Relawan Demokrasi Pemilu 2019 Mimpi Besar untuk Partisipasi

by -18 Views
ILUSTRASI - Pilpres 2019

Oleh: Marianus Minggo*

Relawan Demokrasi adalah sekolompok masyarakat mitra kerja KPU yang hadir sebagai sebuah gerakan dalam mendorong partisipasi pemilih pada pemilu sesuai amanat pasal 448 Undang-undang nomor 7 tahun 2017.  Semangat gerakan yang dibentuk olek KPU itu berlatarbelakangkan karena responsibilitas keikutsertaan pemilih terhadap pemilu sejak tahun 1999 sampai 2014 dalam hitungan secara nasional cenderung menurun. Bahwa di tahun 1999 partsipasi pemilih boleh dikategorikan sangat tinggi 92 persen lalu menurun pada memilu 2009 dengan 71 persen, dan Pemilu 2014 dengan 73 persen.

Kecencenderungan menunurnya partisipasi ini sebagai akibat dari hal-hal seperti adanya kejenuhan terhadap frekuensi penyelenggaraan pemilu yang tinggi, ketiakpuasan terhadap kinerja sistem politik yang tidak memberikan perbaikan kualitas hidup, mal-administrasi pemilu penyelenggaraan pemilu, adanya paham keagamaan anti demokrasi, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu sebagai ternformasi sosial dan lain sebagainya (Pedoman Pelaksanaan Relasi/ Relawan Demokrasi Pemilu 2019,KPU).

Mimpi Besar

Relawan Demokrasi sebagai sebuah gerakan ini dapat kita lihat bagaikan sebuah mimpi besar yang baik, inovatif dan kreatif. Mimpi besar untuk mengenjot partsipasi warga terhadap pemilu nanti. Dengan demikian hal ini dapat menghindari perpekstif tertentu yang selama ini yang selalu menempatkan even Pemilu hanya sebatas proses demokrasi-politik secara prosedural belaka, tetapi lebih dari hal itu maksud dan tujuan adanya Relawan Demokrasi tersebut. 

Relawan Demokrasi ada untuk mengantarkan warga pemilih merubah mindset, pola pikirnya dalam  melihat pemilu sebagai sebuah proses perpolitikan yang substansial. Hadirnya Relawan Demokrasi tidak sekedar mendorong pemilih datang memilih di TPS, mereka hadir untuk membangkitkan semangat atau memberi spirit untuk mengurangi inflasi kualitas pemilih dengan memberikan pencerahan lewat pendidikan pemilih, sosialisasi atau kegiatan yang sifatnya membangkitkan kesadaran lebih untuk para warga pemilih.

Target yang diharapkan adalah pada pemilu 2019 ini selain tingkat kehadiran untuk mencoblos di TPS meningkat dan juga pemilih memiliki wawasan yang mumpuni atau sebut saja pemilih cerdas. Pemilih cerdas bukan sekedar pemilih yang datang karena terdaftar dan sekedar ramai untuk ke TPS. Atau pemilih ke TPS karena preferensi tertentu, alias ada hitung untung rugi, memilih karena mendapat sesuatu saat itu pula.

Karakter pemilih  yang demikian adalah  pemilih  yang tergolong warga masyarakat biasa. Sedangkan pemilih cerdas sebenarnya adalah pemilih yang memiliki kemampuan, kesadaran datang menggunakan hak pilih ke TPS benar-benar ingin menyalurkan hak politiknya. Pemilih yang menjatuhkan pilihan kepada kandidat tertentu dari partai tertentu baik legislatif maupun Presiden dan Wakil Presiden setelah mempelajari visi misi dan program semua peserta pemilih, mengetahui citra diri para kandidat dan percaya terhadap pilihannya itu tepat sesuai harapan hati nuraninya.

Pemilih cerdas adalah pemilih yang termasuk sebagai kelompok warga masyarakat politik. Dimana masyarakat menggunakan hak politik benar-benar karena memahami makna terdalam pentingnya pemilu bagi keberlangsungan demokrasi bangsa dan negara ini. Pemilih cerdas akan melihat dan menempatkan pemilu merupakan kesempatan memilih pemimpin yang berkualitas atau berintegritas, bersih dan yang berkehendakan kuat mengabdikan diri, menyerahkan jiwa dan raganya untuk rakyat bangsa  ini secara utuh dan total.

Karena itu pada level ini kita perlu bertanya, apakah warga masyarakat pemilih kita menjelang Pemilu 2019 masih sebagai masyarakat biasa ataukah sudah menjadi masyarakat politik? Pertanyaan ini membutuhkan sebuah studi yang mendalam, namun  sebagai salah satu upaya meningkatkan partisipasi, orientasi capaian target baik secara kuantitatif maupun kualitatif sangat diperlukan tingkat partsipasi pemilih dalam pemilu.  Ini sebagai harapan dan impian bersama dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

Sebab itu, Relawan Demokrasi dibentuk agar mampu menjalankan tugasnya dalam mencerdaskan masyarakat pemilih. Sebagai mitra KPU,  Relawan Demokrasi  harus  secara sistematis dan masif memotivasi warga pemilih dengan memberikan sosilisasi atau pendidikan  tentang pemilu.

Kegiatan  dan Hasil yang diharapkan

KPU RI di awal  tahun ini, tanggal 09 Januari  2019  dalam semangat suksesnya Pemilu, telah mengeluarkan surat Pembentukan Relawan Demokrasi di seluruh KPU Kabupaten/Kota di Indonesia. Berdasarkan surat ini dan jika dikaitkan dengan satuan unit kerja/ satker KPU tingkat Kabupaten/Kota  ada sekitar 515 satker. Dari 515 satker ini setiap wilayah KPU Kabupaten/Kota merekrut 55 orang dengan demikian total  Relawan Demokrasi Pemilu 2019  untuk seluruh Indonesia berjumlah 28.325 orang.

Relawan Demokrasi setiap kabupaten/kota   dalam mejalankan kegiatan berupa sosilisasi atau pendidik dengan sasaran pada 10 basis pemilih, antara lain basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, pemilih keagamaan dan  warga Internet/Netizen.

Kegiatan yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi diharapkan mampu menghasilkan nilai lebih paling tidak kualitas proses pemilu dapat meningkat, partisipasi pemilih yang cendrung  tidak mencapai target tidak akan terjadi lagi, proses demokrasi  kali ini diterima dan semakin dipercayai oleh publik, adanya kesadaran dan kesukarelaan masyarakat sipil terhadap agenda pemilu dan demokratisasi di Indonesia.

Akhirnya besar harapan semoga saja dengan adanya Relawan Demokrasi mimpi besar tercapainya partsipasi Pemilu 2019 dapat terwujud dan di NTT bila perlu tingkat partisipasi lebih tinggi dari Pemilu 2014 yang legislatif sekitar 79,87 persen dan Presiden dan Wakil Presiden 71,40 persen (Partisipasi Pemilih Pemilu 2014 Dalam Angka, Rumah Pintar Pemilu,KPU RI). 

Oleh karena itu, para Relawan yang telah dibentuk KPU semoga semangat selalu dalam  menjalankan tugasmu sebagai bagian dari warga yang peduli terhadap hajatan demokrasi lima tahun sekali.  Kehadiran anda tentu menjadi  potensi  kekuatan bersama untuk menyokong  proses  tahapan pemilu yang  bernilai dan bermanfaat bagi  kepentingan negara kita.

*Penulis: Warga Kota Kupang, tinggal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *