Pilgub NTT, Pertarungan Parpol Jokowi dan Kubu Prabowo

by -23 Views

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,-Pilkada gubernur NTT 2018 merupakan pertarungan dua kubuh yang berseteru di blantika politik nasional, yaitu Prabowo Subiyanto dan Joko Widodo. Partai-partai politik yang membangun koalisi mengusung calon gubernur NTT saat ini mencerminkan garis politik pusat mengalir ke daerah.

Menurut pemerhati politik dan praktisi hukum jebolan Universitas Hasanudin Makasar, Mikael Marut, SH, warna politiknya terlihat jelas, dimana partai pendukung Prabowo Subiyanto pada pilpres 2014, yakni Gerindra, PKS, PPP dan PAN dan Demokrat memberikan dukungan kepada Cagub Esthon Foenay-Christian Rotok dan Benni Kabur Harman-Benni Litelnoni. Partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk mendukung Prabowo, kecuali Golkar yang kemudian bergabung dengan Joko Widodo setelah pilpres. Golkar lebih memilih mendukung pemerintah dari pada menjadi partai oposisi.

Sementara itu, kata Marut, parpol-parpol Koalisi Indonesia Baru (KIB) pendukung Joko Widodo pada pilpres 2014, yaitu PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI di tambah Golkar memberikan dukungan kepada Cagub Viktor Laiskodat- Josep Nae Soi dan Marianus Sae-Emilia Nomleni. Meski sedikit beda, dimana PPP memilih bergabung dengan Viktor-Joss dan PKPI memberikan dukungan kepada Benni Kabur Harman, namun loyalitas kedua partai ini akan berubah pada Pilpres 2019, dimana PKS dan PPP memberikan dukungan kepada Prabowo yang saat ini digadang maju kembali, sementara PKPI akan mendukung Joko Widodo pada pilpres 2019.

“Pilgub NTT kali ini warnanya sangat kental dengan pertarungan pilpres 2014 dan pilpres 2019 mendatang. Emosi dan semangat politiknya sangat menggambarkan pertarungan dua tokoh nasional yaitu Prabowo Subiyanto dan Joko Widodo. Saya bisa prediksikan bahwa Prabowo akan kembali maju demikian Jokowi. Partai-partai pendukungnya pun akan kembali bersatu dalam pilpres 2018 nanti. Ini pilgub beraroma pilpres 2019,” kata Marut kepada Suaraflores.net, di Jakarta, Senin (23/4/2018.

Baca juga: Andre Garu: Mari Tolak Politisi Partai yang Memecah Belah Bangsa

Melihat dinamika politik Pilgub NTT, lanjut marut, pilihan rakyat diperhadapkan pada dua figur Prabowo dan Jokowi. Jika rakyat mendukung cagub yang parpolnya mendukung Prabowo, maka pilihannya jatuh pada Esthon Foenay dan Beni Kabur Harman. Dan jika sebaliknya rakyat masih mau mendukung Jokowi maka pilihannya adalah Marianus Sae dan Viktor Laiskodat. Dari dua calon yang diusung partai-partai pendukung Jokowi, Marianus Sae yang diusung PDIP dan PKB kini terjerat kasus korupsi dan berada dalam tahanan KPK. Oleh karena itu, pilihan rakyat pendukung Jokowi tinggal satu, yaitu Viktor Laiskodat.

“Jika saja beberapa waktu lalu, Marianus Sae tidak terjerat KPK, maka pilihan rakyat pendukung Jokowi adalah Marianus Sae dan Viktor Laiskodat. Nah, ketika Marianus sudah ditahan KPK, maka pilihannya hanya Viktor jika rakyat masih menghendaki Jokowi yang akan kembali maju periode kedua,” kata putra Manggarai, Flores ini.

Demi kelanjutan program Joko Widodo di NTT, tambahnya, maka sangat penting pilihan rakyat jatuh figur calon yang siap melanjutkan program Jokowi. Selain program Jokowi, jika calon yang menangkan dari kubuh Jokowi, maka sudah pasti program-program gubernur terpilih akan berjalan mulus karena mudah dikomunikasikan di pemerintah pusat ketika Jokowi menjadi presiden.

“Pak Jokowi sudah pasti maju. Peluang Jokowi sangat besar untuk kembali menjadi presiden. Oleh karena itu, jika calon gubernur terpilih dari parpol pengusung Jokowi, maka program-program besar membangun NTT pasti lebih mudah diperjuangkan melalui parpol-parpol tersebut,” tutupnya sembari berharap rakyat NTT tidak terjerat dalam belenggu suku dan agama (SARA) jika ingin NTT berkembang lebih cepat. (bkr/sft)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *