Pileg 2019 di Flotim Masih Tegang, Banyak Incumbent Tumbang

by -13 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Rekaman sementara Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) tingkat Kabupaten Flotim tahun 2019, masih menyisahkan sejumlah teka-teki politik yang menegangkan. Terutama, terkait dugaan aksi politik uang, manipulasi suara atau salah hitung suara di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), hingga diprediksi banyak Caleg Incumbent yang tidak lolos.

Bahkan, yang paling seru adalah pertarungan internal sesama Caleg dengan perbedaan suara yang sangat tipis, hingga memaksa pleno perhitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berjalan sangat alot. Sebagaimana informasi yang disadap langsung Suara Flores.Net di Daerah Pemilihan (Dapil) Flotim 4 (Kelubagolit, Witihama dan Adonara), serta Dapil Flotim 5 (Ile Boleng dan Adonara Timur) sejak dimulainya Pleno PPK, Selasa, (23/04/2019) sampai Kamis, (25/04/2019) malam. saling klaim kemenangan masih sangat ketat terjadi di lapangan.

Tim pemenangan pun terus bergerilya mencari data-data yang masih tercecer di salinan format C1 KWK. Sementara, hasil perhitungan suara di TPS pun ada yang mulai ditempel, dan ada juga yang belum. Hasil yang sudah ditempel pun, terlihat banyak coretan yang menimbulkan tafsiran serta dugaan politik lain. Pada hari pertama pleno, misalnya di PPK Ile Boleng langsung diprotes hasil perhitungan suara di TPS 01 Desa Lambayung, oleh Saksi Partai NasDem karena ada dugaan terjadi pelanggaran Pemilu secara serius, sistematis dan masif.

“Misalnya, total suara Caleg DPR RI Nomor 4 dari PDIP yang sebenarnya 58 tapi ditulis 458, Suara Caleg DPRD Kabupaten Nomor 1 dari PKB 12 ditulis 14, Partai Demokrat secara akumulatif 22 suara, ditulis 12, HANURA akumulatif 46 suara ditulis 45 serta daftar hadir yang jumlahnya 234 tapi ditulis 235. Ini Kami sikapi secara serius, sehingga diminta untuk dipending pleno penetapannya,”ujar Evan Ile Ratu, Saksi Partai NasDem saat ditemui Suara Flores.Net.

Ia mengaku sangat terkejut dengan kejadian ini. Apakah karena ada unsur sengaja lalai dan niat untuk buat pelanggaran, pihaknya meminta untuk disikapi secara serius. Hal yang sama dengan informasi yang dihimpun terkait ‘perang politik serius’ di internal sesama Caleg Partai Amanat Nasional (PAN), Dapil Flotim 5 yang memanas saat dimulainya Pleno PPK Adonara Timur. Pasalnya, persaingan suara di antara kedua kubu sangat ketat dan berimbang. Masing-masing saling klaim menang. Dan, adu kuat ini terus jadi debat politik terpanas saat ini di Adonara Timur, yang menentukan siapa yang bakal lolos ke Bale Gelekat Flotim nanti.

Demikian juga di internal Partai NasDem, Dapil Flotim 5. Meski hanya ‘Perang dingin’ sesama Caleg dan tim lapangan, tetapi cukup menegangkan hingga kini mewarnai Pleno PPK Adotim dan Ile Boleng. Satu lagi yang paling seru adalah ‘tarung tegangan tinggi’ sesama Caleg PDIP Kabupaten Flotim, Dapil 4 Kelubagolit. Witihama dan Adonara. Pasalnya, Caleg incumbent 2 periode, di luar dugaan disalip Caleg penantang baru sangat tipis hanya satu suara dari data C1 KWK yang masuk. Dan, ini langsung menaikan tensi politik di kandang partai berlambang Banteng Moncong Putih itu. Konsentrasi masing-masing Tim Caleg pun terus bergerak naik mengawal Pleno di PPK Witihama. Meski demikian, diyakni fakta politik ini tidak bisa berubah lagi.

“Kami sangat yakin fakta politik ini final. Kami unggul satu suara. Dan, ini sudah diuji berulang kali dari data C1 KWK Partai,”ujar salah satu Tim Kuat Caleg PDIP Nomor 1 Dapil 4 yang tak mau ditulis identitasnya. Ketegangan politik pasca Pileg juga terjadi di Desa Sagu Kecamatan Adonara. Namun, ini bukan hanya melanda para Caleg, namun menimpa rakyat. Dimana, publik dikejutkan oleh aksi penutupan Pasar Sagu ditutup oleh pemilik lahan tanpa adanya alasan yang jelas. Apakah bermotif politik atau bukan.

Lepas dari semua ketegangan ini, namun yang paling menghiasi ruang debat publik adalah bertumbangan banyak Caleg Incumbent di Flotim. Dari 30 Anggota Dewan Flotim, baru 9 orang yang saat ini dalam posisi kuat untuk bisa duduk kembali di Gedung Bale Gelekat, 2019-2024.

“Iyah, harus diawasi terus pleno PPK saat ini. Panwascam juga diminta terus fokus awasi setiap proses tahapan, termasuk format-format isian, juga harus dicek secara teliti. Karena jangan sampai ada manipulasi, duplikasi angka dan tandatangan Petugas KPPS hingga para saksi,” ungkap Stef Tupen, salah satu Tim Partai Gerindra Ile Boleng kepada Suara Flores.Net, Rabu, (24/04/2019) siang, di Waiwerang. Padahal, rangkuman lapangan media ini, sejak saat awal hari ‘H’pencoblosan, 17 April 2019 pagi di Kota Larantuka berjalan sangat kondusif dan nyaman. Para pemilih terlihat tenang membagi waktu coblos, berdoa dan melayani para tamu peziarah Semana Santa yang mulai berdatangan.

Bahkan, lebih jauh, di TPS 01 Pohon Sirih, sebagai TPS yang berada di ‘jantung’ ziarah Semana Santa terlihat berjalan lancar dan ramai. Sebagaimana yang disampaikan, salah seorang warga, Hendrikus Riberu, saat ditemui Suara Flores.Net, pagi itu.”Iyah, Kami tetap aman dan lancar coblos, meski baru dimulai pukul 08.30 Wita. Maklum, warga juga masih layani peziarah yang mulai berdatangan,”ujarnya. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *