinasi.

“Tahun 2016, saya pernah bersurat kepada Presiden Jokowi terkait saudara-saudari kita di daerah bencana. Mereka sangat kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Begitu juga para petugas penanggulangan bencana di lokasi pun sangat kesulitan karena tidak ada jaringan internet. Sayangnya yang dibangun hanya di Habi Bola, sedangkan di Mapitara dan Palue belum dibangun. Saya berharap ini harus segera dibangun,” ujarnya.

Baca juga: Oswaldus Ajak Rakyat NTT Menangkan Jokowi-Amin

Baca juga: Pro Kontra Pembangunan Gedung Baru DPRD Flotim Makin Kencang

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan itu menjelaskan, saat ini akses internet menjadi sebuah kebutuhan wajib. Internet jauh lebih memudahkan publik dalam berbagai bidang pelayanan publik yakni bidang kesehatan, bidang pendidikan dan termasuk penanggulangan bencana di daerah-daerah rawan bencana.   

Untuk daerah rawan bencana, lanjut Anang Latif, menjadi salah satu bidang yang prioritas bagi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi. Sejauh ini, kata dia, pihaknya selalu membangun komunikasi dan koordinasi dengan BNPB bahwa akses internet di daerah bencana sangat penting dan harus segera dibangun.

“Kami mau sampaikan bahwa kadang-kadang data-data lokasi bencana tidak kami terima. Padahal banyak sekali daerah rawan bencana yang harus dibuka akses internetnya. Ini sangat penting karena kadang petugas penanggunglangan bencana sangat kesulitan untuk membuat laporan atau hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Intinya bahwa semua keluhan tolong disampaikan kepada kami agar bisa diatasi dengan cepat,” jelasnya.

Baca juga: Pajura, Cara Komunitas Marapu Lakukan Pembersihan Diri

Baca juga: Pemilu dan Lemahnya Agenda Pemberantasan Korupsi

Hal lain disampaikan Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira bahwa untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan internet termasuk di daerah bencana maka harus adanya dukungan data yang benar. Ia mengharapkan kerjasama yang baik dengan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan data terkait titik-titik yang harus segera dibuka jaringan internet.

Ia mengatakan, keluhan-keluhan masyarakat bisa diatasi ketika ada data yang benar dari daerah. Pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo setempat diharapkan bisa menyampaikan data agar diteruskan ke Kementerian Kominfo. “Kalau tidak ada data yang lengkap maka kita pasti kesulitan. Tapi kalau ada usulan yang didukung dengan data yang lengkap maka pasti diberikan sarana jaringan intertenetnya,” tandas Andre Pareira. (sfn02).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *