Politisi Nasdem NTT Luncurkan 10 Alasan Jokowi Harus Kembali Jadi Presiden

by -1 Views

KUPANG, SUARAFLORES,NET—JELANG Pilpres 2019, sosok Calon Presiden Ir. Joko Widodo terus mendapatkan dukungan besar di seluruh penjuru tanah air, termasuk dari Bumi Flobamora-Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pilpres 2014 lalu dengan prosentase 65 %, kali ini dalam pilpres 2019, rakyat NTT bertekad memenangkan Jokowi-Maruf Amin 80-90 prosen suara dari total pemilih 3,2 juta lebih.

Dari rekaman dan pantauan media ini, sejak Jokowi-Maruf Amin ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu (01) oleh KPU RI, arus dukungan rakyat terus membludak. Melalui jalur partai-partai pengusung, seperti PDIP, Nasdem dan Golkar terus bergerak mendeklarasikan dan mensosialisasikan pasangan Jokowi-Amin. Selain parpol, jalur relawan pun terus masif bergerak di seluruh NTT mengajak rakyat bersatu padu memenangkan Jokowi-Amin di Pilpres 2019 nanti. Dengan semangat membara, mereka terus bergerak di seantero jagat NTT memproklamirkan dukungan untuk Jokowi-Amin.

Lalu apa alasan rakyat NTT ingin Jokowi kembali memimpin Indonesia lima tahun mendatang? Anggota DPRD Partai Nasdem NTT, Wellem Bangngu Kale,SE, mengungkapkan ada 10 alasan untuk kembali memilih Jokowi menjadi presiden RI pada Pilpres 2019 nanti. Sepuluh alasan itu, yaitu pertama, Jokowi adalah presiden yang berprestasi. Prestasi-prestasi tersebut, antara lain di bidang pemerintahan ia mampu menjaga stabilitas Kabinet Indonesia Kerja dengan menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, membangun infrastruktur Indonesia secara masif, secara khusus di Indonesia Timur, dan meningkatkan taraf hidup rakyat di bidang ekonomi melalui dana desa di seluruh Indonesia.

Kedua,  Jokowi adalah sosok pemimpin yang tidak seram (angker) dan pemarah. Ia pemimpin yang rendah hati, jujur dan lembut dalam pendekatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Ia bukan tipe pemimpin yang ‘asal sikat’  jika sedang merencanakan sebuah rencana kerja. Ketiga, Jokowi bersama istri, anak-anak dan keluarganya tidak pernah terlibat dalam korupsi untuk mengumpulkan kekayaan pribadi. Dilihat dari gaya hidup pribadinya, Jokowi akan lebih tulus mengabdi dan berbakti untuk negara dan bangsa Indonesia.

Baca juga: Frans Salem Terus Berbakti bagi NTT Selama Jantung Masih Berdetak

Keempat, menurut Willem, Jokowi bukan tipe seorang pemimin wacana yang suka obral janji-janji alias sedikit janji. Oleh karena itu, layak dipilih kembali oleh rakyat karena ia sosok yang masih dipercaya. Ia pasti tidak akan mengecewakan rakyat yang telah memberikan kepercayaan. Kelima, ketokohan Jokowi yang natural tanpa basa-basi membuat rakyat mau berpartisipasi dan peduli. Meski tidak ada instruksi, rakyat dengan suka rela mau bekerja, bahkan dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi.

Baca juga: Dana BOS 66 Juta Belum Dipertanggungjawabkan Kepsek SDI Moko

Keenam, Jokowi anti diskriminasi. Hal ini sudah terbukti sejak ia menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan menjadi Presiden RI. Oleh karena itu, rakyat tidak perlu merasa kwatir akan diperlakukan berbeda dan teraniaya karere beda suku, ras, agama dan antar golongan (SARA). Ketujuh, Jokowi tidak membagi-bagikan kursi kekuasaan bagi keluarga, kelompok dan golongannya. Kedelapan, Jokowi tidak ternoda dengan berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Selanjutnya, kesepuluh, lanjut dia, Jokowi bukan seorang pempimpin pendendam (suka balas dendam). Dia tetap membangun komunikasi dengan siapa saja, termasuk lawan-lawan politiknya dan terhadap orang-orang yang mencaci maki dan memfitnah dirinya. Dan kesepuluh, Jokowi terbukti mampu menjaga stabilitas keamanan nasional, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila, serta mempertahankan aset-aset ekonomi bangsa, seperti Freport di Papua dari ancaman kekuasaan asing. Ia juga mampu menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif sesuai amanat undang-undang.

“Melihat 10 alasan tersebut, saya ajak seluruh rakyat NTT, dari Pulau Sumba sampai Pulau Flores memenangkan Jokowi-Maruf Amin (01) menjadi presiden dan wakil presiden RI 2019-2024. Kita semua tidak perlu ragu lagi dengan sosok pribadi dan gaya kepemimpinan Jokowi. Dia harus kembali menjadi presiden untuk melanjutkan program-program besar yang belum selesai,” kata Willem Kale, yang juga Calon Anggota DPRD NTT Partai NasDem nomor urut satu (1) dari dapil Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kabupaten Kupang ini. (bungkornell/sft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *