Rambut Gimbal dan Kulit Merah Standar Kecantikan Wanita Suku Himba

by -10 Views

Rambut gimbal dan kulit merah menjadi standar kecantikan wanita Suku Himba di Kaokoland Namibia, Afrika. Bagaimanakah asal usulnya? Menjelang masa puber atau kedewasaan, para remaja wanita Suku Himba mulai menghiasi rambut mereka dengan pemasangan rambut extension (sambung). Rambut Extension ini terbuat dari kulit sapi, kambing, jerami dan bulu mantan eh bulu kambing deng. Kesemua bahan tersebut akan disamak jadi satu dan proses pembuatannnya akan memakan waktu seharian.

Setelah itu para wanita akan memakainya sebagai simbol status dan kebanggaan mereka. Rambut extension ini akan ditata berbeda sesuai dengan usia dan status mereka. Jadi setiap laki-laki dari suku tersebut bisa tahu ohhh ini cewek suku himba usianya sudah berapa, masih perawan kinyis-kinyis, sudah menikah atau sudah janda sekalipun.

Mempertahankan keindahan rambut gimbal suku himba ini bukanlah hal yang mudah. Para wanitanya setiap hari akan melapisi rambut mereka dengan Otjize, yaitu lemak hewan yang dicampur dengan tanah berwarna merah. Bukan hanya sebagai Sunscreen rambut, tapi ramuan ini juga berfungsi sebagai pengusir serangga. Dan ketika mau tidur para wanita suku himba menggunakan bantal yang terbuat dari kayu.

Warna merah tak hanya menjadi simbol kecantikan saja tapi sudah menjadi standar kecantikan yang wajib dilakoni para wanitanya agar dilirik oleh pria-pria suku Himba. Ya kalau ada wanita sampai tidak menikah bisa menjadi persoalan besar di suku himba, keluarga si wanita wajib membayar denda adat berupa ternak yang jumlahnya tidak sedikit dan bisa bikin bokek mendadak.

Baca juga: Siapakah Andreas Hugo Pareira ?

Baca juga: Moeldoko Ajak Anak Muda Optimis Songsong Indonesia Maju

Untuk itulah para wanita suku Himba berlomba-lomba tampil cantik dengan dandanan merah andalan mereka. Dari rambut gimbal yang dilumuri tanah merah sampai tiap jengkal tubuh mereka juga dibaluri ramuan merah tersebut.

Ya wanita suku himba jarang sekali mandi, bisa berbulan-bulan hanya ketika hujan turun saja mereka mandi (terpaksa). Luluran tanah merah inilah sebagai penggantinya, sedangkan kaum lelakinya masih suka mandi meskipun seminggu hanya sekali atau 2 kali saja.

Dan sebagai penambah daya tarik kecantikan, emak-emak di Suku Himba akan memberikan sebuah Kalung Ohumba untuk anak gadis mereka, nantinya Kalung Ohumba itu akan diwariskan turun temurun kepada generasi selanjutnya. Terbuat dari bahan tempurung putih dan beratnya bisa mencapai beberapa kilogram. Waduh gak keseleo itu kepala apa yak, ahh yang penting bikin tambah cantik, begitu kira-kira pendapat wanita Suku Himba. (Sumber:www.kejadiananeh.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *