Rasio Dokter di NTT Belum Sesuai Standar Nasional

by -15 Views

KUPANG, SUARAFLORES.CO–Rasio dokter dan perawat terhadap penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sesuai rasio standar nasional.

Menurut Wakil Direktur Bidang Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang (STIKES CHMK), Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Frans Salesman, SE.,M.Kes, syarat sebuah RS type-c minimal memiliki 4 dokter spesilis, yaitu dokter ahli kandungan, dokter ibu dan anak, dokter penyakit dalam dan dokter bedah.

“Saat ini rasio dokter kita di NTT belum penuhi standar nasional. Rumah-rumah sakit kita masih kekurangan tenaga dokter. Ini karena pemerintah tidak punya komitmen yang kuat membangun manusia yang sehat. Pemerintah masih lebih prioritas pembangunan infrastruktur,” katanya, Rabu (25/5/16) di Kupang.

Ke depan, kata Frans, Pemerintah Daerah Provinsi NTT dan kabupatan/ kota harus berani mengalokasikan dana khusus untuk tugas belajar mengambil spesialis sesuai kebutuhan daerah. Selain itu, untuk mengatasi kebutuhan mendesak, pemerintah harus membangun kerja sama dengan rumah sakit provinsi lain.

“Pemerintah harus siapkan dana tugas belajar spesialis. Harus melakukan kerja sama dengan rumah sakit di Jawa atau Bali sebagai sister hospitel untuk detasering dokter ahli yang ada di sana,” katanya.

Menanggapi kasus ketiadaan dokter ahli kandungan di Maumere, Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu, Frans mengatakan, hal itu disebabkan karena Pemda Sikka tidak ada kebijakan tentang pemenuhan  tenaga dokter.

“Oh…, saya kira Pemda Sikka tidak  ada kebijakan pemenuhan tenaga dokter ahli pada Rumah Sakit (RS) type-C. Padahal, RS Maumere itu RS rujukan regional bagi Flores bagian Timur, sedangkan Flores bagian barat di RS Ruteng,” terangnya.

Seharusnya, tambah dia, pemerintah dan DPRD komit menyiapkan dokter ahli dan memberikan insentif yang cukup agar mereka tidak hengkang. (bkr/sf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *