Proyek Air Minum Rp10 Miliar di Ile Boleng Macet, Ada Apa Ya?

by -20 Views

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Warga Ile Boleng, Kabupaten Flotim terus menanyakan perkembangan proyek air bersih Ile Boleng senilai Rp10 Miliar yang dibiayai APBD tahun Flores Timur Tahun Anggaran 2018 yang hingga saat ini belum ada titik terangnya.

Warga meminta Anggota DPRD Flotim, Daerah Pemilihan Ile Boleng untuk mencari tahu apa kendala utamanya agar bisa dicari jalan keluar untuk menyelamatkan uang rakyat yang telah dianggarkan tersebut, sekaligus bisa memenuhi kebutuhan rakyat Ile Boleng akan air bersih. Demikian simpul diskusi ringan bersama tokoh masyarakat Ile Boleng, Simon Laga Muda Makin,SH dan sejumlah warga di Desa Lewopao, Ile Boleng, belum lama ini.


Mantan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT ,Simon Laga, SH

Menurut Simon Laga, mantan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT ini, rakyat Ile Boleng berhak untuk tahu apa masalah utamanya sehingga proyek dengan uang sebesar Rp10 M itu tidak bisa jalan hingga kini dan tidak ada informasi detail kepada rakyat Ile Boleng.

Padahal, lanjut dia, sesuai informasi yang diperoleh jika proyek ‘raksasa’ pertama dalam masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati, Anton Hadjon-Agust Boli ini sudah dilelang dan mulai dikerjakan sebagiannya tahun 2018 oleh Kontraktor Pelaksana, Piet Dosi dengan menggunakan Kuasa Direktur PT.GNA, yang bermarkas di Ende, Flores bagian tengah itu kini sudah memasuki Bulan Februari 2019.

“Nah, apalagi proyek ini bukan menggunakan tahun jamak, tapi tahun tunggal. Artinya, masa kerjanya sudah selesai. Jikalau ada kendala terkait sumber mata air yang belum jelas sampai hari ini, harus disampaikan ke rakyat Ile Boleng agar bisa dicarikan jalan keluarnya bersama,”sambung Sius Doni, warga Desa Lamahelan, terpisah.

Baca juga: Proyek Perpipaan Wainoret Hambat Proyek Air Ile Boleng

Baca juga: Proyek SPAM Wainoret Adonara Tengah Rp2 Miliar Tuai Masalah

Baca juga: Polri dan TNI Dinilai Resahkan Warga Lamaluo yang Tolak Sumber Air Ile Boleng

Simon Laga yang kini lebih banyak pulang kampung halamannya usai pensiun dari tugasnya selaku Jaksa Negara, dalam diskusi itu secara tegas meminta 5 (lima) Anggota DPRD Flotim yang berasal dari Daerah Pemilihan Ile Boleng saat ini untuk turun dan menjelaskannya kepada rakyat Ile Boleng tentang apa masalah utamanya.

“Jikalau terkait masih ada masalah serius terkait sumber mata air, maka harus dijelaskan untuk bisa dicari jalan keluarnya bersama. Tidak boleh didiamkan, karena ini menyangkut keselamatan uang negara dan rakyat Flotim yang nilainya sangat besar itu. Jangan kemudian uang Rp10 M itu kemudian disalahgunakan, lalu proyeknya bermasalah dan ada pihak yang tersandung masalah hukum,”saran sesepuh Flotim itu.

Ia berharap, tidak ada pihak yang bermain di balik proyek ‘raksasa’ ini mencuri uang negara dan rakyat Flotim itu untuk memperkaya diri atau kelompoknya. Dirinya berencana menemui Bupati-Wakil Bupati, Anton Hadjon-Agust Boli, Duet Pemimpin Muda Flotim ini untuk memintanya keduanya untuk berhati-hati dan mempertimbangkan dengan baik dalam membuat keputusan-keputusan terkait urusan proyek Air Bersih Ile Boleng ini, termasuk urusan tentang Sumber Mata Air agar uang negara dan rakyat Flotim ini bisa diselamatkan dan bermanfaat bagi rakyat.

Informasi terakhir yang disadap Suara Flores.Net, proyek ini masih terkendala serius dengan masalah sumber mata air, sehingga praktis proyek ini belum bisa berjalan maksimal hingga memasuki bulan Februari 2019. Meskipun, sebagian pekerjaan seperti belanja pipa dan asesoriesnya, lalu satu buah bak Reservoir berkapasitas 200 meter kubik di Wilayah Desa Dokeng, Ile Boleng sudah dikerjakan Kontraktor Pelaksananya.

Diberitakan sebelumnya, warga Ile Boleng, Anton Ola, beberapa waktu lalu mempertanyakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp10 miliar untuk air bersih Ile Boleng sejauh mana. Dia kecewa karena proyek tersebut seakan hilang ditelan ‘badai politik’. Nilainya besar tapi realisasinya belum nampak. Ia meminta Bupati Anton Hadjon segera menepati janjinya pada tahun 2018 ini untuk tuntaskan masalah air bersih di Ile Boleng.

Kepala Desa Nelelamawangi 02, Lorens Lebe saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (19/07/2018) mengatakan, pemerintah harus serius menepati janji politiknya urus air untuk rakyat Ile Boleng jika ingin masih dipercaya. (Roberth/SFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *