Pilkada Ende, Dandim Ende Harap Kedua Tim tidak Mendahului Proses

by -7 Views
Suara Flores

ENDE, SUARAFLORES.NET – Komandan Kodim 1602 Ende, Letnan Kolonel Kavaleri Suteja menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Ende tetap tenang menunggu rekapitulasi perolehan suara pemilihan bupati dan wakil bupati yang dirilis KPU Kabupaten Ende. Ia meminta agar kedua tim pendukung, Marsel-Djafar dan Don Wangge – Munawar Ahmad tetap tenang dan tidak saling menuding tanpa mengantongi data yang valid.  

Suteja berharap agar warga tidak menunjukan perilaku provokatif terkait dengan pelaksanaan hasil hitung cepat oleh media maupun lembaga surveri lainnya.

“Kami berterima kasih atas peran serta seluruh pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya pada pencoblosan pilkada di kabupaten Ende, 27 Juni 2018. TNI/Polri menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak berprilaku provokatif menunggu hasil yang akan diumumkan KPU,” ujar Suteja kepada SUARAFLORES.NET melalui pesan WhastApp, Senin (3/7/2018).

Suteja mengajak agar semua warga bersabar menanti hasil rekapitulasi perolehan suara sesuai mekanisme yang sedang dijalankan oleh penyelenggara yang telah diatur dalam undang-undang. Untuk kedua tim pendukung, diharapkan hentikan saling klaim sampai ada penetapan secara resmi oleh pihak KPU. Siapa pun yang memenangkan kontestasi pilkada di kabupaten Ende, mereka pilihan masyarakat Ende untuk pembangunan yang lebih maju dan hebat.

“Tidak perlu menunjukkan kekuatan massa untuk melakukan konvoi atau membuat keramaian di lokasi umum maupun di lokasi basis masing-masing. Konvoi atau pawai tanpa meminta izin dari pihak kepolisian harus dihentikan. Mari kita menjadi dewasa dalam berpolitik untuk mau berlapang dada. Apabila paslon yang didukungnya belum diberi kesempatan untuk memimpin agar tidak bereuforia berlebihan dalam merayakan kemenangannya. Tidak usah terlalu menepuk dada dan mencibir kepada massa pendukung yang kalah,” tegasnya.

Baca juga: Puluhan Pohon Cengkeh Ditebang PLN, Warga Datangi DPRD Manggarai

Ditekankan bahwa pemilihan pemimpin harus menjadi pesta demokrasi politik yang aman, nyaman dan damai. Bila ada oknum melakukan hal-hal yang dapat memprovokasi dan berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas maka akan berhadapan dengan sanksi hukum yang berlaku.

“Mari berpikir cerdas, berhati ikhlas sebagai umat yang beriman kepada Tuhan YME. Semua hasil perjuangan kita serakan kepada Tuhan,” harapnya.

Suteja meminta kepada semua pendukung untuk tidak menuding pihak-pihak yang terkait sebagai penyelenggara dan pengawas maupun oknum TNI/Polri. Jika ada pihak atau oknum yang apabila terindikasi berbuat curang atau tidak netral maka harus dilengkapi dengan data, fakta dan saksi di lapangan. Hal itu dimaksudkan agar tuduhan tersebut tidak balik menyerang yang kemudian disebut memfitnah dan dapat dikenai sanksi hukum pidana.

“Sekali lagi mari kita semua menyadari bahwa pilkada ini bukanlah akhir dari segalanya.  Jadikan momentum ini sebagai bagian dari tujuan menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Buktikan bahwa Baba, Ine, Ari  dan Kae semuanya adalah memang bersaudara. Beda pilihan itu adalah hak setiap orang yang tidak dapat diganggu gugat. Bersatu adalah kewajiban Baba, Ine, Ari dan Kae agar dapat mencapai Ende Lio Nage Sare Pawe,” harapnya. (sfn03).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *